Showing posts with label Daily Life. Show all posts
Showing posts with label Daily Life. Show all posts

Wednesday, May 20, 2020

Lika-liku Hidup Selama Pandemi

Siang itu sama seperti siang-siang pada hari-hari sebelumnya.

Saya diam di kamar. Menghembuskan nafas malas sembari terlentang di atas ranjang. Saya tinggalkan laptop yang menyala, menampilkan pekerjaan-pekerjaan yang belum usai dikerjakan.

"Oh, sudah lebih dari 10 minggu," gumam saya.

Mungkin ini aneh, tapi saya rindu hiruk pikuk Jakarta. Sepuluh minggu lalu, mungkin ini hal yang paling saya benci.

Sudah lebih dari 10 minggu saya 'terkurung' di rumah akibat pandemi COVID-19.

Saya yang bekerja sebagai jurnalis hampir mengalami mental breakdown karena saban hari harus menulis berita up to date mengenai penyakit ini.

Tapi makin lama saya makin bodo amat.

Jujur, sebelum memasuki fase bodo amat, saya bisa mual-mual saat nulis berita mengenai COVID ini. Rasanya pusing, merasa hidup akan berakhir. Pemikiran itu terus ada menghantui hingga saya merasa kebal sendiri.

Nggak tahu deh bakal seperti apa ke depannya. Saya tetiba rindu isu yang mengatakan pandemi virus ini akan berakhir setelah dua minggu lockdown di rumah masing-masing. Kalau dipikir-pikir, ini agak bullshit ya, tapi ya sudahlah.

Life must go on ceunah! 😁

Sunday, January 3, 2016

Resolusi 2016

Terkadang manusia terlalu banyak berencana namun pada akhirnya tak ada satupun rencana yang berhasil dilaksanakan. Belajar dari pengalaman itu, pada tahun 2015 yang lalu, saya hanya punya satu resolusi, yaitu traveling.

Terakhir kali saya traveling saat saya duduk dibangku kelas 8 SMP. Saya sekeluarga pergi berlibur ke Bali dan semenjak itu saya tidak pernah traveling kemana-mana lagi. Saya bersyukur resolusi tersebut akhirnya terwujud!

Pada bulan Agustus, saya dan teman-teman dari komunitas Gudang Film, berangkat liburan ke Dieng. Di sana kami mengunjungi tempat-tempat yang menakjubkan dan akhirnya saya bisa merasakan trekking di bukit Sikunir. Kami trekking mulai pukul 3 subuh dan suhu saat itu mecapai 0° celsius!

Walaupun tidak sempat lihat salju tipis di Dieng, saya bahagia karena bisa merasakan dan melihat alam yang benar-benar menakjubkan secara langsung. Alhamdulillah.

Pada bulan September, saya dan beberapa teman dekat saya di kampus berangkat ke Bandung hanya untuk menonton live performance The Trees And The Wild di acara Focal Point 2015.

Memang Bandung dekat dengan Jakarta tetapi baru pertama kalinya saya pergi ke Bandung dengan menaiki kereta api dan selama di Bandung saya dan teman-teman selalu berjalan kaki, pergi kemanapun kaki membawa kami. Ini benar-benar menyenangkan!

Liburan singkat ke Bandung ini benar-benar tanpa persiapan yang matang. Kami langsung berangkat setelah sehari sebelumnya teman saya memesan tiket kereta. Memang terkadang hal-hal tanpa persiapan yang matang bisa menjadi hal yang menyenangkan dan mengasyikan.

Lalu pada bulan November, akhirnya saya liburan singkat ke Singapura bersama sepupu saya, Kak Lian. Selama di sana kami benar-benar bersenang-senang dengan selalu naik MRT dan jalan kaki saat menyelusuri negara Singapura. Kami hanya liburan selama tiga hari dua malam dan sejujurnya saya belum puas mengeksplor Singapura, tapi semoga ini pertanda bahwa saya harus kembali lagi ke negara kecil yang menakjubkan ini.

Jika tahun 2015 saya hanya punya satu resolusi, pada tahun 2016 ini, saya mempunyai dua resolusi. Yang pertama, saya berharap IPK saya membaik di sisa-sisa semester, jadi pada tahun 2017 saya bisa lulus dengan IPK yang memuaskan. Yang kedua, menabung! Saya ini tipe perempuan yang borosnya bukan main, makanya saya perlu menabung untuk investasi di masa depan. Amin.

Saturday, January 2, 2016

Summary 2015

Happy New Year 2016!

Sebelumnya saya mau merangkum apa saja yang terjadi di tahun 2015. Di tahun 2015, saya melalui semester 6 dan semester 7. Jujur, dua semester itu adalah semester terberat yang pernah saya lalui. Di semester 6, saya (yang dipaksa oleh dosen wali) mengambil dua mata kuliah prasyarat Skripsi, yaitu Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan Metode Penelitian Komunikasi (MPK).

Saya mengambil mata kuliah KKL Jurnalistik Media Cetak dan saya sempat menyerah saat mencari tempat KKL karena tidak ada satupun media cetak yang memberikan feedback setelah saya mengirim CV. Namun pada detik terakhir, ada salah satu media cetak harian ekonomi dan bisnis bernama Investor Daily Indonesia yang menerima saya sebagai mahasiswi magang. Woh! Rasanya bahagia sekali! Senang!

Sejujurnya, saya ini bodoh dan tidak terlalu paham soal ekonomi dan teman-temannya dan saat magang selama tiga bulan di sana, saya ditaruh dirubrik energi. IYA, RUBRIK ENERGI! Yang jelas saya selalu liputan mengenai batubara, oli, gas, minyak dsb.

Di hari pertama magang, saya langsung diutus untuk liputan rapat DPR Komisi VII. Saya mau tidak mau harus pergi liputan. Itu merupakan pertama kalinya saya liputan sendiri, tanpa bimbingan reporter senior, tanpa ID card dan tanpa surat izin meliput dan sejujurnya, itu juga merupakan hari pertama saya mengunjungi Gedung DPR.

Pada akhirnya saya tidak menulis berita apapun mengenai rapat tersebut karena saya kesasar saat menuju Gedung DPR dan sempat pula kesasar di dalam Gedung DPR dan sialnya ketika saya sudah sampai TKP, rapatnya sudah selesai setengah jam yang lalu. Sial!
Untungnya Mbak Euis, selaku redaktur rubrik energi dan mentor memahami saya.

Walaupun awalnya seperti peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga pula alias sial, saya merasa beruntung sempat magang di surat kabar harian Investor Daily Indonesia karena saat liputan kesekian kalinya, saya bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo.

Walaupun saya harus berdesak-desakan dengan wartawan dan wartawati lainnya saat mewawancarai Presiden Joko Widodo, saya senang! Ini pertama kalinya saya melihat langsung presiden Indonesia dengan mata kepala sendiri. Wuih!

Setelah tiga bulan magang dan setelah menulis 17 berita (tetapi hanya 10 berita yang dimuat), saya kecewa karena hanya mendapatkan nilai rata-rata 6,6. Tapi saya juga gak bisa protes ke mentor saya karena saya jarang liputan dan jarang datang ke kantor dikarenakan waktu magang dan waktu kuliah saya selalu bentrok.

Ini semua karena peraturan kampus yang sudah tidak memperbolehkan mahasiswa dan mahasiswinya KKL saat liburan. Padahal banyak mahasiswa dan mahasiswi serta dosen-dosen pembimbing KKL yang menentang peraturan baru ini, tapi namanya juga kampus tercinta punya keluarga ya kan, jadi mereka tidak menggubris pendapat kami.

Selain peraturan kampus yang menyusahkan, ada pula mata kuliah yang ikut menyulitkan mahasiswa dan mahasiswinya, yaitu MPK. Tugas MPK adalah membuat mini skripsi yang ditulis diatas kertas polio bergaris. IYA! TULIS TANGAN! Sejujurnya, tangan sebelah kanan saya sempat mati rasa setelah menyelesaikan mini skripsi yang ditulis tangan tersebut. Malah karena saking mati rasanya, selama dua hari saya harus ngetik apapun dengan tangan sebelah kiri. Duh!

Lagi-lagi seperti peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga pula, saya masih harus survei tentang mini skripsi saya ke daerah Bekasi. Ini semua karena tangan sial ketua kelompok kami, makanya kami harus survei di daerah Bekasi. Saya bolak-balik Depok – Bekasi – Depok – Bekasi – Depok hanya untuk menyebar kuesioner. Untungnya saya dibantu oleh salah satu teman baik saya dari SMA, Intan (fyi, dulu dia tinggal di Depok, tetapi setelah masuk kuliah, dia dan sekeluarga pindah ke Bekasi). Terima kasih banyak Intan! Kalau gak karena kamu, saya gak tau mesti minta tolong ke siapa lagi. Hehehe.

Begitulah kehidupan saya di semester 6 yang lalu.

Lalu saat semester 7, saya (lagi-lagi dipaksa oleh dosen wali) mengambil mata kuliah syarat Skripsi, yaitu mata kuliah Seminar. Padahal banyak mata kuliah penting di tahun ketiga yang belum saya ambil. Saya gak paham lagi dengan pemikiran dosen wali saya. Haduh.

Sejujurnya saat mengerjakan mata kuliah Seminar ini, saya merasa sedikit tenang. Mungkin karena ini satu-satunya mata kuliah penting yang saya ambil di semester ini. Walaupun dosen pembimbing Seminar saya agak gimana gitu, saya enjoy. Semoga saja nilainya bagus yah, soalnya saya mengambil tema yang saya sukai: resensi film.

Di semester ini juga, saya mengambil mata kuliah Produksi Siaran Radio (PSR). Nama radio kami adalah Swift Radio. Nama radio ini terinspirasi dari nama Taylor Swift (kami terpaksa memakai nama itu karena salah satu teman kami di kelompok ini ngefans dengan Taylor Swift :p). Di Swift Radio saya menjabat sebagai penyiar radio. Kami siaran enam kali, tiga kali siaran sebelum UTS dan tiga kali siaran sebelum UAS.

Ada hal menyenangkan saat kami siaran untuk terakhir kalinya. Bang Dedet, dosen PSR memuji suara saya dan menyuruh saya untuk menjadi penyiar radio sesungguhnya. Aduh! Sungguh itu merupakanh hari terbahagia yang pernah saya lalui. Jujur, ini pertama kalinya kemampuan saya dipuji oleh orang lain. Alhamdulillah.

Itulah sebagian besar hal-hal yang saya lalui di tahun 2015. Memang melelahkan tapi semoga semua itu menjadi berkah tersendiri. Sekarang saya hanya berharap bisa melalui tahun 2016 dengan baik. Amin.

Sunday, October 11, 2015

Sunday's Talk Club

Sesungguhnya saya sudah sedikit lelah dengan ejekan dari Mamak soal mengapa saya tidak punya pacar lagi. Ini antara beliau takut anaknya berubah orientasi menjadi suka dengan sesama jenis atau takut kalau anaknya ini memang gak ada yang mau.

Sejujurnya kalau ditanya mengapa tidak punya pacar lagi, saya juga gak tahu jawabannya. I'm too busy to thinking of it, yah walaupun terkadang suka ngayal punya pacar lagi sih. Hehehe.

So, siang tadi, tante, om dan sepupu-sepupu berkunjung ke rumah untuk arisan. Setelah selesai makan siang dan arisan, tibalah sesi obrolan. Tiba-tiba mereka mulai membicarakan kisah asmara saya. Mereka mengejek soal saya yang cuma pacaran selama dua minggu dan soal saya tidak punya pacar lagi setelah lebih dari setahun melajang.

Sejujurnya saya kaget karena biasanya mereka akan membicarakan kisah asmara Kakak atau Abang. Namun semenjak Kakak saya menikah, mereka malah jadi membicarakan saya.

"Kadang kasihan lihat ini anak kalau malam minggu di rumah aja, gak kemana-mana, padahal kakak-kakaknya pada jalan-jalan." ucap Mamak sambil membuka sesi obrolan.

"Makanya jangan bangun siang terus, rejeki sama jodohnya dipatok ayam tuh. Hahaha..." timpal salah satu tante.

"Sudah kuliah tahun terakhir, tapi masih aja sendiri. Nanti siapa yang mau nyemangatin pas kamu bikin skripsi???" timpal Mamak lagi.

Damn! Syit! What a topic!

Saya cuma manggut-manggut malu mendengar obrolan mereka. Kesal juga sih tapi memang benar apa yang mereka katakan soal saya. Well, doakan sajalah. Semoga saya punya pendamping lagi (dan semoga kali ini bisa bertahan lama). Amin.

Sunday, November 9, 2014

Roti Goreng isi Keju Mozzarella

Roti Goreng isi Keju Mozzarella

Walaupun tugas-tugas dari kampus sedang menumpuk menunggu dikerjaan, alhamdulillah saya masih punya waktu senggang untuk memuat sesuatu di dapur. Sebetulnya saya sudah lama sekali ingin membuat roti goreng ini sejak beberapa minggu yang lalu tetapi baru sempat terpenuhi sekarang. Hihihi...

Saya membuat ini karena bahan-bahannya sangat mudah didapat. Cara membuatnya juga gampang. So... Let's cooking!


Bahan-bahan:


Roti tawar tanpa pinggiran

Tepung roti
Telur
Susu cair
Keju Mozzarella (atau keju quick melt)
Sosis
Minyak goreng
Saus Bangkok/Mayonnaise/Saus Sambal


Cara membuat:


1. Kocok telur dan susu hingga tercampur rata, sisihkan.


2. Siapkan piring untuk menaruh tepung roti, sisihkan.

3. Potong sosis dengan memanjang. Satu buah sosis bisa dibagi 4 potongan.

4. Pipihkan roti, lakukan hingga semua roti habis.

5. Siapkan roti yang sudah pipih, taruh sosis dan keju (secukupnya), kemudian gulung hingga padat. Jangan lupa memberi sedikit telur di ujung agar gulungan rotinya menempel. Lakukan ini hingga semua bahan habis.

6. Masukan roti gulung ke dalam campuran telur (note: semua permukaan roti harus terkena campuran telur agar tepung rotinya menempel dan ketika memasukan roti ke dalam campuran telur, jangan terlalu lama direndam agar roti tidak lembek).

7. Kemudian masulan roti ke piring tepung roti, tutupi semua permukaan roti dengan tepung roti hingga rata. Lakukan step 6 dan 7 hingga semua bahan habis.

8. Setelah selesai, masukan roti tersebut ke dalam lemari pendingin, tunggu hingga 30 menit.

9. Setelah 30 menit, keluarkan roti lalu panaskan minyak goreng dengan api sedang.

10. Goreng roti tersebut hingga berwarna kecoklatan.

11. Voila! Roti goreng kamu siap disantap! Paling enak dimakan dengan saus bangkok atau mayonnaise! :9

Selamat mencoba dan selamat hari minggu!

PS: Bahan-bahan diatas sengaja gak ditakar karena membuatnya sesuai dengan bahan-bahan sisaan yang ada di dapur. Hehehe.

Sunday, November 2, 2014

My First Experience: Two Weeks

Halo! Sudah lama sekali ya gue gak ngeblog. ALMOST EIGHT MONTHS NO BLOGPOST! Meeen... calon jurnalis satu ini benar-benar gak produktif banget deh. Hahaha.

Sekarang gue lagi meliburkan otak karena kemarin baru selesai mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). Asli, semester ini gue benar-benar harus menaikan IPK. Kudu lulus dengan IPK 3,5. Ini semua demi obsesi gue untuk dapat beasiswa. Yap! Insya Allah gue akan melanjutkan studi gue ke jenjang selanjutnya, S2. Hehehe.

By the way, tanggal 20 Oktober 2014 kemarin, gue mengalami kecelakaan 'terparah' dalam sejarah: gue nabrak mobil. IYA GUE NABRAK MOBIL! Kejadian ini terjadi di daerah Beji, Kota Depok pukul 07.40-an. Saat itu kondisi gue pusing banget dan ngantuk akibat baru selesai ngerjain tugas Penulisan Pendapat sekitar pukul 03.00 dinihari. Dari sini perasaan gue udah gak enak.

Sempat tidur dua jam, gue bangun dan siap-siap berangkat ke kampus. Sialnya ban belakang si Mamoot (nama motor kesayangan) bocor. Yakin bakal telat kalau melipir ke tukang tambal ban, akhirnya gue putuskan untuk pinjam motor Abang. Dan tumben banget Abang pinjemin motornya ke gue (biasanya pelit).

After that, shit moment happening in my morning. Kedua lutut gue luka hingga bikin jeans gue berlumuran darah. Dada gue sakit. Lengan sebelah kiri kayak mati rasa. Ah... Damn!

Mobil yang gue tabrak itu merek Toyota Innova. Si supir bernama Roib langsung minta ganti rugi. Karena gak punya uang (di dompet cuma ada selembar 50 ribu), gue kasih nomer telpon dan fotokopi KTP. Gue minta dia untuk hubungin gue lagi.

Siangnya Roib sms gue, "Mba Fathanah, harga bemper mobilnya gak taunya mahal banget 2.350.000. Gimana ya Mba?". SYOK! MAHAL BANGET! Gue langsung kasih tau Nyokap dan beliau bilang untuk gak jawab sms itu, biar Bokap yang ngatasin. Gue patuh. Beberapa telpon dari Roib gak gue angkat.

Terus besoknya gue baru tau ternyata mobil yang gue tabrak itu mobil kantor dan ada asuransinya. Lah, ini sih jatuhnya si Roib mau menipu. Kata Nyokap, Bokap telpon kantornya langsung dan setelah omongan panjang lebar, akhirnya Bokap transfer 500 ribu untuk si Roib (uang buat ngegantiin rasa syoknya si Roib akibat kecelakaan itu).

Akibat dari kejadian itu, Nyokap dan Bokap harus keluar uang sekitar 2 jutaan: ganti semua bagian depan motor Abang sebesar 1,5 jt dan bayar si Roib sebesar 500 ribu.

Best part: gue masih hidup dan gak meninggal dalam kecelakaan itu.
Bad part: gue trauma dan setelah itu gue milih untuk naik angkutan umum kalau mau ke kampus.

Lalu kesibukan gue di bulan Agustus yang lalu adalah ngurusin acara 17an. Untuk kedua kalinya gue jadi ketua panitia 17an. Gue senang dipercaya lagi tapi gue gak senang dengan sebagian anggota panitia yang masih bersikap 'masa bodo' terhadap job masing-masing. Dan yang parah, kalau gak di-sms-in atau disamperin satu-satu, mereka tidak akan datang rapat. Benar-benar nyusahin.

And I have good news and bad news at the same time. Setelah dua puluh tahun melajang, akhirnya gue punya kekasih! Dia adalah senior gue di Himpunan Mahasiswa. Kita dekat karena sama-sama di divisi Radio. Obrolan kita nyambung dan dia salah satu teman curhat gue. Hehehe.

Lebaran di hari Senin, 28 Juli 2014 pukul 11.06 WIB, dia menyatakan perasaannya via BBM. Sebelumnya dia enggan menyatakan perasaannya via BBM, gak gentleman katanya. Tapi karena dia buat gue penasaran, jadinya gue tanya terus apa yang mau dia omongin.

Jreeeng! Rasanya campur aduk macam lagi makan permen Nano-Nano. Gue senang tapi ada rasa 'mengganjal'. Dia teman gue dan sebenarnya (entah kenapa) gue gak bisa kalau hubungan pertemanan berubah menjadi hubungan romantis. Tetapi karena ingin mencoba, akhirnya gue terima dia dan kita pacaran. 

Malam minggu pertama (dan pertemuan pertama setelah jadian), kita berdua ngobrol-ngobrol di J.Co Margo City, Depok. Waktu itu dia jaim abis! Dulu waktu masih jadi teman, dia gak kayak gitu. Asli awkward banget!

Beberapa hari setelah pertemuan itu, gue merasa tidak nyaman sama dia. Gue pikir ini efek dari baru-pertama-kali-pacaran. Tapi ternyata rasa tidak nyaman itu makin besar dan bikin gue bingung sendiri. Gue ingat dia bilang kita harus saling jujur.

Minggu, 10 Agustus 2014, gue bilang sama dia kalau gue merasa gak nyaman dan setelah chit-chat panjang lebar, akhirnya kami putus. Awalnya dia seperti tidak rela tapi akhirnya dia menghargai keputusan gue dan menerimanya.

My first experience of love, only lasted two weeks!

Setelah itu sih kami masih berteman baik. Dia juga sempat menjenguk gue setelah peristiwa kecelaakan itu. Hahaha.

PS: Terima kasih atas waktu dua minggunya ya! Semoga kamu bisa dapat pasangan yang lebih baik daripada aku. Semoga gue bisa rajin ngeblog lagi dan mohon maaf bilamana ada kesalahan penulisan kata dalam bahasa Inggris (soalnya gue lagi belajar bahasa Inggris (lagi)). Amin!

Wednesday, February 12, 2014

New Project.

Mati satu, tumbuh seribu mungkin menjadi peribahasa yang cocok untuk saya saat ini. Tadinya saya udah senang karena tidak keterima di acara JKT Move In (padahal saya udah ikut interviewnya) dan Dreamers Festival 2014. Sekarang tinggal nungguin pengumuman volunteer ARTE Indonesia 2014 (kalau yang ini sih saya berharap keterima, karena emang udah saya incar dari tahun lalu).

Tapi tadi sore saya meeting di Byblos Bistro di Pondok Indah Mall sama Kak Sela, Mas Reiza, Kak Citra, Kak Faisal, Momo, Ian, dan Karina. Ngomongin project baru: A'Fiiilm Short Movie Project Competition.

OUCH!

Saya sudah bilang belum kalau saya adalah salah satu kontributor tulisan review film di Kinescope? Yap! Karena saya salah satu dari kontributor, saya dipercaya menjadi event staff di acara ini.

Acara ini akan berlangsung dari bulan Februari sampai April nanti. Tadinya sih saya mau nolak ikut acara ini karena saya mau memperbaiki kehidupan kuliah dulu. Tapi akhirnya saya urungkan, karena kalau saya pikir-pikir lagi, susah lho dapet kepercayaan kayak gini. Saya termasuk kontributor yang malas (bukannya malas sih, soalnya saya baru pertama kali ngereview film). Saya cuma ngirim satu tulisan reviewan film buat Kinescope bulan Desember tahun kemarin. Saya ngereview filmnya Paul Walker, Hours. Habis itu saya gak ngirim review sama sekali, padahal saya udah disuruh belajar ngereview sama Mas Reiza. Makanya sekarang saya lagi mencoba ngereview film Killers. Hehehe.

By the way, kayaknya sekarang saya harus pintar-pintar bagi waktu deh. Pokoknya yang paling utama adalah kuliah! K-U-L-I-A-H! IPK saya harus naik di semester 4 ini! Tolong doakan saya teman-teman! Dan doakan agar saya selalu diberi kesehatan, soalnya sekarang saya agak pusing nih. Hiks. :'|

Ya gitu aja deh. Mohon dukungan dan doanya ya teman-teman! Terima kasih! :)

@theaarbar

Wednesday, January 1, 2014

2014!


SELAMAT TAHUN BARU 2014!

Resolusi 2014:
  • Semoga tahun ini karir saya makin menanjak.
  • Semoga tahun ini saya lebih mementingkan dan rajin kuliah (demi IPK yang lebih baik).
  • Semoga tahun ini saya mendapatkan pasangan (ini adalah resolusi yang tidak pernah berubah dari tahun ke tahun).
  • Semoga tahun ini saya rajin olahraga.

Amin.

@theaarbar

Thursday, August 8, 2013

Eid Mubarak 1434H!

Hello!

Hari ini HARI RAYA IDUL FITRI 1434H! Selamat Lebaran! Mohon maaf lahir dan batin. Hehehe... Hari ini makan-makan enak, dapat angpao but too bad saya gak bisa ikut sholat Ied karena sedang haid :(



I wear Summer Love Red from Popflats.co!

Meet my family!


Saya, Abang, Kakak, dan Mamak.

Tante Eni, Tante Elin, Mamak, dan Kakak.
Sebenarnya kemarin saya dan keluarga mendapat musibah. Rumah kami kebanjiran. Ini efek punya rumah dihimpit oleh empang dan anakan sungai Ciliwung. Untungnya Mamak, Papa, dan Abang saya dengan sigap menahan air agar tidak masuk ke dalam rumah. Saat itu saya dan Kakak saya tidak ada di rumah. Kami sedang keluar. Saya lagi berada di toko buku, Kakak saya lagi berada di toko game punya pacarnya.

Dan sialnya kamar saya sedikit kemasukan air. Untung notebook dan kamera tidak kena (karena terakhir barang-barang tersebut berada di atas kasur dan kasur saya berada di lantai). Hahaha...


Ini empang yang berada di sebelah rumah kami...

@theaarbar

Monday, August 5, 2013

H-4: Persiapan 17an

Hari ini saya berbelanja hadiah untuk 17an bersama Tika, 'Aa Ucup, dan Bang Agus.


Destinasi pertama kami adalah lingkungan konveksi di daerah Cipayung, Depok. Kami membeli banyak kaos untuk umur dibawah 1 tahun dan 1-5 tahun. Bang Agus sama 'Aa Ucup modus sama mbak-mbak jualannya dan hasil dari modus itu adalah diskon! Lumayan! :))



Sumpah, belanja di sini tuh murah banget! Saya nemu satu baju atasan yang bagus tapi setelah saya lihat lagi ternyata jahitannya gak rapih. Ah, sayang sekali. Saya gak jadi beli deh. Hahaha.



Destinasi kedua kami adalah pasar di Jln. Dewi Sartika. Di sana kami mencari buku tulis, pulpen, dan pensil untuk umur 6 - 12 tahun. Fyuh! Untung kami sudah sampai di salah satu toko ketika hujan turun dengan lebat.



Setelahnya kami pulang dengan banyak belanjaan. Hahaha.



Malamnya kami langsung membungkus semua hadiah. Tapi sayangnya kami belum terkonsep hingga 'Aa Endoh mengeluarkan ide untuk membuat paper bag. akhirnya semua setuju dan akhirnya (lagi) semua kado yang sudah terbungkus (tidak rapi) harus dibongkar ulang. Membuang waktu sekali. Hahaha...



Kami mulai membuat paper bag dan membungkus ulang semua hadiah hingga pukul 1 malam. Hahaha...



Dan ternyata paper bag-nya belum selesai dan harus dilanjut besok. Hihihi.



@theaarbar

Sunday, August 4, 2013

H-5: Minggu itu Sunday dan Rapat Tadi Bikin Saya Badmood.

Hari ini rapat panitia 17an (lagi).

Di sini kami punya delapan jabatan; ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, divisi humas, divisi perlengkapan, divisi kreatif, dan divisi konsumsi.

Dan... Astaga... Yang datang rapat makin dikit aja. Padahal sudah dikabari via surat, sms, dan telpon. Tetep aja yang datang dikit. Hari ini yang rapat hanya ada 12 orang. Hanya ada saya (ketua), Tika (bendahara), Lili (anggota divisi kreatif), Selvi (ketua divisi kreatif), Baby (anggota divisi konsumsi), Henry (anggota divisi humas), Albim (wakil ketua), Ayu (anggota divisi kreatif), Mira (anggota divisi kreatif), Iqna (ketua divisi konsumsi), Puput (ketua divisi humas), Iam (anggota divisi perlengkapan), 'Aa Endoh, dan Yusuf.

Kemana sekretaris dan ketua divisi perlengkapan?

Sekretaris saya, Fana, baru mengabari  saya saat dia sudah sampai di kampungnya. Dengan entengnya dia bilang dia tidak bisa ikut rapat karena sudah pulang kampung. Padahal data-data anak-anak ada di dia DAN SEKARANG DIA SUDAH PULANG KAMPUNG!

Kemarin-kemarin sudah dikabari oleh Tika, tapi tidak digubris oleh Fana. Astaga.

Ketua divisi perlengkapan, Reza, tidak datang karena merasa tidak dikabari oleh kami. Padahal sudah  saya kabari via BBM dan Twitter. Astaga, kamu ini ketua divisi perlengkapan lho!

Saya badmood.

@theaarbar

Saturday, August 3, 2013

H-6: Kampus dan Midnight Sale!

Saya tipe orang yang gampang melupakan sesuatu (tapi tidak dengan cinta pertama saya itu). Daaan saya (hampir saja) lupa kalau ternyata HARI INI ADALAH HARI TERAKHIR PEMBAYARAN UANG KULIAH!

Mampus.

Untung kemarin Antin bilangin. Kalau enggak, saya mungkin belum terdaftar lagi di data kampus. Dan untung Antin kemarin ke kampus, jadi saya bisa nitip ambilin slip pembayaran di BAK. Jadi nanti saya tinggal mampir ke rumah Antin sebentar, kemudian pergi ke bank. Jadi gak usah bolak-balik ke kampus. Hahaha... benar-benar malas sekali saya.

Tapi saya sedikit deg-degan. Soalnya hari ini adalah hari sabtu. Dimana biasanya bank tutup. Tapi ternyata BNI Margonda masih buka hingga pukul 2 siang. Alhamdulillah!

Tapi sesampainya di bank... Masya Allah... Penuhnya bukan main! Mana tellernya cuma ada 3 orang. Terpaksa nunggu lama ini sih. Saya datang kira-kira pukul 10.43 dan baru bisa melakukan pembayaran kira-kira pukul 11.44. Astagah! -_-

Demi kampus, saya rela menunggu sejam lebih -_-

Eh saya sempat bertemu wali kelas 11 dulu. Dia itu sebenarnya adalah musuh saya dan teman-teman Elsour saya dulu. Karena cara mengajar dia sedikit sok. Omongan dia tinggi sekali. Saya ngeri kalau dia jatuh. Pasti sakit sekali.

Tapi saya sedikit bersyukur ternyata dia sudah menikah. Saya pikir dia akan menjadi bujangan tua. Alhamdulillah ternyata ada yang mau menerima dia apa adanya. Hahaha.

By the way, jalanan Margonda siang tadi benar-benar ujian terberat di bulan puasa ini. Rasanya mau marah-marah aja! Beneran deh! Angkot-angkot ini benar-benar tidak tau aturan! Bikin gemes! Pengen saya gergaji aja tuh supir! Astagfirullah... -_-

Untung di Lenteng Agung gak macet. Jalanannya lenggang banget! Ke kampus gak sampai 20 menit! Wohoo!

Dan saya di kampus gak sampai 5 menit. Astaga.

Oiya, hari ini Margo City mengadakan Margo City Midnight Sale lho! Karena tadi siang baru dikasih uang beli baju sama Mamak, saya dan Kakak saya berencana belanja di sana. Kakak saya jalan duluan karena Kakak saya ada buka puasa bersama teman-temannya di Margo. Sedangkan saya menyusul.

Oiya (lagi), sepatu Rachel Floral dari UP saya sudah sampai! Di website, estimasi sepatu saya datang adalah tanggal 6 Agustus 2013 tapi ternyata hari ini sudah sampai! Wohoo! Benar-benar menyenangkan berbelanja sepatu di sana. Hehehe.

Rachel Floral from UP Shoes!

Karena Margo City Midnight Sale baru mulai pukul 9 - 12 malam, maka saya baru berangkat pukul 8 malam. Tadinya saya berniat ke sana dengan Mamoot. Tapi ternyata Mamak sama Abang saya mau ikut namun mereka menyusul dengan mobil. Akhirnya saya jalan naik angkutan umum.

Sesampai di Margo, ternyata Kakak saya buka puasa bersama 2 sahabatnya dari SMP, Kak Fitri dan Kak Tina. Dan Kak Tina sekarang lagi hamil 8 bulan. Selamat!

Mereka sempat bertanya kepada saya, "Masih inget?". Tentu saya masih ingat. Kakak saya dan mereka berdua benar-benar seperti Trio Kwek-Kwek. Hahaha.

Ngomong-ngomong, saya iseng ngomong, "Kak kapan lo begitu? (sambil nunjuk Kak Tina yang sedang hamil)", mereka bertiga sempat tertawa sebentar. Tak lama kemudian, Kakak saya langsung ganti topik. Dasar.

Setelah berbincang-bincang, kami langsung jalan-jalan dan gak lama kemudian Midnight Sale-nya dimulai! Wuih! Penuh banget Margo tuh! Udah kayak di St. Tanah Abang penuhnya! Hahaha.

Apa aja kamu beli di Margo City Midnight Sale?

Setelah saya muter-muter, akhirnya pilihan saya jatuh ke rok hitam panjang renda Colorbox. Saya beli itu pas banget ukuran L-nya tinggal satu. Saya pikir ukuran L tidak muat sama saya, tapi ternyata muat dan bagus banget, makanya langsung saya beli. Hehehe...

Dan saya beli CD EndahNRhesa yang terbaru: 'Escape'. Akhirnya sempet juga beli. Dari kemarin belum sempat beli. Saya sempet iri sama suami Kak Lian, Kak Yuswo, yang udah beli CD EndahNRhesa duluan. Hahaha.

EndahNRhesa 3rd album: 'Escape'!

Setelah capek muter, saya dan Kakak saya (Kak Tina dan Kak Fitri udah pulang duluan), istirahat sejenak di food court sambil nunggu Mamak dan Abang datang. Gak lama Mamak, Abang dan pacarnya, Kak Mby, datang. Sebelum belanja (lagi), kami berlima makan chicken steak di Fiesta. Nyam!

Sehabis makan, kami langsung mencar lagi. Saya sama kakak saya, Mamak sama Abang dan Kak Mby. Heuuuuh! Tiba-tiba perut dan paha saya kram! Ini efek dari haid. Iya. Saya sedang haid. Saya gak puasa dan sepertinya saya tidak bisa ikut Sholat Ied :'(

Akhirnya kami pulang. Di mobil saya cuma bisa nahan sakit sambil minum obat penahan rasa sakit. Gak lama saya ketiduran dan baru bangun sesampainya kami di rumah. Hehehe.

Ah. Hari ini menyenangkan (dan menyakitkan).

@theaarbar

Friday, August 2, 2013

H-7: Move On

Kemarin saya berbincang-bincang via BBM dengan teman kampus saya, Antin.


Antin baru putus dengan pacarnya dan dia sulit move on. Katanya hati dia masih tertinggal di mantannya itu. Saya bilang, lebih baik move on. Oh God, kemarin saya (benar-benar sok) menasihati Antin. Padahal (ternyata) saya-pun belum bisa move on dari cinta pertama saya.



Benar kata Gong Min-Young, memori cinta pertama itu sulit untuk dilupakan.



Tadi saya nonton Running Man, dan ada Park Ji-Sung menjadi tamu di sana. Sebenarnya agak memalukan, tapi setiap saya melihat pria yang suka main bola atau futsal, saya selalu teringat cinta pertama saya.



Saya sudah berusaha untuk tidak mengingatnya, tapi hati saya selalu menolaknya. Cinta? Enggaklah. Ini sudah melebihi cinta. Ini gila! Pantas saya sulit mendapatkan pasangan, saya terlalu 'menggilai' cinta pertama saya. Padahal cinta pertama saya gak ganteng atau keren. Dia biasa aja. Pokoknya bukan tipe pria keren deh. Tapi saya malah suka. Aneh.



Haah... saya capek. Tuhan, tolong berikan saya pria yang lain agar saya bisa melupakannya. Saya benar-benar sulit melupakannya. :(



Seharusnya saya tidak menasihati Antin tentang move on, karena saya-pun sampai sekarang sulit move on dari cinta pertama saya; cinta yang datang 10 tahun yang lalu sekaligus cinta yang bertepuk sebelah tangan.



Cinta yang takkan pernah terbalas.



@theaarbar

Thursday, August 1, 2013

H-8: Status

Saya cuma berpikir, kalau sampai di umur 20 tahun saya belum juga punya pacar, berarti saya benar-benar tidak akan pernah merasakan 'pacaran di umur belasan'. Dan jika umur saya sudah memasuki umur 20 tahun, saya benar-benar harus fokus ke kuliah dan pekerjaan yang akan saya dapatkan nanti.


Dan untuk menuju umur 20 tahun, waktu saya hanya tinggal 17 bulan lagi. Hehehe.



@theaarbar

Wednesday, July 31, 2013

H-9: 매우 게으른 여자가

Arti dari judul di atas adalah 'menjadi gadis yang sangat malas'. Saya translate dari Google Translate. Entah benat atau tidak, saya tidak perduli. Hahaha.

Hari ini saya hanya akan memposting kemalasan.

Kerjaan saya hari ini hanya tidur kemudian baca komik dan kemudian tidur lagi hingga adzan Magrib.

Kalau begini terus, saya gak yakin bakal dapet jodoh. Tuhan juga mikir kali kalau mau ngasih saya jodoh. Saya aja males. Hehehe.

Udah ah.

@theaarbar

Tuesday, July 30, 2013

H-10: Sushi!

Menjelang buka puasa, saya dan kakak saya nonton variety show Tasty Road di Channel M. Di episode itu, para host mengunjungi restoran Sushi.

Setelah acara itu habis dan setelah buka puasa, kami langsung ke Takarajima Depok untuk makan Sushi.



Acara televisi sialan!

@theaarbar

Monday, July 29, 2013

Sunday, July 28, 2013

H-12: SOTR 29GENERATION & Bukber IKASERA08/09

Rasanya pengen ketawa sekencang-kencangnya karena saya salah tempat ngumpul. Seharusnya ngumpul di Bimbel Mitra Pelajar, bukan di RS Mitra. Astaga... Bikin malu deh! Alhasil sampai di sana saya diketawain sama temen-temen. Hiks.

Ini pertama kalinya saya ikut SOTR. Sewaktu SMA dulu, saya tidak berani ikut SOTR. Biasa, ansos. Namun kali ini saya ikut karena saya bosan sahur di rumah. Hehehe...

Sebenarnya saya deg-degan. Takut gak ada yang mau boncengin saya. Ini perkara brengsek karena saya gak boleh bawa Mamoot sama Mamak. Kalau saya boleh bawa Mamoot, saya tidak akan sedeg-degan ini.

Saya makin deg-degan ketika kami mau jalan. Ya ampun, saya diboncengin sama siapa? :'(

Detik-detik mau berangkat... Alhamdulillah ada Billy yang mau boncengin saya.

Emang teman-teman yang lain gak ada yang mau boncengin? Jahat banget!

Selain (mungkin) mereka tidak menganggap saya perempuan, saya gendut, dan saya terlalu 'mandiri'. Dan dari dulu saya emang lebih senang bawa motor sendiri. Saya lebih suka diandalkan daripada mengandalkan. Huft.


Rafika & Dziky, di pemberhentian pertama kami, SPBU Margonda.
Pemberhentian kedua: Kampus Tercinta IISIP Jakarta

Ini para bikers di barisan belakang :))

Tapi selama di perjalanan, si Billy terkadang ngeluh berat. Saya udah menawarkan diri untuk gantian bawa motor, tapi si Billy gak mau. Gengsi laki-laki terlalu besar ya =_=

Selama di perjalanan saya mulai merekam untuk dibuat diedit sama Ricko nanti. Wuih! Saya paling senang jalan malam. Karena semua terlihat 'bebas'. Itu menjadi alasan mengapa saya senang pulang jam 1 malam. Hehehe.

Setelah mengarungi jalanan Ibu Kota, sampailah kami di Monumen Nasional (Monas), Jakarta!

Setelah dapat tempat, kami langsung memulai acara, yaitu lomba balap karung dan tarik tambang. Hoi panitia! Ini acara SOTR atau 17an? =_=

Saya disuruh ikut lomba balap karung, ya kalahlah saya. Saya kan gak kuat lompat-lompat. Dan saya juga disuruh ikut lomba tarik tambang. Tapi kali ini grup saya menang dan mendapatkan hadiah... majalah Hidayah? Serius nih? Sumpah demi apapun, teman-teman grup tarik tambang saya gak ada yang mau bawa itu hadiah. Akhirnya saya yang bawa pulang. =_=


Majalah Hidayah edisi lawas

Ada 7 buah majalah yang saya bawa pulang...

Akhirnya setelah capek ikut lomba, kami makan juga. Saatnya sahur! Makanannya lumayan enak tapi nasinya kurang air. Sayang banget.


Sembari dibagi-bagiin makanan, kita juga dibagiin sticker. Stickernya di desain sama Rere lho :D

Ayam goreng, capcay, sambal kentang, dan nasi yang kurang air.

Ngobrol-ngobrol dulu sehabis makan

Yang tiduran itu namanya Billy. Dia istirahat dulu sebelum ngeboncengin gue lagi =_=

Setelah kami ngalor-ngidul, istirahat, dan foto bersama, kami langsung cabut dari Monas. Tapi sebelum pulang ke rumah, kami transit dulu di Masjid Cut Meutia untuk melaksanakan ibadah sholat Subuh. Wuih! Masjidnya adem banget! Sumpah! Nyaman banget!

Masjid Cut Meutia, Jakarta.

Para pria, yang sudah menjalankan ibadah sholat subuh, sedang berbincang-bincang

Pria ini bernama Weldy, teman saya dari kelas 10 SMA.

Setelahnya kami benar-benar pulang ke Depok. Titik kumpul terakhir adalah di depan Margo City. Setelahnya, dengan (mungkin lebih dari) 80km/jam, saya langsung diantar pulang sampai di depan rumah oleh Billy. Astagfirullah! Bikin jantungan aja deh bawa motornya! =_=


***

Saya baru bangun sekitar jam 2 siang. Haaah! Saya baru ingat ada acara bukber IKASERA08/09 (Ikatan Alumni SMP Setia Negara angkatan 08/09) di SMP saya. Saya buru-buru mandi dan dandan cantik.

Tiba-tiba saya deg-degan. Saya akan ketemu Ivan, cinta pertama saya. Saya harus gimana?! Saya takut 'rasa' itu masih ada. Hiks...

Setelah selesai mandi, rapih-rapih, dan menjadi cantik, saya langsung berangkat. Bismillah.

Sampai di sana ternyata masih sepi. Belum banyak anak yang datang. Tapi tak lama kemudian banyak yang datang, termasuk Ivan.

Saya gak bisa melihatnya. Saya takut. Saya takut karena pandangan mata tidak pernah berbohong. Saya benar-benar takut kalau 'rasa' itu beneran masih ada.

Okeh, ganti topik. Akhirnya saya ketemu lagi sama Fikri! Dia adalah laki-laki yang tidak pernah mengalahkan tinggi badan saya... sampai sekarang. Tapi sekarang dia kumisan lho. Lucu banget. Hahaha...

Dan saya juga berbincang-bincang dengan Wahyu Utomo. Mau tau gak kalimat pertama yang dia lontarkan ke saya; "Elo tuh satu-satunya perempuan yang pernah nendang mata gue". ASTAGA! EMANGNYA GUE SELIAR ITU YA?!

Dan saya kaget ternyata si Wahyu ini tau kalau gue suka sama Ivan. Katanya dia tau dari Twitter dan blog saya. Eh, dia baca blog saya? Astaga... memalukan sekali. Postingan saya kan kebanyakan galaunya. Hehehe...

Oiya, kalau Wahyu baca postingan saya yang ini, saya minta maaf ya dulu pernah nendang mata kamu. Saya waktu itu masih polos. Hehehe :)


Yang pada sholat magrib.

Para teman-teman SMP (1)

Para teman-teman SMP (2)

Para teman-teman SMP (3)

Namanya Amanda. Dia teman yang pertama kali saya kenal di SMP. Dia juga temen sebangku saya :D

Yang pakai kaos polo garis-garis biru-putih itu namanya Fikri. Dia temen saya yang paling... kecil :p





Sebenarnya saya agak kecewa dengan bukber kali ini. Anak-anaknya gak bisa diatur. Gak mau bergabung bersama. Mereka masih main pakai sistem 'geng'. Astaga. :(

Dan akhir bukber kali ini ditutup dengan foto bersama.


Semoga bisa kumpul bareng lagi ya :D

Hari ini menyenangkan!

@theaarbar