Showing posts with label Friends. Show all posts
Showing posts with label Friends. Show all posts

Friday, December 21, 2018

24

Tidak mudah menginjakkan kaki di usia 24.

Tahun lalu, tantangan hidup saya hanya lulus kuliah (postingannya bisa kamu baca di sini), kini berbeda. Tantangan hidup saya selain mencari pekerjaan baru, adalah mungkin menikah.

YHA MOHON MAAF INI, PASANGANNYA SAJA BELUM ADA. BELUM LAGI MODAL PESTA PERNIKAHANNYA YANG SUNGGUH BIKIN STRES SENDIRI. MEMANGNYA NIKAH DI NEGARA KAPITALIS BEGINI GAMPANG?! huft...

***

Beberapa waktu lalu, salah satu sahabat semasa kuliah bernama Amalia, menikah dengan teman SMAnya. Pesta pernikahannya sederhana, di rumah saja. Tidak ada yang 'wah', namun terasa intim dan santai.

Sekitar dua minggu sebelum mereka ijab kabul, saya sempat ikut dia cetak undangan dan menemaninya mencari tempat tinggal sementara (yang tidak jauh dari rumah saya, jadi sekarang saya sering main ke tempatnya 😂).

Setelahnya, saya merasa stres sendiri. Kenapa persiapan pesta pernikahan itu sangat menyesakkan? Pesta yang sederhana seperti pernikahan Amalia saja rasanya sudah ribet sekali. 😓

Dengan dalih 'pernikahan satu kali dalam seumur hidup', banyak sekali pasangan yang buang-buang uang hanya untuk menjadi 'ratu' dan 'raja' sehari. Contoh paling dekat adalah Kakak dan Abang saya. Mereka sampai bikin pesta pernikahan dua kali, satu di gedung dan satu di rumah.

Waktu itu saya masih berada di usia yang senang main (dan masih kelihatan bocahnya), jadi tidak ikut campur secara langsung persiapan pesta pernikahan mereka. Makanya ketika saya menemani dan melihat Amalia menyiapkan pesta pernikahannya, saya ikut stres.

Dua pesta pernikahan yang digelar Kakak dan Abang saya tentu adalah keinginan Mamak saya. Yang namanya orang tua, apalagi di Indonesia, punya pesta pernikahan sederhana bukan pilihan mereka. Mamak saya kerja di salah satu perusahaan besar dan Bapak adalah PNS, teman beliau berdua banyak... tentu gengsinya ikutan meninggi.

Ingat berita salah satu beauty influencer, Suhay Salim yang hanya menikah di KUA menggunakan jeans dan blazer? Saya sempat membicarakan hal itu dengan Mamak. Bodohnya saya menceritakan hal tersebut dengan mengebu-gebu.

"Wah nikah mah di KUA aja ya, murah dan cepat. Duitnya bisa buat liburan atau beli perabotan," kata saya.

"Kalau kamu mau nikah di KUA aja, nunggu Mamak meninggal," jawab Mamak.

DUAAAR!!! ⚡️⚡️⚡️

Saya melihat Mamak dengan tatapan tidak percaya dan kaget. Sungguh, saya kaget mendengar pernyataan semena-mena beliau. Sebegitu tidak ikhlaskah beliau jika saya hanya menikah di KUA?

Padahal esensinya kan sama-sama menikahkan dua insan yang selalu dikejar pertanyaan 'kapan kawin?' dari sanak saudara kalau sedang kumpul-kumpul, kan? Harusnya pernikahan itu enggak bikin stres kan?

Ya ampun, saya stres.

***

Tapi kalau dipikir kembali, kenapa pula saya stres? Pasangan belum ada, rencana-rencana  masa depan berdua juga belum terbentuk. Selain belum ada pasangan, sekarang saya juga masih jadi pengangguran.

Berarti, secara tidak langsung, saya belum siap lahir batin untuk menikah dalam waktu dekat. Ya Tuhan, ciptaanMu ini aneh sekali karena stres dengan hal yang belum terjadi... 😂

Saya sih hanya berharap bisa menikah ketika kondisi emosional, spiritual dan finansial sudah cukup stabil. Umur hanya angka, tidak menandakan tingkat kedewasaan dan kesiapan diri dengan masa depan kok~

Kalau saya belum siap menikah pada usia 24, ya saya bisa menikah ketika saya siap saja. As simple as that, ya kan? 😜

Ya pokoknya dapat pekerjaan tetap saja dulu. Ketika dapat pemasukan tetap, kan saya bisa tabung untuk membayar pesta pernikahan yang tidak murah. Sekaligus biaya bangun rumah, perabotan, beli sandang dan papan, bayar listrik, bayar internet, bayar langganan Netflix dan Spotify, menabung untuk masa depan dan daftar panjang pembayaran lainnya.

Jika finansial stabil dan ada pemasukan teratur setiap bulan, saya jadi bisa merencanakan hal lainnya kan. Mungkin saat itu, saya sudah siap membicarakan (kembali) soal pernikahan. Hehehe...

*Lalu sekarang saya malah jadi stres karena belum dapat kerja. Mana sisa tabungan  di rekening sudah menipis pula. Ya Tuhan... 🤦‍♀️

***

PS: pada hari ulang tahun, saya malah beres-beres kamar dari siang sampai malam. Saya memvacuum debu-debu yang ada di atas lemari, jendela, pintu dan pada sudut-sudut kamar. Saya merasa lebih tentram setelah melakukan kegiatan tersebut. Beneran!

Makan siang hanya dengan ramyun instan dengan taburan keju. Sungguh, ulang tahun kali ini benar-benar menyadarkan saya bahwa semakin tua usia, semakin sederhana hal-hal yang membuatmu senang dan tentram. 😅🤷🏻‍♀️

Tuesday, April 25, 2017

Updating Life

Biasanya saya langsung pulang ke rumah setelah selesai kelas selasa sesi 1, tapi mengingat setelah makan siang akan ada bimbingan dengan dosen pembimbing skripsi, saya urungkan niat tersebut.

Sebagai mahasiswa tahun akhir, tempat tongkrongan yang masih welcome dengan saya dan mahasiswa tahun akhir lainnya hanya sekretariat UKM AuviPro. Sekretariat biasanya ramai oleh abang-abangan (baca: senior) pada hari sabtu.

Namun semenjak ruang sekretariat itu selalu bocor saat hujan, anggota UKM AuviPro angkatan 13 tidak pernah terlihat batang hidungnya. Ada beberapa anggota yang sering terlihat itupun hanya untuk numpang ngecharger smartphone, sekedar tiduran atau makan/minum yang kemudian sampah makanan dan minumannya gak dibuang ke tempat sampah, digletakin gitu aja yang akhirnya disemutin. Kejadian tadi siang nih kayak gini.

Sebagai anggota UKM AuviPro angkatan 11, saya agak geram dengan kelakuan mereka. Karena dapat ruang sekretariat itu tidak mudah. Para senior UKM AuviPro sempat rebutan ruangan dengan UKM dan HIMA lain, yang akhirnya kami harus mengalah dan dapat satu ruang yang dibagi dua dengan HIMA HI (yang beberapa anggota barunya intolerant dan berisik bukan main!).

Sekarang ruang sekretariat itu disia-siakan dan jarang dirawat oleh mereka.

Ah, oke, back to the topic.

Pergi lah saya ke sekretariat. Sudah ada kawan saya, Amel, mahasiswa jurnalistik 2011 yang sampai duluan di sana sedang mendengarkan siaran radio. Siang itu, sekretariat sebelah sepi. Di sekretariat kami hanya ada saya dan Amel. Kami berdua ngobrol dari pukul 10.00 sampai menjelang waktu makan siang.

Saat makan siang, kami pergi makan di Teh Nia. Setelah makan, saya dapat kabar dosen pembimbing skripsi saya sedang tidak mau bimbingan karena tak enak badan. Maklum, dosen pembimbing saya sudah tua, umurnya 70 tahun ke atas.

Tadinya saya dan Amel mau langsung pulang saja, toh sudah gak ada kelas atau dosen yang ditunggu. Tapi siang itu merupakan siang dengan obrolan yang paling intens yang pernah kami lakukan.

Sebelum makan siang, topik yang dibicarakan adalah project film Koper yang tak kunjung digarap karena stuck di teman kami, si penulis skenario dan sutradara. Kita hanya nungguin kerjaan dia itu, tapi sampai sekarang tak kunjung selesai. Setelah makan siang, topik yang kami bicarakan adalah mengenai masalah di dalam keluarga masing-masing, karma baik dan buruk, dan bagaimana roda kehidupan berputar. Kita juga membicarakan bagaimana orang lain memperlakukan kita.

Orang tua kami, terutama para ibu, ternyata sama-sama terlalu baik dengan orang lain. Ini yang sebenarnya bikin miris. Ada banyak orang di sekitar kami (termasuk keluarga besar) yang memanfaatkan kebaikan para ibu kami. Ada yang mulutnya manis bak gula, tapi di belakang nyinyirin alias bermuka dua. Ada yang ngemis minta ini-itu, padahal mereka mampu beli tapi mereka terlalu pelit kepada diri sendiri. Ada yang iri tapi selalu nempel biar kecipratan kalau para ibu ini sedang dapat rejeki.

Waduh, kalau dijabarin mah banyak banget. Tetapi beruntung karena ada satu moment dimana kedua ibu kami melihat dengan jelas bagaimana kelakuan orang-orang di sekitarnya, entah yang bermuka dua, yang gak mau rugi atau yang iri. Akhirnya mereka, para ibu ini, jadi lebih aware dengan orang-orang seperti itu, biar tidak dirugikan seperti dulu. Alhamdulillah.

Oiya, ibunya Amel dan ibu saya tidak mengenal satu sama lain ya. Walaupun tak mengenal satu sama lain, mereka memiliki kesamaan, yaitu mereka merupakan working mom, dan mereka terlalu baik atau terlalu royal kepada orang yang salah.

Menurut saya, obrolan tadi siang cukup membuka pikiran kami. Ternyata setiap individu melewati fase permasalahan yang bisa dibilang cukup sama. Ada dimana saya dan Amel dinyinyirin dan difitnah oleh beberapa oknum tetangga karena kami sebagai perempuan, kami selalu pulang larut malam.

Entah apa yang ada dipikiran oknum tetangga yang suka nyinyir. Yah, cuma dia dan Tuhan yang tau. Well, pada dasarnya kami tipe manusia yang masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri alias masa bodo, kami tak ambil pusing sih. Toh ini hidup kami yang jalani sendiri, dan bukan mereka yang membiayai.

Tuesday, December 15, 2015

Ungrateful Girl

Saya sering mendengar beberapa percakapan yang menurut saya, mereka yang berbicara seperti itu sangat tidak bersyukur terhadap semua hal baik yang sudah Tuhan berikan kepada mereka.

Sebelumnya, bayangkan ada seorang perempuan yang secara fisik sempurna; rambut panjang dan berkilau, wajahnya cantik, bentuk tubuhnya proposional, dan setiap kali melangkah pasti ada saja lelaki yang meliriknya. Namun setiap kali berbicara, perempuan ini selalu mengeluh dirinya gendut, tidak cantik dan sebagainya.

Mungkin untuk sebagian perempuan (yang 'setipe' dengan perempuan tersebut) akan meresponnya dengan, "Kamu gak gendut kok, aku nih yang gendutan huhuhu" dan mungkin untuk sebagian lelaki beranggapan bahwa perempuan ini menggemaskan dan kemudian memujinya dan kemudian perempuan ini akan selalu mengeluh agar bisa dipuji oleh lelaki dan siklusnya akan begitu terus hingga kiamat tiba.

Kenapa mereka seperti itu? Saya juga masih bertanya-tanya. Apalagi ketika mereka mengeluh mengenai ini di depan orang-orang yang memang aslinya gemuk. Benar-benar manusia yang sangat tidak bersyukur.

Saya gemuk. Berat badan saya 90kg dan tinggi 170cm dan saya biasa saja dengan keadaan fisik saya. Kamu proposional dengan berat badan dibawah 50kg dan tinggi 165-170cm, lalu kamu mengeluh kamu gendut? Jangan bercanda, mbak.

Jujur, saya muak dengan hal ini. Jika kamu ingin dipuji, tidak perlu sampai mengeluh yang tidak masuk akal. Mengeluhlah yang masuk akal atau mengeluhlah di depan orang-orang yang setipe dengan anda, mbak.

Mungkin inilah yang disebut penyakit mental ya. Semoga mereka semua cepat sembuh dari penyakit mental ini. Amin.

PS: Tulisan ini dibuat semata-mata karena saya muak dengan perempuan-perempuan di sekitar saya yang mengeluh mengenai ini melulu di depan saya. Saya lelah mendengarnya. Terima kasih.

Wednesday, September 30, 2015

Bad Friends. Bad Karma.

Saya termasuk orang yang menghargai orang lain, terutama kepada teman, baik itu teman dekat atau teman yang sekedar kenal. Karena saya tahu karma pasti akan selalu mengikuti dan menunggu pembalasan kalau kamu tidak menghargai atau berbuat tidak baik kepada orang lain.

Jujur, saya tipe orang yang tidak terlalu perduli kepada orang lain yang berbuat jahat kepada saya. Tapi hari ini saya merasa sangat kecewa karena ada sejumlah teman saya yang sangat tidak menghargai waktu dan usaha saya.

Kadang lucu sih kenapa saya masih mau berteman dengan orang-orang yang tidak bisa menghargai orang lain. Well, we never know how bad karma working on them. Semoga mereka bisa mendapat pencerahan secepatnya, agar tidak ada orang lain lagi yang merasa kecewa dengan kelakuan mereka. Amin.

Monday, September 21, 2015

Take Care, Rino!

Dulu tidak pernah ada pikiran kalau pertemanan kami bisa seintens ini.

Kami bertemu sebagai volunteer di event Jakarta International Film Festival (JiFFest) pada tahun 2013. Setahun kemudian, tepatnya tanggal 14 Desember 2014, lewat japrian dari Grace, kami kumpul kembali di kedai kopi Sabang 16. Saat itu yang bisa hadir hanya saya, Grace, Fahmy, Kahfi dan Rino. Kalau tidak salah waktu itu Danu masih menempuh studi S2-nya di London, UK, Vania masih di Belanda karena ikut student exchange program dan Levi sibuk magang di radio.


Awalnya sih masih rada kaku gimana gitu karena pertemuan kami di Sabang 16 itu adalah pertemuan pertama setelah ngevolunteer di JiFFest. Namun setelah pertemuan pertama itu, kami mulai menyusun jadwal untuk berkumpul kembali.


Lalu pada tanggal 18 Desember 2014 saya, Grace, Fahmy, Kahfi dan Rino berkumpul kembali di QQ Kopitiam fX. Tadinya cuma berniat kumpul aja, eh tau-tau kami malah karaokean di Inul Vizta lalu nonton film The Hobbit: The Battle of The Five Armies di Cinemaxx. Sayang waktu itu Kahfi gak bisa hura-hura di karaoke dan bioskop.


Ada hal lucu saat kami berempat karaokean. Grace sengaja pilih lagu Anaconda-nya Nicki Minaj dan ternyata video klipnya super seksi. Alhasil Fahmy dan Rino menonton video klipnya sambil bengong. Ini fail banget asli. :))

Lalu tanggal 6 Januari 2015 (lagi-lagi) saya, Grace, Fahmy dan Rino kumpul kembali di Kota Kasablanka. Makan dan main scrabble di Sunny Side Up, karaoke dan nemenin Fahmy belanja di Carrefour. Kemudian b
ulan Maret 2015, saya, Kahfi dan Vania bertemu untuk menonton film-film pendek di XXI Short Film Film Festival 2015.

Setelah itu kami selalu berkumpul bila ada waktu luang dari kesibukan masing-masing (tentunya kami berkumpul setelah sebelumnya dijapri oleh Grace).


Lalu pada hari Senin, 21 September 2015 saya, Grace, Kahfi, Fahmy dan Danu mengantar kepergian Rino yang akan melanjutkan kuliah di Newcastle, UK. Yeah, akhirnya nambah lagi teman yang (melanjutkan) kuliah di luar negeri. Oh, Rino dapat beasiswa LPDP dan dia mengambil jurusan Marine Transport Management. Lucky him!

Jujur, hari itu merupakan Senin 'terpanjang' yang pernah saya lalui. Senin pagi saya ke kampus untuk mengikuti kelas Penulisan Berita Olahraga dan Budaya (PBOB) dan kelas Seminar. Tapi karena telat, saya tidak masuk kelas PBOB dan malah melipir ke Sekretariat AuviPro. Setelah itu saya malah izin tidak mengikuti kelas Seminar sama Mas Pur. Hawa kampus hari itu benar-benar membuat malas!

Tadinya saya mau langsung ke Terminal Ps. Minggu untuk naik Damri, tapi saya malah istirahat (lagi) di Sekretariat. Lalu tak lama saya baru berangkat ke Terminal Ps. Minggu. Saya sudah yakin kalau saya akan datang duluan dibanding Grace, Kahfi dan Danu yang mengendarai motor dan Fahmy yang mengendarai mobil pribadi.

Dan benar saja, ternyata cuma butuh 1 jam lewat beberapa menit dari Ps. Minggu ke Soekarno–Hatta International Airport. Mungkin karena masih jam 2 siang jadi jalanan tidak terlalu padat. Padahal waktu saya dan Vinny mengantar Cindy naik Damri butuh dua jam kurang dari Ps. Minggu - Soetta (baca disini).

Sesampainya di bandara, saya cuma bisa duduk sambil main smartphone. Lapar dan ngantuk langsung menyerang. Syukurlah tak lama kemudian Grace, Kahfi, Fahmy dan Danu sampai di bandara.

Kedatangan kita ini tidak diketahui Rino, karena sebelumnya di grup Line kita bilang gak bisa datang untuk mengantar karena kesibukan masing-masing. Setelah itu kami diam-diam mendekati Rino dan keluarganya yang sedang duduk. Rino terlihat agak kaget mengetahui kami hadir untuk mengantarnya. Setelah itu kami jajan roti, ngobrol-ngobrol serta foto-foto sampai waktunya Rino untuk naik pesawat.


Pertemuan sebelum Rino pergi ke UK.
Belakang: Fahmy, Grace, Rino, Saya.
Depan: Vania dan Kahfi.

Take care Rino! Cepatlah selesaikan studimu agar dapat kembali lagi ke Indonesia dan main serta kumpul lagi bersama kita. Hahaha.

Friday, February 14, 2014

Happy Valentine Day!

Sebelumnya, mari kita berdoa sejenak untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana akibat meletusnya gunung Kelud. #PrayForKelud

Sore tadi saya nge-sushi sama Hasna, partner waktu jadi publisis film Wanita Tetap Wanita di Takarajima Margonda, Depok. Kita banyaaaaak banget ngobrolnya daripada makan sushinya. Hahaha...

Hasna sibuknya bukan main. Dia bukan sibuk kerja, tapi sibuk jalan-jalan. Dan kalau udah jalan-jalan, susah banget dihubungin. So... Saya sangat memanfaatkan waktu ngobrol saya bersama Hasna karena minggu depan dia mau ke Jogja dan setelahnya dia mau umroh bersama keluarganya. Wah, titip doa asik nih. :p

Tadinya sih mau jalan-jalan ke Margo City atau D'Mall Depok, tapi nyokapnya Hasna tiba-tiba nelpon dan minta dianterin belanja. Jadilah kita berpisah.

Saya malas banget pulang ke rumah kalau masih dibawah jam 7 malam. Rasanya gak asik aja gitu. Kebiasaan suka pulang tengah malam atau pagi nih. Hehehe :p

Akhirnya saya mampir ke D'Mall Depok. Katanya sih toko buku Gramedia baru buka di sana. Niat saya mau beli komik/novel, tapi ternyata toko Gramedia-nya kecil banget dan gak lengkap kayak Gramedia Margonda yang dekat Margo City. Kecewa. :(

Akhirnya saya cuma beli majalah Gogirl! edisi Februari. Saya sedikit tergiur karena bonusnya banyak. Ada sweater, bedak dan handbody lotion. Edisi spesial ultah sih, makanya bonusnya banyak. Hehehe.

#G9thBDAY

Sedikit mahal, tapi gak masalah sih :D

Setelah itu saya langsung ke Daily Foodhall di lantai bawah. Sebenarnya saya gak ada niatan belanja tapi pas lihat-lihat rak bumbu masakan, saya nemu gochujang (hot pepper paste) ukuran kecil. Harganya cuma Rp 18.900.

Akhirnya kesampaian juga mau buat Bibimbap! Rasanya senang bukan main. Saya jadi gak perlu jauh-jauh ke Jakarta cuma buat beli bumbu-bumbu masakan Korea. Ternyata di Depok juga ada. Hehehe.

Ini dia hasil belanja iseng-iseng tadi:

Gochujang!

Permen jelly 'Haribo' bikin nagih! :9

Oiya, tadi siang saya sempat ambil pesanan jar cake dari teman saya. Jadi ada dua teman SMA saya (dan beberapa teman-teman mereka yang saya gak kenal) bikin usaha jar cake. Saya sempat tanya siapa yang bikin kuenya, katanya mereka sendiri yang bikin, padahal dua teman saya ini cowok lho! :O

Saya pesan coklat dan apel. Jujur, saya kurang suka yang rasa coklat, terlalu manis menurut saya. Tapi saya suka yang rasa apel, rasanya gak terlalu manis. Enak dimakan pas lagi nonton drama Korea. Hahaha. Kalau kalian berminat mencobanya, silahkan intip akun twitternya @olalajarcake. Oiya, mereka cuma bisa COD di daerah Depok. 

Coklat dan apel! :9

Ah... Hari ini menyenangkan! Terima kasih! Happy Valentine Day!

@theaarbar

Wednesday, January 29, 2014

KILLERS Youth Ambassador Gathering

Akhirnya... Killers Youth Ambassador Gathering!

Hari ini saya hampir tidak jadi datang ke acara gathering ini karena cuaca yang tidak mendukung. Kemarin cerah sekali, tapi hari ini benar-benar gelap. Hujan dari pagi dan saya sempat dapat kabar kalau daerah Mampang Prapatan dan Kemang dilanda banjir.

Tapi saya bersyukur karena daerah Ps. Minggu sampai Kuningan tidak dilanda banjir, jadi saya tetap bisa datang ke acara gathering.

Schedule hari ini adalah nonton (lagi) film Killers di Blitzmegaplex dan dilanjutkan dengan bertemu eksekutif produser dan beberapa pemain Killers di Galeri Indonesia Kaya. Saya agak kecewa karena Timo dan Kimo tidak bisa datang. Padahal saya mengharapkan mereka datang ke acara gathering ini. :(

Seharusnya kami nonton Killers jam 4 sore. Tapi karena ada kesalahan teknis dari Blitzmegaplex, akhirnya molor sampai sejam. Para Youth Ambassador yang lain mungkin gak sabar untuk nonton film Killers. Penasaran sama filmnya.


Killers - Inside Us Lives a Killer.

Ah, kalau saya sih udah gak penasaran. Saya udah nonton film Killers versi belum disensor Desember tahun kemarin. Advance screening. Cuma ada 12 orang yang kepilih buat nonton film Killers versi belum disensor lho! (Ceritanya mau sombong) :p

By the way, kesal banget habis nonton film Killers versi yang sudah disensor. BROH! YANG DISENSOR BANYAK BANGET! Spoiler sedikit nih, scene opening yang Nomura lagi beradegan seks dengan korbannya, kalau di versi belum disensor, adegan itu ada kayaknya 2 menitan, sedangkan kalau versi yang sudah disensor kayaknya cuma ada setengah menit kurang deh.

Kecewa banget. Karena menurut saya, scene itu adalah scene Timo banget! Kenapa saya bilang begitu? Karena di film Timo sebelumnya, The ABCs Of Death (2012) segmen L Is For Libido dan V/H/S 2 (2013) segmen Safe Haven, adegan seks pasti ada walaupun cuma beberapa detik. Hahaha.

Setelah nonton film Killers, para Youth Ambassador yang jumlahnya lebih dari 50 orang, digiring menuju Galeri Indonesia Kaya untuk ketemu dan bincang-bincang dengan Oka Antara (as Bayu Aditya), Dimas Argoebie (as anaknya Darma), Aoura Lovenson Chandra (eksekutif produser), dan Fauzar Acut (produser).


Kak Halli membuka acara.

Salam dari Timo yang gak bisa hadir di gathering hari ini.

Kiri-kanan: Aoura, Fauzar, Oka, dan Dimas.

Kiri-kanan: Aoura, Fauzar, Oka, dan Dimas.

Ternyata Oka Antara adalah orang yang asik dan santai. Karena kita bukan pers, Oka Antara blak-blakan cerita soal Killers, kenapa dia kepilih main di film Killers dsb.

Ada satu omongan Oka Antara yang perlu direnungi. Terutama buat para wartawan/wati di Indonesia. Dia sempat kecewa soal filmnya, V/H/S 2 segmen 'Safe Haven', yang tidak diberitakan sama sekali di Indonesia. Padahal film ini masuk Sundance Film Festival 2013 bersama film What They Don't Talk About When They Talk About Love (Mouly Surya - 2013) lho!

Apa kita harus nyiapin makanan enak buat wartawan/wati biar mereka mau nulis atau ngeberitain yang baik-baik tentang film kita? Enggak kan?

Sempet ketawa kecil dengar kalimat itu, padahal dalam hati sih deg banget. Saya udah sering datang ke screening atau gala premiere film yang penuh dengan wartawan/wati media cetak maupun online. Kita emang dikasih makan enak sih. Mungkin ini karena kebiasaan. Pihak dari film takut kalau filmnya gak diberitakan, makanya para wartawan/wati dikasih makan (ah, kalau saya sih sebenarnya gak ngaruh dikasih makan juga. Karena saya kan cuma ngereview filmnya. Kalau filmnya gak bagus, ya saya bilang gak bagus). :p

Mungkin inilah jawaban kenapa film-film dengan budget kecil banyak yang kurang laku.

Dan inilah mengapa film Killers gak ada gala premiere-nya. Saya sempat dengar dari Kak Jeffrey kenapa Killers gak ada gala premiere, kata Timo sih gak guna dan buang-buang uang. Hahaha... Bener juga sih. Gala premiere kan cuma didatangi cast & crew, wartawan, dan beberapa orang yang beruntung bisa nonton gratis gegara ikutan kuis di socmed (ini sih saya banget). :p


Bersama Oka Antara. Kyaaa!

Kiri-kanan: Saya, Kahfi, Vania, dan Hannah Al Rashid.

After gathering. Abis bantuin beres-beres (efek JiFFest) :p

Ah! Pokoknya mah seru banget bisa bincang-bincang sama mereka. Kita bisa tau dibalik pembuatan film Killers. Kita juga sempat tanya-jawab dan banyak pertanyaan yang mengundang tawa. Saya bersyukur bisa datang ke acara gathering ini dan saya juga bersyukur bisa jadi salah satu Youth Ambassadornya Killers. Pengalaman yang gak terlupakan banget!

@theaarbar

Thursday, December 5, 2013

Jakarta Clothing Expo (JakCloth) 2013

Yay! Jakarta Clothing Expo alias Jakcloth balik lagi!

Hadir dari tanggal 5-8 Desember 2013 di Parkir Timur Senayan, kamu bisa belanja dan dengerin musik gila-gilaan karena akan ada 350 clothing brand, 8 music stage, dan 120 band yang akan tampil nanti! 

Gilak! Lebih banyak daripada JakCloth tahun lalu!

Saya datang di hari pertama. Harusnya sih hari ini saya jalan sama @AdhiKumis. Tapi dia kayak PHP gitu karena secara mendadak bilang gak bisa, gak diizinin cabut sama kantornya. Tapi untungnya ada anak-anak Himajur yang mau liputan. Akhirnya saya pergi ke sana, boncengan naik Mamoot sama Yaumil.


Yaumil, teman saya dari Aceh :D

Kita kecepetan datengnya, jadi kita narsis dulu sebentar :))

JakCloth tahun ini menyedihkan. Salah satu parpol bikin stage di acara ini. Ya Tuhan. Mengecewakan. Paling gak suka kalau sudah main politik begini. Ah... Namanya juga Indonesia.

Mengecewakan mereka bawa-bawa politik.

Niatnya sih cuma mau nonton Efek Rumah Kaca (dan Pandai Besi tentunya), Endah N Rhesa, Maliq & D'Essentials, dan Naif. Tapi setelah lihat rundownnya, jadwal manggung Efek Rumah Kaca dan Endah N Rhesa berbarengan. Begitu pula Maliq & D'Essentials dan Naif.

Duh... Mau gak mau harus pilih salah satu nih. Alhasil gue milih nonton Efek Rumah Kaca. Oh God! Ini pertama kalinya gue nonton live stagenya Pandai Besi. Keren banget! Merinding!





Kalau gak salah sih mereka bawain 10 lagu. Beberapa lagi versi Pandai Besi dan tentunya beberapa lagi versi Efek Rumah Kaca. Sumpaaah... Keren banget! Yang paling keren sih pas mereka bawain lagu Desember dan gerimis turun! Ngepas banget!

Sebenarnya ada kejadian yang menyebalkan. Ada anak-anak labil dari stage sebelah yang dengan menyebalkannya dorong-dorong agar mereka bisa masuk ke tengah penonton. Meeen! Norak banget sih!

Karena hujan makin deras, saya dan Dion (yap! Saya sama Yaumil dan anak-anak lainnya kepisah dan akhirnya saya jalan berdua sama Dion) langsung neduh di tempat jualan makanan. Karena mau dapat tempat duduk, kami langsung memesan nasi goreng yang rasanya super hambar. Ukh! Udah mahal, rasanya hambar pula. Yah, walaupun hambar, saya tetap habiskan karena saya lapar. Hehehe...

Setelah hujan berhenti turun, saya dan Dion sepakat untuk pulang. Tapi saya baru ingat kalau tadi saya pergi ke sini sama Yaumil tapi sekarang kami kepisah. Yaumil itu baru di Jakarta. Dia gak tau jalan pulang. Saya dan Dion was-was. Kami langsung menghubungi anak-anak Himajur yang lain, siapa tau si Yaumil jalan sama mereka. Untungnya si Yaumil sama anak-anak yang lain dan dia bakal pulang sama Kak Indra. Saya dan Dion lega. Alhamdulillah.

Tadinya sih udah langsung mau ke parkiran, tapi kayaknya asik juga kalo muter sekali lagi. Akhirnya saya dan Dion muterin beberapa stand. Saya sempat masuk ke beberapa stand dan lihat-lihat dress. Untung Dion gak cerewet, jadi saya santai lihat-lihatnya.

Nemplok dari satu stand ke stand yang lainnya, akhirnya saya menetapkan pilihan untuk beli dress warna biru. Saya sempat nanya ke Dion soal dress tadi, dia bilang bagus. Oke, selain Dion gak cerewet, dia juga asik kalau ditanya-tanya soal kayak tadi. Akhirnya saya beli dressnya. Aaah... Surga banget kalau belanja ada diskonnya. Hahaha.

Akhirnya kami pulang. Capek sih tapi menyenangkan! Terima kasih teman-teman!

@theaarbar

Saturday, November 23, 2013

Liputan Malam: Kecelakaan.

HARI INI LIPUTAN MALAM LAGI!

Hari ini harus dapet berita! Minggu kemarin udah gak ngumpulin berita, masa minggu ini gak ngumpulin juga sih? Jangan dooong! Gak enak sama Bang Norman.

Tema hari ini adalah berita kecelakaan. Dulu waktu ambil matakuliah Dasar Dasar Ilmu Jurnalistik (DDIJ), saya juga dapat tugas liputan malam oleh Bang Moment. Mungkin karena sudah pernah liputan kecelakaan, saya dan teman-teman merasa santai.

Benar saja, sampai jam 1 pagi, anak-anak masih asik main PES di kostan Flat. Padahal mulai mencari berita itu pukul 12 malam hingga pukul 10 pagi. Hahaha... Emang dasar ya.

Dan kami mulai jalan pada pukul 1 pagi (dan lagi-lagi saya gak ada teman boncengan). Hahaha...

Tapi kali ini sungguh lucu, kami hanya stay di warung roti bakar. Nyemil-nyemil sambil pantengin TMC Polda Metro Jaya dan Radio Elshinta.

Sumpah... Ngehabisin duit banget deh. Mending mah stay di Warkop gitu. Ini malah stay di warung roti bakar yang menunya gak ada harganya gini. Akhirnya saya cuma pesan es teh dan roti bakar sarikaya.

By the way, sebenarnya kalau sudah mendekati pukul 5 pagi, saya agak takut. Takut gak dapet berita. Tapi alhamdulillah... Pukul 5 pagi ada kecelakaan mobil Pajero Sport nyungsep ke got besar di jalan Darmawangsa. Duuuh... Bahagia banget deh kalau udah dapet berita.

Setelah data-data dan foto terkumpul, akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing. Bahagiaaa banget bisa pulang pagi. Masih bisa tidur nyenyak sampai siang nanti.

Duh... Terima kasih ya Allah. :')

@theaarbar

Saturday, November 16, 2013

Liputan Malam: Kriminal.

Untuk kedua kalinya saya liputan malam...

Setelah selesai bertugas di JiFFest, saya langsung menuju kostan Flat yang terletak di tak jauh dari kampus. Keluar dari parkiran GI, saya langsung ngebut. Pengennya sih mengendarai Mamoot dengan santai, tapi jam tangan sudah menunjukan pukul 23.30 WIB mau gak mau saya harus ngebut agar sampai tepat waktu.

Hujan mulai turun di daerah Ps. Minggu. Saya merasa liputan malam kali ini tidak akan membawakan hasil. Hujan merata di Jakarta Selatan. Orang juga pasti mikir-mikir kalau mau berbuat kriminal. Mending mereka tidur dengan nyenyak, daripada harus berbuat kriminal di musim hujan ini.

Sesampainya saya di kostan Flat, anak-anak sudah pada siap berangkat. Yang akan liputan bersama saya kali ini adalah Flat (Safarianshah), Gareng (Bagus), Margo, Dion, Ridwan, dan Umi.

Ehem... Dari liputan malam pertama sampai sekarang, saya selalu membawa motor sendiri. Gak pernah ada yang boncengan sama saya. Mereka tau kali ya kalo boncengan sama saya tuh agak bahaya (soalnya saya suka tidur pas bawa motor). Tapi perlu digarisbawahi nih, ketika liputan malam, saya gak akan pernah bisa tidur. Saya insomnia. Saya cuma tidur pas pagi hari. Hehehe...

Liputan malam kali ini butuh perjuangan sekali. Hujan menjadi kendala kami. Kalo gak hujan sih, kita udah pasti ngiterin Jakarta sampai bensin habis. Tapi kali ini kami harus banyak berteduh di Polsek-Polsek. Kami berteduh di Polsek Mampang hingga pukul 3 pagi. Kemudian kami ke Polsek Kebayoran Baru dan berteduh di sana hingga pukul 4 pagi. Benar-benar hujan kali ini sangat tidak menguntungkan...

Dan benar saja... Kami tidak mendapatkan apa-apa hari ini. Deadline tugas pukul 10 pagi hari ini dan hingga jam 6 pagi kami tidak mendapatkan apa-apa. Saya sampai tidur di depan toko orang saking lelah dan hopelessnya tidak mendapatkan berita malam ini.

Akhirnya kami balik ke kostan Flat. Harusnya hari ini saya ada sesi 1, yaitu Pengantar Ilmu Ekonomi. Tapi saya enggan masuk. Badan saya pegal-pegal. Setelah ngaso di kostan Flat, pukul setengah 9 pagi saya pulang ke rumah untuk bersih-bersih dan istirahat.

Flat, Margo, Gareng, Ridwan. Saya gak kebagian lahan buat tidur :(
Pada akhirnya ketika saya masuk kelas Penulisan Berita, saya tidak mengumpulkan tugas. Yah... Mau gimana lagi? Saya gak dapet berita. Mau nulis berita fiktif? HAHAHA! Bodoh lah yang menulis berita fiktif agar mendapatkan nilai. Terus apa gunanya kuliah di jurusan Jurnalistik kalau ujung-ujungnya kalian malah bikin berita fiktif?

For your info, Bang Norman Meoko (selaku dosen matakuliah Penulisan Berita) ngasih tugas liputan malam agar kalian peka sama yang namanya berita. Melatih kalian agar bisa menjadi wartawan yang peka nantinya.

Yaaah... Begitulah.

Saya mau tidur ah! Besok kan mau ngevolunteer lagi di JiFFest. Eh besok Pop Up Cinema hari terakhir lho! Minggu depan ada World Cinema di XXI Epicentrum dan minggu depannya lagi akan ada Open Air Cinema di Monas. Yuuuk ah semangat! :D

@theaarbar

Monday, November 11, 2013

I Love Monday!

Aku cinta hari senin!

Kenapa?

Soalnya hari ini saya main-main lagi ke kantor Mamak dan Mamak tetep menyempatkan diri buat ngajak belanja sepatu di Plaza Semanggi walaupun beliau lagi sibuk banget sama pekerjaannya *peluk dan cium Mamak*.

Ini dia sepatu baru! Converse kelima saya. Yang lama sudah pada rusak :(

Ganti talinya pakai tali warna shocking pink. Bwehehehe...

Dan hari ini akhirnya saya ngumpul lagi sama Hasna dan Momo di 7Eleven Kartika Chandra! Kangen berat saya sama Hasna alias partner in crime waktu masih magang di Wanita Tetap Wanita. Hehehe...

Sebenarnya Gudang Film lagi ada cara nobar film 'Adriana' di Hollywood XXI, tapi saya, Momo, dan Hasna tidak ikut nonton. Soalnya udah kepalang kangen banget. Daripada nonton, mending ngobrol-ngobrol. Iya kan? ;)

Banyak banget yang diomongin. Banyaaaaak banget. Ini kalau udah bertiga kenapa bisa rumpi gini ya? Hahaha...

Saya - Hasna - Momo






Apa yang kamu pakai hari ini?
Bowler hat from Grandy Shop, necklace from Nyala, I Love London bag from my Sister.



Setelah selesai quality time with Hasna dan Momo, saya pulang ke rumah. Eh, iseng-iseng saya buka email dan ternyata saya kepilih jadi salah satu volunteer JIFFEST! Wuih! Seneng banget saya! Dan ada panggilan briefing hari rabu minggu ini. Ya Allah... Alhamdulillah.

I LOVE MONDAY!

@theaarbar

Sunday, November 10, 2013

#HelloFest9 - Indonesian Motion Picture Arts Festival '13

Hari ini dimulai dengan rasa menyebalkan. Aa Fajar terlalu bawel karena saya telat. Tapi karena dia teman baik saya, maka saya diamkan saya. Sampai akhirnya dia membawa Mamoot dengan ngebut banget sampai-sampai hampir aja kecelakaan!

Meyebalkan.

Akhirnya saya langsung minta minggir agar saya saja yang membawa Mamoot. Kemarin baru kecelakaan ya, masa kecelakaan lagi. Gak lucu ah.

By the way lupakan rasa menyebalkan di pagi hari itu, Hellofest tahun ini menyenangkan! HelloFest tahun ini diadakan di Kompleks Kolam Renang GBK Senayan Jakarta. Walaupun super duper panas banget, tapi saya senang! Ini acara yang cukup menyenangkan karena saya gak merasa sesak saat belanja, walupun ada beberapa AC yang mati tapi gak masalah deh. Oiya, saya banyak belanja hingga menghabiskan Rp 400.000,- alias uang jajan saya dua minggu. Hiks...

Tix HelloFest9. Saya beli presale di Indomaret dengan harga Rp 10.000 saja!

Booth pertama yang saya datangin adalah boothnya Re:On Comics! Saya langsung beli volume 03-nya! Too bad saya kehabisan kaos The Grand Legend Ramayana ukuran XL. :'(

Yang saya senang dari booth Re:On Comics adalah yang ngelayanin kami itu para komikus atau penulisnya! Jadi kamu langsung bisa minta tanda-tangan! Keren kan! :D

Andik Prayogo - penulis cerita Lay Lay Cat sedang mendandatangani komik pembeli yang lain.
Komik keren punya Indonesia cuma Rp 20.000 lho! Gak rugi baca Re:On!

Dapet tandatangannya Vino dari komik Cyborg Idol Rinka.

Dan dapet tandatangannya Andik Prayogo! Hehehe...

Saya dan 'Aa ikut main dalam Survival Game dari IZOC (Indonesia Zombie Club). Hanya dengan membayar Rp 35.000 untuk couple dan Rp 20.000 untuk single, kamu bakal diajak lari-larian sama para zombie sambil mencari kartu tantangannya. Kamu diberi 3 menit untuk mencari itu. Oiya, untuk couple masing-masing dapat 2 life bar tapi untuk single dapat 4 life bar.

Gambar diambil dari situs Hellofest.
Ketegangan sebelum masuk arena 'perang' :p

Saya dan 'Aa dapat senjata pistol isi peluru 9 dan suntikan air untuk mem-freeze zombie. Dan di dalam saya cuma lari-larian aja. Si 'Aa udah kemana tau dengan membawa pistolnya. Saya cuma megang suntikan air untuk mem-freeze satu zombie. Menyebalkan.

Dan pada akhirnya kami kalah oleh waktu. Hih.

Saya baru sadar kalau kami tidak foto sama para KostuMasa - panggilan untuk para cosplayer. Karena saya pikir, saya sudah mulai bosan sama para cosplayer. Hehehe... Tapi 'Aa sih sempat tuh foto sama Miku-chan.

Kami juga gak jajan di booth makanan. Soalnya udah bosan sama Takoyaki dan Okonomiyaki (makanan kesukaan saya kalau lagi ada acara beginian). Hehehe...

Di HelloFest, saya cuma belanja, belanja, dan belanja! Gilaaak! Saya dan 'Aa ada kali muter-muter 10 kali! Lihat-lihat dan gak lama beli. Dasar perempuan. Tapi berbeda dengan 'Aa, belanjaan si 'Aa cuma figma Miku-chan seharga Rp 350.000 dan habis itu dia gak belanja sama sekali. Saya yang gila belanja. Parah... :'|


Apa yang saya pakai hari ini?
Polkadot dress from X To X, unbranded legging, Flatshoes 'Storyteller' from Popflats.co.


Ada yang lucu ketika saya menghampiri booth British Council, saya nonton film pendek animasi berjudul 'Varmints' agar saya bisa tweetreview dan mendapatkan merchandise dari British Council berupa totebag dan notebook.

Namun sayang sebelum saya tweetreview, BB saya langsung mati. Batrenya habis. Yaaah... Gimana dong? Saya mau banget totebag dan notebooknya. Akhirnya sama dan 'Aa keluar dari area acara HelloFest dan masuk ke JCC - acara Indocraft - hanya untuk mencari sebuah colokan. Setelah muter-muter Indocraft (dan gak menghasilkan apa-apa), saya dan 'Aa langsung ke area makanan di samping JCC dan alhamdulillah, ternyata ada satu colokan nganggur. Hanya dengan membeli nasi goreng dan teh botol, saya bisa ngecharger setengah jam. Hahaha...

Saya emang suka yang gratisan yang memerlukan tantangan. Akhirnya dapat juga totebag dan notebook dari British Council. Terima kasih! Hahaha...


Sebenarnya niatan saya setelah mendapatkan totebag dan notebook British Council, saya dan 'Aa langsung pulang tapi kayaknya sayang ya masih sore udah pulang. Akhirnya kita duduk-duduk di area teater. Tapi sedih banget ngelihatnya, banyak banget sampah yang berserakan dimana-mana. Duh... Merusak pemandangan banget. Semoga tahun depan gak kayak gini ya.






Setelah duduk-duduk dan foto-foto selama setengah jam, saya dan 'Aa pulang ke rumah. Ish... Sampai Depok saya basah kuyup. Untungnya barang-barang belanjaan saya gak ada yang basah. Cuma totebag dari British Council yang basah. Hehehe...

Terus apa aja yang kamu beli?

Yang saya beli di sana:

Gantungan Hello Kitty, Stitch, dan Spogebob (untuk Aam dan Mascot).

Re:On Comics dan tiga gantungan hape The Journal of Platina Parlour.

Ini dia yang saya incar dari dulu: gantungan boneka Voodoo!

Kalung Nyala.

Kaos KDRI.

Ini dia 'kenang-kenangan' dari #HelloFest9!

Woaaah! Seru banget kan hari ini! Ditunggu #HelloFest10-nya tahun depan ya! Dan semoga tahun depan lebih seru, lebih gokil, dan lebih baik. Amin. Hehehe...

@theaarbar