Wednesday, April 17, 2013

Take Care, Cindy!

Hari ini saya sama Vinny pergi ke Bandara Soekarno-Hatta untuk melepas kepergian Cindy ke Jerman.

Yak! Hari ini teman kami yang bernama Cindy Peggy Aritonang pergi meninggalkan kami dan tanah air ini. Dia berkenala ke Jerman untuk mencari ilmu Hukum Internasional.

Saya sama Vinny berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta mulai pukul 4 sore. Kami pergi ke sana dengan bis Damri dari Terminal Pasar Minggu.

Hati saya deg-degan. Karena ini pertama kalinya saya ke bandara dengan bis Damri dan hanya berdua dengan Vinny.

Ah, ini perjalanan kedua saya ke bandara. Waktu saya SMP kelas 8, saya pernah ke bandara untuk berlibur ke Bali. Tapi waktu itu sih sama keluarga, jadi biasa aja. Hehehe :D

Hujan mulai turun dan untungnya kami sudah duduk di dalam bis Damri. Kami banyak ngobrol, berfoto-foto hingga si Vinny tertidur. Kalau saya gak bisa tidur. Terlalu deg-degan. Hehehe... Saya gak pernah pergi sejauh ini bersama teman...

Akhirnya sebelum magrib sampai juga kami di Bandara Soekarno-Hatta! Tapi sesampainya di bandara kita malah bingung. Cindy belum datang. Terus mau ngapain nih kita?

Akhirnya kita bolak-balik dari ujung sampai ke ujung lagi beberapa kali. Kemudian kita beli kopi seharga 5rb yang dibuat oleh mesin. Saya sama Vinny benat-benar seperti orang hilang :))

Ini Vinny

Kita disuruh nunggu di Gate D2


Akhirnya lapar menyerang saya. Tapi makanan di bandara mahal-mahal dan uang saya cuma ada segitu. Tapi karena lapar, akhirnya saya memutuskan untuk makan A&W.

Sebelum makan narsis dulu :p

Sebelum...

Sesudah... 

Di sini kami juga bikin video buat diedit nanti. Hehehe :D

Ini kami benar-benar seperti anak hilang. Mana batre hape udah kedap-kedip mau mati...

Tapi akhirnya Cindy sampai di bandara sekitar jam 11an! Syukurlah! Tapi Cindy gak bisa lama diluar. Dia harus cepat masuk untuk ngurusin ini-itu. Agak kecewa sih. Tapi gak lama dia keluar dan akhirnya kami punya kesempatan untuk foto-foto :D

Ini Cindy bersama Melody (boneka) :)




Teman-teman Cindy yang akan berangkat bersamanya ke Jerman

Berdoa :)

Cindy's Family

Rasanya sedih salah satu teman dekat pergi ke negara lain untuk waktu yang lumayan lama. Tapi di sini saya sama Vinny berencana untuk menyusul Cindy. Kita namakan ini Project 2016. Bismillah semoga tercapai O:)

Take Care, Cindy! Belajar yang benar di sana ya! Kita dan teman-teman yang lain (dan juga Echi, tentunya) selalu nunggu kamu pulang ke Indonesia, Cin! Hehehe :D

@theaarbar

Monday, February 18, 2013

Celetukan & Miscommunication

Dulu gue pernah nyeletuk, "Gue suka deh sama pria yang lebih tua daripada gue. Seru kali ya kalau punya pacar yang lebih tua."

Dan itu terjadi.


BUKAN! Gue bukan punya pacar yang lebih tua tapi gue (beberapa waktu yang lalu - sekarang udah enggak) lagi dekat sama pria yang umurnya 6 tahun diatas gue.

Allah menjabah omongan gue.


Iya. Gue kenalan lewat Twitter. Pertama dia duluan mention gue dan minta followback. Gue orangnya pilih-pilih kalau mau followback orang. Takutnya nanti dia nyampah di timeline gue. Tapi dia mention mulu minta followback, akhirnya tiga hari kemudian gue followback.

Setelah gue followback, kita jadi sering mentionan dan DM-DMan. Dan waktu itu dia minta PIN gue tapi gak gue kasih. Secara baru kenal. Dan gue punya prinsip kalau baru kenal jangan terlalu dekat (seperti ngasih nomer telpon, PIN dsb).


Dari Twitter pindah ke Skype (tapi kita cuma chat tanpa pakai webcam) lalu gak lama pindah ke Yahoo! Messenger. Dan gak lama dia minta PIN gue lagi. Karena dirasa kami sudah cukup dekat dan nyambung (kami sama-sama suka musik dan film), gue kasih deh PIN BBM gue.


Efek ngasih PIN ke dia itu luar biasa sekali! Hape gue yang dari kemarin 'sepi' dan batrenya awet tiba-tiba jadi 'berisik' dan gampang lowbatt. Dan tentunya gue jadi suka bergadang. Beberapa hari gue bergadang karena BBMan sama dia.


Kami jadi suka ngingetin makan dan sholat. Pakai aku-kamu (sebelumnya pakai saya-kamu). Bener-bener kayak orang PDKT deh. Dan suatu hari dia bilang dia ada rasa sama gue dan mau mencoba menjalin hubungan sama gue.

GILA!

Kita belum pernah ketemu dan dia udah berani bilang begitu. Gue gak percaya begitu aja! Gue juga gak mau karena kita belum pernah bertatap muka secara langsung, belum tau sifat dan kejelekan masing-masing.

Sebelumnya sih dia udah mau minta ketemuan tapi jadwal kerja dia itu dari malam sampai pagi. Dari senin sampai sabtu. Sibuk. Nah, kalau hari minggu gue gak bisa. Gue pasti main sama teman atau silahturahmi ke rumah saudara atau rapat project.


Setelah gue balas untuk tidak menaruh hati ke gue dulu sebelum kita ketemuan, dia gak pernah nge-greet gue lagi sampai sekarang. Entah apa maksud dia berbuat gitu ke gue. Maksudnya apa gitu tiba-tiba jadi kayak gitu. Tapi ya sudahlah. Biarkan itu berlalu. Gue gak mau ambil pusing.


Sebenarnya gue udah sering kayak gini: kenalan - PDKT - pupus alias gak pernah jadian. Kapan sih formulanya berubah jadi kenalan - PDKT -jadian? Hahaha... :))

Tapi setelah gue pikir-pikir lagi, kayaknya ada miscommunication (atau salah paham) diantara kami. Kenapa gue bilang begitu? Karena ternyata dia masih nge-retweet tweet gue dan dia masih ngetweet nomention (yang kayaknya sih buat gue). Tapi kalau kayak gitu kenapa dia gak nge-greet gue? Apa dia gengsi? Atau gimana?

Gue pusing kalau mikirin ginian. Beneran.

Dan gue baru tau kalau dia orangnya sensitif. Itu gue tau dari akun Tumblr-nya. Dan gue tipe orang yang cuek. Duh.

Yaudah, gini aja deh... Hey kamu Mas Kepo, kalau kamu baca postingan ini mari kita bereskan hal-hal yang tidak menyenangkan. Masalahnya kita belum pernah ketemu tapi tiba-tiba punya masalah (yang gue-pun masih bingung masalah/kesalahpahaman apa yang terjadi).

Pokoknya kalau ada hal-hal yang tidak menyenangkan, mari kita bereskan ya. :)

@theaarbar

Thursday, February 14, 2013

Prinsip & Sifat

Duh, sekalinya saya ngepost, postingan galau yang keluar. Maaf ya, readers :)

Gue punya prinsip; 1) Tidak akan pernah menyukai lelaki yang sudah mempunyai kekasih, 2) Tidak mau pacaran dengan teman (yang sudah dekat dan yang sudah gue anggap teman). Dan gue punya sifat pemilih.

Menyiksa.

Terutama prinsip yang kedua. Gue gak main-main di prinsip ini. Gue gak pernah sekalipun berani untuk suka (apalagi jatuh cinta) sama teman sendiri. Gue selalu membohongi diri sendiri gara-gara punya prinsip kayak gini.

Yah, pernah gue kecolongan. Pernah sekali gue suka sama teman dekat gue tapi gue gak pernah mau jujur terhadap diri sendiri mengenai hal ini sampai akhirnya teman gue ini punya pacar dan gue merasa 'lega'.

Karena pada dasarnya gue gak akan pernah menyukai lelaki yang sudah mempunyai kekasih. Intinya sih gue selalu suka (atau jatuh cinta) sama lelaki yang tidak berstatus berpacaran (in a relationship).

Gue punya alasan mengapa mempunyai prinsip seperti ini. Alasannya sih simpel: gue gak mau keluar dari friendzone. Gue takut ketika memulai suatu hubungan dengan teman baik, ketika kami ada masalah (atau putus), pertemanan kami akan berantakan.

Gue punya pikiran seperti itu karena gue sudah sering melihat hal-hal kayak gitu (pertemanannya berantakan) dan gue gak mau akhirnya kayak gitu jadi gue sudah prepare untuk sebisa mungkin tidak jatuh cinta sama teman sendiri.

Kalau kayak gitu kapan punya pacar, The?

Kalau itu sih gue kurang tau kapan. Hehehe...

Terus kalau sifat pemilih?

Kalau sifat pemilih sih... Jadi gini, katanya sih banyak ada yang mau dekat sama gue tapi semuanya hanya gue anggap sebagai teman. Salah satu eman gue pernah ngomong, "Kalau lo milih mulu, kapan dapetnya? Padahal ada yang mau deketin elo juga!"

Maaf teman, Gue susah untuk lepas dari sifat ini dan pada akhirnya gue akan tetap menjadi seorang yang pemilih. Gue pemilih tapi bukan milih dari fisiknya. Gue milih-milih dari sikap dan sifat. Cocok atau enggaknya gue sama dia nanti dan lain-lain. Dan gegara sifat gue itu, gue belum punya pacar sampai sekarang.

Udah ah curhatnya. Capek. See ya! Selamat membaca dan selamat tidur, readers! :))

@theaarbar

Sunday, January 27, 2013

Sedih.

Ketika kamu duduk di bangku perkuliahan dan kamu belum pernah pacaran karena memang tidak (atau belum) ada satu-pun pria di muka bumi ini yang menyukaimu, bagaimana perasaanmu?

@theaarbar

Saturday, December 22, 2012

Pulang Kampung & Ulang Tahun Rifky

Hari ini Ricko pulang ke Depok! Yey!

Dan kita; Gue, Dziky, Rama, Rifky, dan Rere (sebelumnya ada Rafika dan Mpok, tapi mereka udah pulang duluan karena udah terlalu malam) nungguin kepulangan Ricko di rumah Rama. 

Sebenarnya sih ngumpul-ngumpul di rumah Rama bukan karena mau nungguin Ricko pulang, tapi emang karena lagi pengen ngumpul-ngumpul aja. Sebenarnya pukul 20:00 pun gue udah mau pulang tapi kata Rere (atau Dziky), "Tanggung pulang. Kenapa gak sekalian nungguin Ricko pulang?"

Tapi Rafika dan Mpok tetep pulang. Karena rumah mereka lumayan jauh (dan rumah gue lumayan dekat dari rumah Rama) maka mereka pulang duluan. Diperkirakan Ricko pulang ke Depok pukul 22:00. Gue dan Rifky BBM-an terus sama Ricko, biar di bis gak kesepian. Si Ricko semangat amat mau pulang ke Depok. Sampai-sampai PM gue di screenshot dan dijadiin DP.

"@ Rama's House. Random Chats w/ Dziky, Rama, Rifky, Rafika, Mpok, Rere. Nungguin Ricko pulang 💃🏻"

Sembari nungguin Ricko sampai di terminal Depok, kita foto-foto dulu, mumpung ada kameranya. Hahaha 😂

Rifky & Rafika

Dziky

Rere a.k.a Richel Fahrein

(Ki-Ka) Dziky, Rifky, Rere, Thea

Sebenarnya ada salah satu temen kita yang belum bisa pulang tahun ini. Si Aidil yang merantau ke tanah kelahirannya, Aceh. Si Aidil sampai ngirimin gue VN dengan bahasa Aceh. Untung si Dziky ngerti apa yang dia omongin. Intinya sih dia (Aidil) mau cepet-cepet ke Depok. Dia kangen sama kita, gitu.

Sekitar pukul 22:30-an lewat, Ricko baru sampai di terminal Depok. Dziky langsung jemput Ricko di terminal Depok. Akhirnya Ricko kumpul-kumpul sama kita lagi. Hahaha...

Udah tengah malam. Pada lapar. Kita patungan beli martabak. Tapi ternyata tukang martabaknya udah tutup. Akhirnya kita beli bakpao. Untung banget masih ada bakpao ayam, kacang merah, dan coklatnya! 🤤

Kita berbincang-bincang sampai jam menunjukan pukul 00:00. Saatnya pulang. Selain kita gak enak lama-lama (dan berisik pula) di rumahnya Rama, bokapnya Rama juga udah ngusir kita secara alus.

Sebenarnya rumah gue deket banget tapi gue harus nganterin Rifky pulang dulu. Rumahnya Rifky kan ngelewatin SD gue dulu tuh. Gue sedikit nyeletuk bilang, "Kangen ya udah lama gak lewat sini," dan Rifky, dengan bodohnya bertanya, "Emang SD lo dimana, The?"

Gue langsung toyor kepalanya Rifky, "KITA KAN SE-SD, KY!"

Setelah ingat kita se-SD, sebelum masuk ke gang rumahnya, Rifky dan gue berbincang-bincang tentang masa lalu. Nostalgia ceritanya. Dan bener aja, gue baru sampai rumah jam 1 pagi gegara ngobrolin masa-masa SD sama Rifky. Hahaha... Kangen rasanya ya. Terkadang gue pengen balik lagi ke masa-masa SD, dimana gue gak terlalu mikirin masa depan dan masih bisa senang-senang bersama teman-teman.

Sebagai penutup post ini gue mau ngucapin: SELAMAT ULANG TAHUN, RIFKY! Kenapa sih sehabis gue ulang tahun, pasti lo ikutan ulang tahun juga? Hahaha... 😅