Sunday, August 12, 2018

Hangat dan Intim dalam Konser Phum Viphurit Live in JKT


Phum Viphurit.

Setelah energi penonton hampir terkuras atas penampilan dua band pembuka, Circarama dan Polka Wars yang cukup mengebu-gebu, kini giliran Phum Viphurit beserta anggota band lainnya naik ke atas panggung yang tingginya kurang lebih hanya 60 cm.

Phum naik ke atas panggung dari sisi kanan penonton. Teriakan histeris dari penggemar yang didominasi oleh perempuan memenuhi ballroom Hotel Grand Kemang, Sabtu (11/8) malam. Mungkin bahagia karena bisa menyaksikan langsung pertunjukan si ‘Lover Boy’.

Hello! Selamat malam, everybody,” sapa Phum sesaat setelah naik ke atas panggung.

Hari itu, musisi kelahiran Thailand yang dibesarkan di Selandia Baru sejak usia 9 tahun tersebut mengenakan pakaian yang cukup santai; kaos hitam ‘Damn! I Love Indonesia’ pemberian salah satu penggemar yang sempat ikut meet and greet, celana panjang garis-garis gradasi abu-abu putih yang digulung, kaos kaki warna merah dengan sepatu Converse krem putih, serta jam tangan Casio warna emas.

Senyuman manis dengan gigi berbehel dari penyanyi bernama asli Viphurit Siritip ini tidak pernah hilang. Bersama dengan anggota band lainnya; Tanapon Santiwattana sebagai bassist, Chen-An Wu sebagai gitaris, dan Ormfu pada drum, Phum langsung membawakan lagu ‘Stranger in a Dream’.

Sesaat, Phum terlihat seperti kaget saat mendengar seluruh penonton sing-along dan hafal lirik lagunya. Lagi-lagi senyum manisnya masih saja menempel di wajahnya. Setelah lagu ‘Stranger in a Dream’, pria yang kini berusia 23 tahun tersebut langsung membawakan ‘Paper Throne’ dan ‘Trial and Error’.

Tiba-tiba, Phum meminta salah satu penonton untuk berpartisipasi dalam lagu ‘The Art of Detaching One’s Heart’. Semua penonton, mayoritas perempuan, mengangkat tangannya agar dapat dipilih untuk bernyanyi bersama. Mengingat lagu ‘The Art of Detaching One’s Heart’ merupakan kolaborasi antara Phum dan Jennifer Lackgren dari Jenny & The Scallywags, ia ingin lirik bagian Jennifer dinyanyikan oleh salah satu penggemarnya.

Phum terlihat kewalahan, dan akhirnya memutuskan untuk menarik salah satu penonton dari barisan paling depan. Penggemar yang dipilih Phum adalah perempuan berhijab bernama Audia. Di atas panggung, Audia itu menyanyikan lirik bagian Jennifer dengan kaku dan seakan tak percaya ia bisa satu panggung dengan Phum. Ini seperti ‘One Less Lonely Girl’-nya Justin Bieber, yang membuat penonton lainnya iri.

Setelahnya, pria yang memiliki tinggi kurang lebih 185 cm itu sempat berkata turut berduka cita atas bencana alam gempa yang terjadi di Lombok dan Bali beberapa waktu lalu. Untuk itu, Phum langsung memperkenalkan bassistnya, Tanapon untuk memperlihatkan kemampuan beatboxnya.

Tanpa ragu, Tanapon memperlihatkan kemampuan beatboxnya yang pernah mendapatkan penghargaan. Mungkin semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut dengan pertunjukan tersebut.

Okay, I can leave you now,” canda Phum setelah Tanapon selesai ber-beatbox-ria.

Yang ditunggu-tunggu, akhirnya Phum membawakan ‘Lover Boy’ dan dilanjut dengan ‘Beg’. Sebelum mulai membawakan ‘Beg’, Phum bercerita bahwa lagu ini mengenai kisah cintanya yang ditolak oleh teman perempuannya di Selandia Baru. Setelah ditolak, Phum yang baru berusia 18 tahun saat itu langsung buat lagu ‘Beg’ dalam waktu dua hari.

She’s doesn’t like me, and now she’s engaged,” ungkapnya, disusul koor kekecewaan penonton.

Kemudian Phum bawakan ‘Sweet Hurricane’, single pertamanya berjudul ‘Adore’ yang diberikan sentuhan musik reggae diakhir pertunjukan, dan lagu ‘Long Gone’ sebagai penutup konser hangat dan intim ini.

This is last song for tonight, see you next time!” ujar Phum.

Selesai bawakan ‘Long Gone’, Phum menyuruh semua penonton maju ke depan untuk direkam. Barikade tiang pembatas pita yang sering digunakan di bank langsung copot, membuat penonton membludak maju ke depan panggung. Suasana cukup chaos, Phum yang saat itu sedang berkeringat langsung dipeluk oleh beberapa penggemar. Tak hanya Phum, ketiga anggota bandnya pun tidak luput dari serbuan penonton.

Karena tidak ingin ada ‘korban’, pihak sekuriti dan pihak promotor Lokatara Live langsung menyelamatkan Phum, meninggalkan ketiga anggota band yang masih diserbu.

Malam itu, Phum membawakan semua lagu yang ada dalam album pertamanya, ‘Manchild’ (2017). Mungkin akan ada beberapa penonton yang kecewa karena Phum tidak berbicara dalam Bahasa Thailand, malah berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa pertamanya. Dilansir dari berbagai hasil wawancara, Phum memang lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris saat menulis dan menyanyikan lagu.

Lagu-lagu yang ia tulis, ia sebut sebagai ‘sunshine music’ karena sebagian besar liriknya berdasarkan perasaan dan emosi yang muncul ketika ia menulis dan mengaransemen lagu.

Dilansir dari Time Out Bangkok, Phum rencananya akan mengeluarkan album kedua pada kuartal ketiga tahun ini. Menurutnya, album kedua ini akan sedikit berbeda dari yang pertama, yang melibatkan melodi sedih dan skenario buruk kehidupan. Pada album kedua, isinya akan fokus pada hal-hal menyenangkan dan orang-orang yang ia temui dalam kehidupan.

Sebelumnya, Circarama dan Polka Wars jadi band pembuka pertunjukan Phum Viphurit Live in Jakarta.

Circarama.

Band asal Jakarta, Circarama membawakan lima lagu dari album pertamanya, ‘Plasticine Jewel’ (2017), yaitu ‘Empty Room’, ‘I Don’t Mind’, ‘Apple Queen’, ‘Sweet Shining’, dan ‘Porcelain Sky’.

Sedangkan Polka Wars membawakan beberapa lagu, yaitu ‘Horse’s Hooves’, ‘Coraline’, ‘Seek’, ‘Mapan’, ‘Rekam Jejak’, ‘Rangkum’, dan ‘MokelΓ©’ yang masing-masing diambil dari album ‘Axis Mundi’ (2015), ‘EP/NY’ (2017), dan single terbaru mereke: ‘Mapan’ serta ‘Rekam Jejak’.

Polka Wars.

“(Konser ini) pas nih untuk menyambut Asian Games (karena ada kolaborasi antara Indonesia dan Thailand),” ujar vokalis sekaligus gitaris Polka Wars, Karaeng Adjie.

Tidak hanya membawakan lagu-lagu lamanya, Polka Wars juga sempat membawakan lagu baru yang belum dirilis berjudul ‘Mandiri’. Yang spesial kali ini, Karaeng menyanyikan lagu ini sendiri tanpa bantuan ketiga personil lainnya, gitaris Billy Aulia Saleh, bassist Xandega Tahajuansya, dan drummer Giovanni Rahmadeva. Jika dilihat dari lirik yang diyanyikan, lagu ‘Mandiri’ berkisah mengenai patah hati yang belum sembuh.

Circarama dan Polka Wars sendiri merupakan band beranggotakan masing-masing empat orang yang berasal dari Jakarta.

Circarama berisi anggota; Jugo Djarot pada gitar dan vokal, Faiz Mochamad pada gitar, Teuku RIfaldi pada bass, dan Eki Yuda Sena pada drum. Musik mereka bergenre sekiranya psychedelic, folk, ambient, dan rock. Namun sebagai grup musik, mereka enggan melabeli diri mereka sebagai band dengan satu genre tertentu. Menurut mereka, hanya orang-orang yang sudah mendengarkan musik mereka yang bisa ‘melabeli’nya.

Lain lagi dengan Polka Wars, yang anggotanya merupakan lulusan sekolah Islami. Pada 2015, mereka sempat memenangkan kompetisi yang disponsori Converse, yang hadiahnya berupa kesempatan rekaman di Converse Rubber Tracks Studio, Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Pada album ‘Axis Mundi’, semua lirik ditulis dalam Bahasa Inggris. Namun, baru-baru ini, setelah merilis lagu ‘Rangkum’, Polka Wars mulai memproduksi lagu dalam Bahasa Indonesia.

PS: postingan ini sempat tayang menjadi dua artikel di UrbanAsia dengan judul 'Circarama dan Polka Wars Buka Pertunjukan Phum Viphurit Live in Jakarta' dan 'Konser Phum Viphurit Live in Jakarta: Hangat dan Intim'.

Saturday, December 30, 2017

23

Alhamdulillah.

SETELAH MENEMPUH 5 TAHUN ATAU SETARA DENGAN 10 SEMESTER KULIAH, AKHIRNYA SAYA LULUS JUGA!!! πŸ’ƒ

Walaupun IPK dan nilai skripsi tidak memuaskan alias B aja, saya cukup bahagia bisa lulus dari Kampus Tercinta. Super bersyukur pokoknya! πŸ€˜


Swipe πŸ‘‰πŸΌπŸ‘‰πŸΌπŸ‘‰πŸΌ • Gue ini anaknya kelewat santai pakai banget saat kuliah, makanya taking 10 semesters or 5 years to graduate. Jika tidak ada ancaman dari Mamak untuk bayar uang kuliah sendiri kalau gue enggak skripsian di semester 10, mungkin sekarang gue masih betah kuliah. πŸ˜… • Tapi saat wisuda kemarin, gue punya perasaan lega tersendiri karena akhirnya Mamak sudah tidak punya tanggungan pendidikan lagi. Beliau berhasil membuat ketiga anaknya punya gelar dibelakang nama masing-masing. Honestly, di sisi lain gue masih punya perasaan menggantung karena belum bisa kasih lihat Mamak wisuda yang pakai toga beneran, yang talinya dipindahin itu. Nanti ya, Mak. Kalau ada jalan, rejeki, dan umur, ku akan lanjut S2. InshaAllah πŸ™πŸΌ • Jujur, kemarin gue gak mau unggah foto-foto wisuda karena belum terpuaskan dengan pencapaian tersebut. Nah, karena tahun depan sudah pasti akan bekerja, gue unggah fotonya hari ini. Ternyata foto wisuda gue gak banyak. Gue pun gak banyak motret karena sibuk ketemu teman-teman seperjuangan lainnya. Fyi, gue datang wisuda terlambat. Masuk ke barisan jurusan HI, pas di dalam auditorium, langsung ngacir ke barisan jurusan Jurnalistik dan pasang poker face πŸ˜ŽπŸ€£πŸ˜‹ • Dipotret oleh: @mickyurisa MUA: @khansamanda #superlatepost #longcaption #multipleposts #wisuda #wisudaiisip #wishudah #alhamdulillah #gpp #walaupun #kurang #pasangan #nasib #yaudahgituaja
A post shared by Thea Fathanah Arbar (@theaarbar) on

Thea Fathanah Arbar, S.Ikom aka official unemployment. πŸ‘©πŸ»‍πŸŽ“ • Kalau ada yang tanya gimana sidang skripsinya, yah gitu lah. Salah banget deh gue menatap kedua bola mata Bang Omar dan Pak Nur Ichwan, jadi grogi sendiri terus kena cecar deh. Kalau jawab kebanyakan ao ao karena ngeblank. Padahal mah gue tau jawabannya, hampir mau terucap eh tiba-tiba lupa mau jawab apa. Untung boleh nanya penonton sidang yang duduk di belakang. Efek terlalu nervous yet excited dengan sidang skripsi kemarin sih ini πŸ˜‚πŸ‘ŒπŸΌ Sekarang cuma bisa berdoa nilai skripsi yang sudah 3 kali ganti judul dan 3 kali ganti media ini bisa memuaskan. Amin! πŸ™πŸΌ • Thesis Defense Week at IISIP Jakarta: Wednesday update (part I). #thesisdefense #sidangskripsi #sarjana #sikom #sarjanailmukomunikasi #jurnalistik #journalism #journalismstudent #finalyearstudent #collegelife #campuslife #pengangguran #papipursquad #wednesday #excitedyetnervous #latepost
A post shared by Thea Fathanah Arbar (@theaarbar) on

Foto bersama teman-teman baik dan seperjuangan di Kampus Tercinta. Untuk Yaumil, tiba-tiba dia nongol gitu aja di kampus terus ngasih gue bunga. Padahal beberapa hari lalu dia masih update main sepeda di kampung halamannya, Aceh. Sok sweet banget cowok tampan satu ini πŸ‘ŒπŸΌ Kalau cewek lain mungkin udah klepak-klepek sama Yaumil dan cara dia tebar pesona. Tapi kalau gue udah tau nih anak kayak gimana, jadi no thanks dah wakakakakak! πŸ˜‚ Terus itu gue bukan merem ya, tapi senyum bahagia. Emang kalau lagi senyum bahagia mah pasti mata gue jadi segaris doang... πŸ˜ŠπŸ˜‘ • Thesis Defense Week at IISIP Jakarta: Wednesday update (part II). #thesisdefense #sidangskripsi #sarjana #sikom #sarjanailmukomunikasi #jurnalistik #journalism #journalismstudent #finalyearstudent #collegelife #campuslife #pengangguran #papipursquad #wednesday #excitedyetnervous #latepost
A post shared by Thea Fathanah Arbar (@theaarbar) on

Tidak banyak postingan yang saya buat setelah wisuda, karena saya sibuk liburan ala pengangguran (baca: tidur, nonton drama, makan dan siklusnya begitu terus hingga akhir tahun). πŸ˜‹

Pada ulang tahun ke-23 ini, akhirnya saya bisa marathon nonton film di bioskop lagi. Setelah gak bisa nonton film apa-apa di bioskop karena uangnya kehalang skripsian. πŸ˜

Saya juga mendapat late birthday gifts dari Kak Lian, Kak Giar dan Kak Apit, serta Mamak. Terima kasih atas hadiahnya! πŸ’žπŸ’žπŸ’ž

Ditambah (akhirnya) saya dapat kerjaan sebagai reporter di Tempo.co. Gilak! Pokoknya tahun ini cuma bisa bersyukur! Alhamdulillah. πŸ™

Friday, November 17, 2017

List of K-Drama I've Watched in 2017 [part 2]

Hi!

Mungkin banyak orang yang penasaran, mengapa saya senang sekali nonton K-drama dibandingkan sinetron Indonesia, dorama Jepang atau serial barat. Menurut pandangan saya, K-drama lebih unggul dalam kualitas gambar dan suara, plot cerita, dan akting para pemainnya dibandingkan sinetron Indonesia atau dorama Jepang. Sedangkan dalam serial barat, walaupun sinematografinya sama-sama bagus, tapi kadang saya tidak suka dengan plot cerita beserta endingnya. Alasan kenapa K-drama lebih menarik, because we all love happy ending! Ya gak sih? πŸ˜‚

Alasan mengapa saya tidak menonton sinetron Indonesia bisa dibaca di sini. Saya nonton beberapa dorama dan serial barat, tetapi tidak seintens K-drama. Alasan mengapa saya senang sekali menonton K-drama bisa kamu baca di sini dan ini ya.

===============================================================
 K-dramas airing in April 2017 
===============================================================


Queen of Mystery μΆ”λ¦¬μ˜ μ—¬μ™• poster from here.

Queen of Mystery μΆ”λ¦¬μ˜ μ—¬μ™•
Romanisasi: Chooriui Yeowang
Broadcast network: KBS2
Klasifikasi: 15 (15μ„Έ 이상 κ΄€λžŒκ°€)
Periode siaran: 5 April - 25 Mei 2017
Waktu tayang: Rabu dan Kamis pukul 22:00 KST
Jumlah episode: 16 episode
Genre: mystery/comedy
Produksi: AStory Co., Ltd.
Sutradara: Kim Jin-Woo, Yoo Young-Eun
Penulis: Lee Sung-Min
Casts: Choi Gang-Hee (Yoo Seol-Ok), Kwon Sang-Woo (Ha Wan-Seung), etc.



Sinopsis: Yoo Seol-Ok (Choi Gang-Hee) liked mystery novels and wanted to become a detective, but she gave up her dream after marrying. Now, she is a housewife with a husband who works as a prosecutor. She meets Ha Wan-Seung (Kwon Sang-Woo). He is a passionate detective and they decide to collaborate to solve cases.

Komentar: Pertemuan antara akting Choi Gang-Hee yang terlihat agak mbloon dengan akting Kwon Sang-Woo yang keras kepala dan bodoh itu sungguh membuat saya jatuh cinta dengan drama ini. Semua masalah yang ada dalam penyidikan bisa dipecahkan dengan mudah oleh Seol-Ok. Untuk action scene, urusannya bisa ditangani dengan mudah oleh Wan-Seung.

Pasangan ini (gak bisa disebut pasangan juga sih karena Seol-Ok sudah bersuami) membuat semua masalah terlihat mudah untuk diatasi. Drama ini akan mbikin kamu ingin terus melihat mereka memecahkan kasus demi kasus.

And, hey! Jangan lupa, Queen of Mystery season 2 akan tayang pada Februari 2018~ πŸŽ‰

Lesson learned from this K-drama: Umur bukan halangan untuk menggapai cita-cita~

Wednesday, October 18, 2017

Mimpi Itu... [part 13]

Siang itu merupakan hari terpanas yang pernah kami bertiga lalui. Kami; aku, Amel, dan Umire duduk di bawah pohon rindang di taman kampus. Berharap oksigen yang dikeluarkan sang pohon bisa menurunkan suhu panas siang itu.

"Gue mau ke mini market di depan (kampus) nih. Mau ikut gak?" celetuk Umire.

"Ikut!" jawabku dan Amel bersamaan.

Sebenarnya mini market di depan kampus tak terlalu jauh, tetapi panasnya siang itu dan luasnya taman rindang di kampus membuat kami berjalan sedikit lambat karena harus berteduh di bawah pohon satu ke pohon lainnya.

Beberapa menit kemudian, sampailah kami di dalam mini market yang super sejuk. AC mini market seperti oase di tengah gurun, dan kami bersyukur kepada manusia-manusia yang menciptakan produk teknologi seperti AC dan kipas angin.

Aku langsung berlari ke arah lemari pendingin dan mengambil minuman kopi kaleng kesukaanku. Amel dan Umire masih melihat-lihat minuman dalam lemari pendingin lainnya.

"Gue duluan ya (ke kasirnya)," kataku sembari mengambil satu batang cokelat dari rak dekat lemari pendingin.

Aku mengantri di depan kasir. Ternyata banyak mahasiswa yang sedang membeli minuman dingin di siang hari yang panas ini.

Tiba-tiba dari belakang aku ditubruk oleh seorang pria berbadan besar seperti Ivan Gunawan. Aku menengok dan hanya bisa melihat bagian dada dan lengannya. Aku tak melihat wajahnya karena sepertinya pria ini terlalu tinggi, dan aku perlu mendongak untuk melihatnya.

"Maaf," kata pria itu pelan.

Aku sebenarnya paling tak suka dengan kejadian seperti ini. Dia seperti melewati personal space aku. Aku memasang wajah tak suka setelah ia meminta maaf.

Lagi-lagi dia menubrukku. Aku langsung mendongak dengan wajah kesal, melihat wajah pria dengan rasa bersalah.

"Maaf," kata pria itu.

Masih dengan wajah kesal, aku hanya diam tak menjawab dan kembali mengantri. Amel dan Umire masih di depan lemari pendingin saat itu.

Tiba-tiba mati lampu dan seluruh ruangan gelap gulita. Semua orang berteriak kaget. Tiba-tiba pria yang tadi menubrukku malah memelukku dari belakang. Kedua lengannya mengitari bahuku. Dadanya menempel erat di punggungku. Nafasnya berat.

Tapi bodohnya aku tak ingin melepaskannya. Entah mengapa rasanya begitu hangat. Aku meraih kedua lengannya yang memelukku. Aku memejamkan mata, menikmati pelukan itu.

Pria tersebut bernafas di telingaku dan berbicara, "Aku..."

TEEEET!!! TEEEET!!! TEEEET!!!

Tiba-tiba alarm bunyi dan saya terbangun dengan panik, mengira ada telepon karena ringtone alarm dan telepon sama. Adegan di mini market setelah mati lampu dan langsung gelap gulita sebenarnya gak make sense karena latar dari awal itu siang hari. But yeah, it's a dream! Gak heran kalau aneh dan gak make sense hahaha

Tuesday, October 17, 2017

List of K-Drama I've Watched in 2017 [part 1]

Hi!

Sebelumnya, postingan mengenai daftar K-drama yang saya tonton sepanjang tahun 2017 akan dibagi menjadi 4 bagian (Januari - Maret, April - Juni, Juli - September, Oktober - Desember). Perlu diingat kalau saya tidak menonton semua drama yang tayang. Saya nonton K-drama berdasarkan sinopsis, trailer, daftar pemeran dan mood. Kalau gak mood,  mau sebagus apapun reviewnya, saya gak bakal nonton K-drama tersebut. Oh! Please beware, this will be a super long post. πŸ˜†

Nah, mari kita memulai postingan ini dengan curhatan dan keluh kesah terlebih dahulu~

Menonton drama dari Korea Selatan (K-drama) merupakan makanan sehari-hari saya saat ini. Yah, namanya juga pengangguran yang sedang saving money mode on, pilihannya hanya bisa berdiam diri di rumah, tidur, atau menonton K-drama untuk mengejar ketertinggalan selama 4 bulan akibat skripsian. Pokoknya keluar rumah kalau ada hal penting saja.

Ini efek skripsi juga sih. Serius, tabungan saya habis buat skripsian doang. Ngeprint, fotokopi, scan data, dan tetek bengek lainnya. Kalau dihitung, dari awal skripsi sampai penggandaan skripsi untuk sidang, tabungan saya habis ± Rp 900.000. Biaya tersebut belum termasuk biaya sidang dan wisuda, beli kemeja putih, celana hitam, dan sepatu untuk sidang skripsi.

Beruntung rumah saya cukup nyaman, ditambah akses wi-fi yang kencang dan unlimited foods! Kalaupun tidak ada makanan, saya bisa pesan lewat Go-Food atau masak sendiri. Saya introverthomeperson dan heavy sleeper, jadi tak keluar rumah sebulan penuh dan tidur 20 jam non-stop pun tak masalah.

Saya mulai menonton K-drama sejak SMP, sambil menemani Mami Eyang (ibu dari ayah) yang sedang sakit kala itu. Indosiar merupakan salah satu saluran televisi nasional yang mendubbing dan menayangkan drama sageuk yaitu drama berlatar dinasti dan kerajaan di Korea zaman dahulu. Pada saat SMA, saya getol beli DVD K-drama bajakan, kadang pinjam punya kakak. Memasuki dunia perkuliahan, saya getol download ilegal HD K-drama yang satu episodenya bisa berukuran 900 MB - 1 GB lebih (kini semua drama sudah saya hapus karena terlalu memenuhi memori).

Pada akhir tahun 2016 hingga kini, saya lebih suka nonton streaming di VIU Indonesia, yaitu aplikasi streaming berbayar dengan subtitle English, Bahasa Indonesia, Bahasa Malaysia, dan Bahasa Mandarin; KissAsian atau My Asian TV yang paling cepat update dengan hardsub English; atau 123Drakor atau IndoXXI atau Ns21.me dengan hardsub Bahasa Indonesia. Sayang, Drama Fever tidak available di Indonesia. Saya juga sempat coba streaming di Viki, tetapi kemudian menyerah karena satu episode saja banyak banget iklannya. ☹️

Sejauh ini saya sudah menonton 33 judul drama di 2017. Jujur, saya lupa urutan K-drama yang saya tonton, jadi daftar ini akan berurutan sesuai dengan jadwal tayang perdana ya!~

===============================================================
 K-dramas airing in January 2017 
===============================================================