Sunday, June 5, 2011

XI SOCIAL 4

THE LAST DAY WITH XI SOCIAL 4.

Kemarin adalah hari terakhir bersama kelas XI SOS 4. Bukan terakhir dalam artian sesungguhnya lho! Kami masih akan mengikuti Ujian Kenaikan Kelas (UKK) hari senin nanti. Tapi saat UKK nanti, kelas kami dibagi dua bagian. Ruangan 17 dipenuhi dengan anak kelas XI SOS 4 dari Abdi Riza sampai Muhammad Gilang. Ruangan 18 (ruangan paling akhir) dipenuhi dengan anak kelas XI SOS 4 dari Muhammad Rizky a.k.a Bokir sampai Ayu Tarkiyah (Dia anak baru, masuk pas Semester I jadi namanya ditaruh paling belakang).

Kelas ini bagaikan rumah kedua gue. Dimana semua anaknya bertingkah sesuai dengan sifat aslinya. Ada yang pemalas, ada yang pemarah, ada yang rajin, ada yang ngeselin, ada yang ngocol dan semua sifat-sifat lainnya.

 Hari terakhir mereka malah tidur. 
Ki-ka: Ikrar a.k.a Rere dan Jasmin 

 Semoga kelas XII nanti mereka sekelas lagi dan udah pacaran.

 Pose pertama dengan Bu Dwi

Pose kedua dengan Bu Dwi

HORAAAAAYYYY!!!!!

Kelasku ini benar-benar spesial. Semoga kita bisa sekelas lagi. Tapi tak mungkin. Pasti di rotate sama SOS 1, SOS 2, SOS 3. Gue gak mau pisah. Dikelas ini selama setahun terakhir adalah keseharian gue yang paling gue suka. Gue pengen masa SMA gue bahagia bersama teman-temannXI SOS 4.

Wednesday, June 1, 2011

A Letter to My First Love

Hai, Van. Apa kabar?

To the point aja ya.

Sebenarnya gue suka sama lo. Gue suka sama lo dari kelas 4 SD. Yah, gue juga gak ngerti kenapa waktu SD gue tertarik sama lo. Tapi semenjak masuk SMP gue makin gak bisa lupain lo. Gue juga bingung. Dan sampai sekarang gue masih suka sama lo.


Gue bilang karena gue gak mau terlalu lama menyukai lo. Cukup sampai 8 tahun aja gue suka sama lo. Gue gak mau lebih karena capek harus suka sama orang yang belum tentu suka sama gue.


Eh, tapi bukan berarti gue 'nembak' lo ya. Gue cuma ngungkapin perasaan suka gue aja ke lo. Terima kasih banyak ya, Van. Lo udah bikin hidup gue selama 8 tahun terakhir ini bahagia.

Maaf ya kalo salah-salah kata. Kalo lo gak suka, gue minta maaf ya. Boleh dijawab boleh juga dihapus. Terima kasih ya, Van.

***

Ivan adalah cinta pertama saya. Saya menyukai dia selama 8 tahun. Saya menyukai dia dari kelas 4 Sekolah Dasar. Saya bingung kenapa ada gadis kecil yang tertarik dengan lawan jenisnya, yang jatuh cinta karena sifat dan kelakuannya bukan wajahnya.

Gadis kecil itu adalah saya.

Saat duduk dibangku sekolah dasar, saya tidak ingat wajahnya. Saya lupa sama sekali, tapi saya ingat betul semua tentang dia. Saat di Sekolah Dasar, dia pernah sakit DBD dan harus dirawat di rumah sakit. Saat kepulangannya dari rumah sakit, saya beserta teman-teman sekelas menjenguknya di rumahnya. Awalnya ia tampak lemas, namun saat melihat kami ia langsung tersenyum.

Saya yang waktu itu masih kecil, dan tidak merasakan apa-apa saat perpisahan sekolah dasar. Tidak merasakan akan kehilangan dia, dan benar saja, saya satu sekolah (lagi) dengan dia.

Sekolah menengah pertama, dimana cinta saya untuk dia makin kuat. Saya selalu melihatnya dari jauh. Saya adalah orang yang jatuh cinta diam-diam. Tidak berani mendekat. Takut dia ilfeel sama saya. Kami satu sekolah namun berbeda kelas.

Saat kelas 8 SMP, saya sekelas dengan dia. Senang sekaligus malu. Lalu kami juga satu kelompok di mata pelajaran Tata Boga. Jujur, saya senang sekali. Selama 1 tahun saya sekelas dengannya.

Naik ke kelas 9, kami makin jauh. Kami berbeda kelas. Butuh melewati tiga kelas untuk menuju ke kelasnya. Tidak! Saya harus sering-sering melihatnya agar tidak galau terus-menerus!

Selama kelas 9 SMP, Saya selalu datang paling pagi hanya untuk melihatnya datang ke sekolah. Dari lantai tiga gedung C, saya selalu memandangnya. Dari dia masuk gerbang sampai ia naik ke atas, pandangan saya tidak pernah luput dari dirinya.

Perpisahan kelas 9 SMP, kami berpisah. Kami berbeda sekolah. Dia pergi ke SMA Negeri sedangkan saya pergi ke SMA Swasta. Perpisahan ini memang menyakitkan, tapi mau bagaimana lagi. Inilah hidup, harus dijalani.

***

03 Febuari 2011 pukul 16.55
Pada akhirnya saya menyatakan perasaan saya kepada dia. Takut... Deg-degan... Bingung...

03 Febuari 2011 pukul 19.58
"Sorry nih gue gak bisa jawab apa-apa."

Akhirnya rasa suka selama 8 tahun ini berakhir hanya dalam hitungan jam. 

Sunday, May 29, 2011

The Black Pearl On Snowy Summit

Akhirnya gue jadi nonton Drama Musikal SMAN 5 sama Dilla, Sinta dan Intan. Padahal cuma dapet dua undangan aja lho. Satu undangan itu untuk satu orang. Tapi gue berbohong kepada Pak John. Gue bilang satu undangan untuk dua orang. Hahaha... Daripada cuma jalan berdua sama Dilla? Mending ajak si Sinta sama Intan.

Oiya, untuk mendapatkan kertas dispen (Ijin keluar sekolah saat KBM masih berlangsung) butuh perjuangan lho! Pak John itu susah banget dicari. Dia mah suka banget 'kelayaban' bukannya diam-diam di ruang guru piket. Gue dan Sinta muter-muter cuma buat nyari si Pak John. Karena kesal tidak bertemu juga, akhirnya gue sama Sinta ke kantin. Beli es mambo. EEEAAAA!!! Pak John malah ada di kantin lagi beli nasi uduk beserta lauk-pauknya. Rese! Dicariin malah makan tapi pada akhirnya gue, Dilla, Sinta dan Intan dapat surat dispen! YEY!

Oiya, karena gue naik angkot, motor gue kunci ganda. Takut ilang. SMA gue kan pernah dua kali kehilangan motor. Yah... Pengasawannya kurang nih :(

***

Gilaaa.... SMAN 5 jauh abis! Gak bohong deh! Sumpah! Naik angkot kurang lebih 20 menit. Apalagi kalo macet. Beeeuuuhhh.... Gak nahan pengen gue tabok abang supir angkotnya. Apalagi pas jalan ke dalamnya. Jauh banget. Ada ojek sih tapi sayang duitnya. Hahaha... Akhirnya gue, Dilla, Sinta dan Intan jalan kaki. Pegel juga.

Sampai di sana, Satpam SMAN 5 ngeliat kita yang kebingung. Dia nanya mau ngapain. Kita bilang aja mau nonton drama. Si Satpam langsung ngasih tau ruangannya. Kita langsung aja capscus ke sana dan Dina pun menjemput diriku dan teman-temanku. Hahaha...

Baru jalan sebentar ada yang teriak,"ITU KAN THEA!" (udah kayak artis gue dipanggil begitu). Ternyata yang manggil si Sabrina, teman SMP gue juga. Gue langsung dadahin dia. Gak lama gue diajak ke tempat si Dina. Disana gue dipanggil-panggil lagi sama si Bena. Gue dadahin dia. Karena dramanya si Dina masih lama, gue, Dilla, Sinta dan Intan ke kantinnya dulu. Eh, ngeliat Mutia. Hahaha... Sejauh mata memandang, terhampar teman-teman SMP gue di SMAN 5.

Oiya, drama kelasnya Dina kan tentang Papua. ALL ABOUT PAPUA deh. Ceritanya ada 5 orang ekspeditor yang tersesat di hutan Papua dan salah satu ekspeditornya terluka. Lalu mereka berlima ditemukan oleh seorang laki-laki dan gadis Papua. Ekspeditor yang terluka itu diobati oleh si gadis Papua. Sepertinya mereka berdua saling jatuh cinta tapi Ketua Suku melarangnya dan ingin membunuh ke- 5 ekspeditor itu. Namun si gadis Papua beserta teman-temannya membantu ke- 5 ekspeditor itu untuk lolos dari Ketua Suku.

Yang menjadi si ekspeditor terluka itu adalah si Satria, temen SMP gue juga. Kayaknya dulu gemuk deh. Sekarang mah udah agak kurusan dan makin keren. Yah gue mah mengakui yang sebenarnya. Emang orangnya keren dan manis kok (semoga si Dhani, pacarnya si Satria, temen SMP gue juga gak baca blog ini hahaha).

Oiya, saat pembukaan drama musikal kelasnya Dina. Pembawa acarnya menyambut kita-kita, anak SMA Sejahtera 1 dengan baik. "Wah, kita kedatangan tamu berbaju batik biru kuning nih. Tepuk tangan dong buat tamu kita anak SMA Sejahtera 1!". Intan cuma nunduk, gue mah senyum-senyum aja. Hahaha malu sih sebenarnya :))

Ini sebagian foto-foto yang sempat diabadikan oleh Sinta dan Dilla dengan kamera handphone gue:

 Ini pas penutupan Drama Musikal XI SOS 5 (Snapshot by Dilla)

 Ini pas penutupan Drama Musikal XI SOS 5 (Snapshot by Sinta)

 Undangan dan Pin Drama Musikal XI SOS 5

 Ini pin bulunya. Lucu dan kreatif abis!!

***

 Sebelum pulang mampir dulu ke Indomaret.

 TaoKaeNoi Crispy Seaweed: BIG SHEET :9

 Ini dia dua teman yang nemenin nonton. Dilla & Sinta.
(Si Intan pulang bareng adiknya)

Walaupun gak malam mingguan, event ini bikin hari sabtu gue lebih berwarna. Pulang-pulang langsung makan Es Podeng kesukaan gue. Hahaha...

Thank you so much for today to Dina, Drama Musikal XI SOS 5, SMAN 5 Depok, Dilla, Sinta, Intan, Pak Sunarko a.k.a Kepala Sekolah (yang udah ngasih ijin dispen), dan Pak John (yang udah ngasih kertas dispen).

Terima Kasih buat temen-temen SMP gue (yang ada di SMAN 5) yang udah manggil-manggil dan nyapa gue. Kalian gak lupa sama aku. Maacih yaaww buat Sabrina, Bena, Mutia, Riskha, Renny, Anisa dan teman-teman yang lain (yang gue lupa namanya).

Oiya, gue ketemu Pak Agus di sana. Katanya Beliau sakit tapi kok malah nonton Drama Musikal SMAN 5 yaa? Hahaha...

Friday, May 27, 2011

Komiknya SOS 4 dan Undangan Drama Musikal

Kemarin gue dan anak-anak SOS 4 dikasih tugas untuk membuat komik. Anak-anak pada antusias banget bikin komik 4 panel-nya. Gue mah diam aja. Bingung mau gambar apa. Udah mana gak bawa pensil dan penggaris. Alhasil komik gue jadi aneh. Hahaha

 Iklan Kaki by Thea Fathanah Arbar XI SOS 4
 1
 2
 3
 4
Gambar keseluruhan. Cuma ada 4 panel.

Ini adalah karya-karya sebagian temen-temen gue yang gue foto. Yang paling lucu komiknya si Abdi Rija. Hahaha...

 Bencong by Aulia

 Parodi The Jak Mania by Rizky a.k.a Bokir

 Ulangan by Dilla Brata

 Bumi Hangus by Dziky Darmawan

 Gang Dolly II by Fajar

 Mencoba Menahan Godaan by Farid Rahmanto

 Telat Sekolah by Intan Sutanto

 Perkenalan by Nanda a.k.a Tempe

 Nothing by Novi Indriani Daulay

 Doraemon by Rafika Wumu

 Gluppy by Ikrar a.k.a Rere

 Cemara by Ridha Kamaliah

 Eeh... Mati by Abdi Rija (Ini yang paling lucu)

 Dibalik Meja Customer Service by Yoga

Facebook by Yuli Andriani

***

Oiya, kemarin juga Dina Luthfika, temen SMP gue datang ke sekolah gue. Dia ngasih undangan drama musikal sekolah dia. Gue mau nonton tapi SMAN 5 kan lumayan jauh tapi besok gue tetep jalan dan gue ambil dispen bareng si Dilla. Lumayan kan ngambil dispen.

Undangannya lucu banget. Kelasnya si Dina bikin drama musikal tentang Papua. Seru tuh kayaknya. Free snack juga lagi. Lumayan lah... Hahaha :D



Besok capsus nih tapi gue gak tau bisa ngerayu Pak John atau enggak. Soalnya dia paling susah dimintain kertas dispen. HUH!

Monday, May 23, 2011

Upacara

I hate monday.

Soalnya kalau upacara pasti gue suka keringatan. Gak enak banget rambut jadi lepek. Padahal pas mau berangkat sekolah, rambut gue udah wangi dan kering. Makanya anak-anak kelas suka ngatain gue; "Thea selalu gerah" atau "Thea selalu kepanasan" atau "Thea selalu galau" -_-

Ngomongin soal hari senin pasti udah kepikiran sama UPACARA. Upacara untuk memperingati jasa-jasa pahlawan yang sudah membangun negara kita ini. Ya! Negara Indonesia kita ini dibangun dengan keringat dan darah para pahlawan, para pemuda dan pemudi. Bangga!

Oke, kita balik ke masalah upacara. Kenapa setiap minggu kita sebagai pelajar harus upacara? Kalau menurut gue, mending gak usah setiap minggu lah. Untuk apa berpanas-panasan setiap minggu terutama di hari senin? Toh kita udah sering banget menghormati jasa-jasa pahlawan.

Dari TK kita udah diajarin upacara. Saat SD, selama 6 tahun, disetiap hari senin kita menghormati jasa-jasa para pahlawan. Saat SMP, selama 3 tahun, disetiap hari senin kita juga menghormati jasa-jasa para pahlawan, dan kini SMA pun juga harus upacara.

Gara-gara upacara disetiap hari senin, selama seumur hidup gue; Undang-Undang Dasar, Pancasila, Lagu Indonesia Raya dan Lagu Mengheningkan Cipta sampai hafal diluar kepala. Gimana gak mau hapal, setiap hari senin dijijilin UUD, Pancasila, Lagu Indonesia Raya dan Lagu Mengheningkan Cipta.

Kita para pelajar selalu rajin upacara karena itu perintah dari sekolah. Perintah selalu kita jalani, tapi coba lo perhatiin barisan guru-guru. Perhatikan baik-baik. Apakah guru-guru kita lengkap? Kayaknya sih enggak. Apalagi di sekolah gue. Tadi pagi cuma ada 5 guru termasuk pembina upacara yang ikut upacara.

What the... pas selesai upacara, guru-guru yang gak ikut upacara langsung ngajar. Gak mau panas-panasan mereka. Nah, mana contoh yang baik buat murid-murid? Gurunya aja begitu gak disiplin, anak muridnya juga pasti ikut-ikutan.

Harusnya bisa jadi contoh yang baik, ya gak sih?