Sunday, September 30, 2012

Jakarta 32°C 2012


Jakarta 32°C adalah sebuah forum antar-mahasiswa di Jakarta dan pameran besar dua tahunan bagi karya-karya visual mahasiswa di Jakarta. Diadakan sejak 2004, Jakarta 32°C bertujuan untuk menumbuhkan dialog kritis para mahasiswa serta memperkenalkan karya-karya terbaik mereka kepada publik yang lebih luas. Jakarta 32°C memiliki program pameran, diskusi, lokakarya, pemutaran film, pertunjukkan musik dan bazar.


Acara ini diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia, Jl. Medan Merdeka Timur 14 Jakarta.

Dan gue bersama 'Aa Fajar datang ke acara ini. Sebetulnya sih si 'Aa gak mau datang. Dia mau langsung ke acara Jak-Japan Matsuri aja tapi gue maksa untuk ke acara Jakarta 32°C dulu. Akhirnya si 'Aa mau.


Gue baru pertama kali datang ke acara beginian. Dan gue benar-benar takjub dengan karya-karya mahasiswa-mahasiswi Jakarta ini.

Sebut saja KOLETA (Koper Lepas Tangan) karya Nakawa (Nurul Meuthia, Wulan A. Iskandar, Devi Novianti, Anita Nurmala Surya, Lalita Ghassani) dari Universitas Multimedia Nusantara.

KOLETA (Koper Lepas Tangan)

Atau 'Terbawa' karya Iddima dari Universitas Pelita Harapan.

'Terbawa'

Dan masih banyak lagi karya-karya yang di tampilkan di acara ini.



Itulah beberapa karya mahasiswa-mahasiswi dari beberapa kampus di Jakarta. Seru dan unik! Sampai bertemu dua tahun lagi! :))

@theaarbar

Tuesday, September 25, 2012

Hello, m&c!

Waktu terus bergulir dengan cepat. Tanpa disadari, saya sudah membaca ratusan komik di dalam hidup saya. Begitu banyak cerita manga yang sudah saya baca (dan sering saya baca berulang-ulang) sehingga saya (sangat) hafal cerita-cerita manga itu diluar kepala.

Kalau tidak salah saya mulai membaca komik dari SD. Waktu itu saya masih membaca komik Donal Bebek terbitan m&c! dan saat SMP saya mulai membaca komik-komik shoujo yang ceritanya bikin deg-degan dan bikin senyum-senyum sendiri saat membacanya. Mangaka favorit saya dari dulu adalah Usami Maki dan Arai Kiyoko.

Waktu SMP yang suka membeli komik terbitan m&c! adalah kakak perempuan saya. Saya tertular kebiasaannya yang suka membeli komik. Dan saat kelas 9 SMP menuju kelas 10 SMA, saya mulai membiasakan menyisikan uang saku untuk membeli komik.

Kadang-kadang saya tidak jajan dan membawa bekal sendiri atau jalan kaki menuju sekolah agar uang saku saya utuh dan bisa membeli banyak komik.

Komik adalah harta saya yang paling berharga. Saya tidak mau lagi meminjami komik-komik saya. Pernah sekali kakak perempuan saya meminjami komik saya kepada temannya. Namun berbulan-bulan komik yang berjudul A Heart for Money karya Usami Tae tidak kembali kepada saya.

Saya marah besar sama kakak perempuan saya.

Saya berharap komik itu bisa re-stock lagi (soalnya waktu itu sudah tidak ada di toko buku). Dan akhirnya cetakan keduanya terbit tahun ini dan saya langsung membelinya! Bahagia banget saya waktu itu :')

Sekarang total komik terbitan m&c! di lemari buku saya, kurang-lebih 327 buah. Komik one-shot ada (kurang-lebih) 184 buah, sisanya komik-komik bersambung.

Koleksi komik terbitan m&c! :)

Selain membeli komik-komik shoujo, saya juga membeli komik shonen Bleach karya Tite Kubo. Saya suka banget sama komik ini. Suka banget sama Toushirou Hitsugaya :p

Kenapa saya suka membeli komik terbitan m&c!? Itu karena kualitas komiknya yang oke punya. Walaupun harganya makin lama makin mahal, saya tetap setia membeli komik terbitan m&c!. Selain itu m&c! banyak nerbitin komik-komik karya Yasuko, Shiiba Nana, Kayoru, Aikawa Saki, Konno Risa, Kawamaru Shin, Shiumi Saki, Chiba Kozue, dan masih banyak lagi.

Oiya, saya suka sama artwork-nya Chiaki Karasawa, tolong terbitin komik dia lagi ya, m&c! ;)

Akhir kata, terima kasih banyak untuk m&c! yang telah banyak menerbitkan komik-komik bagus dan berkualitas. Saya cinta banget sama komik-komik terbitan m&c!

With love from manga addict,
@theaarbar

Tuesday, September 18, 2012

Neo Democrazy MetroTV w/ HIMAJUR

Hari ini, kami para Himpunan Mahasiswa Jurnalistik atau HimaJur bertandang ke MetroTV, tepatnya di acara Neo Democrazy. Taping untuk hari Kamis, 20 September 2012.

Dikatakan bahwa kami akan jalan ke MetroTV sekitar pukul 12:00. Namun nyatanya bisa yang menjemput kami masih dalam perjalanan hingga kami baru berangkat sekitar pukul 15:00.


Bosan, si Antin sibuk main gitar virtual di android-nya Alin

Ini pertama kalinya gue ke MetroTV. Excited banget!

Gedung MetroTV

Nyampe MetroTV, kita disediakan makan siang (yang ke sorean). Menunya ayam goreng, sambal, ikan teri dan kacang, dan kerupuk! Nyam! :9


Sebetulnya gue ikut ini biar bisa makan gratis

Setelah makan, kita dipersilahkan ke WC sebelum masuk ke studio untuk taping. Tapi gue gak sempat ke WC karena ngantrinya lama. WC gedung MetroTV penuh dengan mahasiswa/i yang kebelet pengen masuk TV (termasuk gue). Hahaha...

Sebelum masuk ke dalam studio, kita, para audience, disuruh menaruh semua tas-nya dan hanya diperkenankan membawa barang-barang berharga seperti dompet, hape, dan kamera.

Grasak-grusuk, cepet-cepet biar bisa dapat posisi asik (biar kelihatan di kamera gitu). Gue dapat tempat duduk paling depan, kursi keempat dari kiri.

Sebelum taping kita foto-foto dulu dong!

Foto oleh Antin

Sebelum taping, kita disuguhi komedi oleh Mas Ngademin, Mucle, dan Iwel -agar suasana di studio bisa rileks dan penuh dengan tawa (Neo Democrazy ini adalah acara talk show dengan bumbu komedi).

Setelah ketawa-ketiwi, tiba saatnya taping.

Selama taping, kita para audience, ketawa terus. Padahal topiknya lumayan serius lho, tentang Penarikan 20 Penyidik KPK dan kasus Prita Mulyasari. Tapi memang begitu konsep acaranya kali ya.

Setelah acara taping selesai, si Antin ngebet banget mau foto bareng para host Neo Democrazy. Tapi sayangnya kami hanya dapat berfoto dengan Mucle. Kalau host yang lain (katanya) sudah langsung pulang.
Dengan Mucle :))

Iris dengan kameramen :))

Para maba HimaJur :3

Setelah berfoto-foto ria, kami pulang. Di jalan sangat maceeeeet! Padahal bis kita masuk ke jalan tol. Dasar Jakarta.

Update~
Yang ketinggalan nonton Neo Democrazy, bisa buffering video-nya disini. Thank you :)

@theaarbar