Saturday, December 30, 2017

23

Alhamdulillah.

SETELAH MENEMPUH 5 TAHUN ATAU SETARA DENGAN 10 SEMESTER KULIAH, AKHIRNYA SAYA LULUS JUGA!!! πŸ’ƒ

Walaupun IPK dan nilai skripsi tidak memuaskan alias B aja, saya cukup bahagia bisa lulus dari Kampus Tercinta. Super bersyukur pokoknya! πŸ€˜


Swipe πŸ‘‰πŸΌπŸ‘‰πŸΌπŸ‘‰πŸΌ • Gue ini anaknya kelewat santai pakai banget saat kuliah, makanya taking 10 semesters or 5 years to graduate. Jika tidak ada ancaman dari Mamak untuk bayar uang kuliah sendiri kalau gue enggak skripsian di semester 10, mungkin sekarang gue masih betah kuliah. πŸ˜… • Tapi saat wisuda kemarin, gue punya perasaan lega tersendiri karena akhirnya Mamak sudah tidak punya tanggungan pendidikan lagi. Beliau berhasil membuat ketiga anaknya punya gelar dibelakang nama masing-masing. Honestly, di sisi lain gue masih punya perasaan menggantung karena belum bisa kasih lihat Mamak wisuda yang pakai toga beneran, yang talinya dipindahin itu. Nanti ya, Mak. Kalau ada jalan, rejeki, dan umur, ku akan lanjut S2. InshaAllah πŸ™πŸΌ • Jujur, kemarin gue gak mau unggah foto-foto wisuda karena belum terpuaskan dengan pencapaian tersebut. Nah, karena tahun depan sudah pasti akan bekerja, gue unggah fotonya hari ini. Ternyata foto wisuda gue gak banyak. Gue pun gak banyak motret karena sibuk ketemu teman-teman seperjuangan lainnya. Fyi, gue datang wisuda terlambat. Masuk ke barisan jurusan HI, pas di dalam auditorium, langsung ngacir ke barisan jurusan Jurnalistik dan pasang poker face πŸ˜ŽπŸ€£πŸ˜‹ • Dipotret oleh: @mickyurisa MUA: @khansamanda #superlatepost #longcaption #multipleposts #wisuda #wisudaiisip #wishudah #alhamdulillah #gpp #walaupun #kurang #pasangan #nasib #yaudahgituaja
A post shared by Thea Fathanah Arbar (@theaarbar) on

Thea Fathanah Arbar, S.Ikom aka official unemployment. πŸ‘©πŸ»‍πŸŽ“ • Kalau ada yang tanya gimana sidang skripsinya, yah gitu lah. Salah banget deh gue menatap kedua bola mata Bang Omar dan Pak Nur Ichwan, jadi grogi sendiri terus kena cecar deh. Kalau jawab kebanyakan ao ao karena ngeblank. Padahal mah gue tau jawabannya, hampir mau terucap eh tiba-tiba lupa mau jawab apa. Untung boleh nanya penonton sidang yang duduk di belakang. Efek terlalu nervous yet excited dengan sidang skripsi kemarin sih ini πŸ˜‚πŸ‘ŒπŸΌ Sekarang cuma bisa berdoa nilai skripsi yang sudah 3 kali ganti judul dan 3 kali ganti media ini bisa memuaskan. Amin! πŸ™πŸΌ • Thesis Defense Week at IISIP Jakarta: Wednesday update (part I). #thesisdefense #sidangskripsi #sarjana #sikom #sarjanailmukomunikasi #jurnalistik #journalism #journalismstudent #finalyearstudent #collegelife #campuslife #pengangguran #papipursquad #wednesday #excitedyetnervous #latepost
A post shared by Thea Fathanah Arbar (@theaarbar) on

Foto bersama teman-teman baik dan seperjuangan di Kampus Tercinta. Untuk Yaumil, tiba-tiba dia nongol gitu aja di kampus terus ngasih gue bunga. Padahal beberapa hari lalu dia masih update main sepeda di kampung halamannya, Aceh. Sok sweet banget cowok tampan satu ini πŸ‘ŒπŸΌ Kalau cewek lain mungkin udah klepak-klepek sama Yaumil dan cara dia tebar pesona. Tapi kalau gue udah tau nih anak kayak gimana, jadi no thanks dah wakakakakak! πŸ˜‚ Terus itu gue bukan merem ya, tapi senyum bahagia. Emang kalau lagi senyum bahagia mah pasti mata gue jadi segaris doang... πŸ˜ŠπŸ˜‘ • Thesis Defense Week at IISIP Jakarta: Wednesday update (part II). #thesisdefense #sidangskripsi #sarjana #sikom #sarjanailmukomunikasi #jurnalistik #journalism #journalismstudent #finalyearstudent #collegelife #campuslife #pengangguran #papipursquad #wednesday #excitedyetnervous #latepost
A post shared by Thea Fathanah Arbar (@theaarbar) on

Tidak banyak postingan yang saya buat setelah wisuda, karena saya sibuk liburan ala pengangguran (baca: tidur, nonton drama, makan dan siklusnya begitu terus hingga akhir tahun). πŸ˜‹

Pada ulang tahun ke-23 ini, akhirnya saya bisa marathon nonton film di bioskop lagi. Setelah gak bisa nonton film apa-apa di bioskop karena uangnya kehalang skripsian. πŸ˜

Saya juga mendapat late birthday gifts dari Kak Lian, Kak Giar dan Kak Apit, serta Mamak. Terima kasih atas hadiahnya! πŸ’žπŸ’žπŸ’ž

Ditambah (akhirnya) saya dapat kerjaan sebagai reporter di Tempo.co. Gilak! Pokoknya tahun ini cuma bisa bersyukur! Alhamdulillah. πŸ™

Friday, November 17, 2017

List of K-Drama I've Watched in 2017 [part 2]

Hi!

Mungkin banyak orang yang penasaran, mengapa saya senang sekali nonton K-drama dibandingkan sinetron Indonesia, dorama Jepang atau serial barat. Menurut pandangan saya, K-drama lebih unggul dalam kualitas gambar dan suara, plot cerita, dan akting para pemainnya dibandingkan sinetron Indonesia atau dorama Jepang. Sedangkan dalam serial barat, walaupun sinematografinya sama-sama bagus, tapi kadang saya tidak suka dengan plot cerita beserta endingnya. Alasan kenapa K-drama lebih menarik, because we all love happy ending! Ya gak sih? πŸ˜‚

Alasan mengapa saya tidak menonton sinetron Indonesia bisa dibaca di sini. Saya nonton beberapa dorama dan serial barat, tetapi tidak seintens K-drama. Alasan mengapa saya senang sekali menonton K-drama bisa kamu baca di sini dan ini ya.

===============================================================
 K-dramas airing in April 2017 
===============================================================


Queen of Mystery μΆ”λ¦¬μ˜ μ—¬μ™• poster from here.

Queen of Mystery μΆ”λ¦¬μ˜ μ—¬μ™•
Romanisasi: Chooriui Yeowang
Broadcast network: KBS2
Klasifikasi: 15 (15μ„Έ 이상 κ΄€λžŒκ°€)
Periode siaran: 5 April - 25 Mei 2017
Waktu tayang: Rabu dan Kamis pukul 22:00 KST
Jumlah episode: 16 episode
Genre: mystery/comedy
Produksi: AStory Co., Ltd.
Sutradara: Kim Jin-Woo, Yoo Young-Eun
Penulis: Lee Sung-Min
Casts: Choi Gang-Hee (Yoo Seol-Ok), Kwon Sang-Woo (Ha Wan-Seung), etc.



Sinopsis: Yoo Seol-Ok (Choi Gang-Hee) liked mystery novels and wanted to become a detective, but she gave up her dream after marrying. Now, she is a housewife with a husband who works as a prosecutor. She meets Ha Wan-Seung (Kwon Sang-Woo). He is a passionate detective and they decide to collaborate to solve cases.

Komentar: Pertemuan antara akting Choi Gang-Hee yang terlihat agak mbloon dengan akting Kwon Sang-Woo yang keras kepala dan bodoh itu sungguh membuat saya jatuh cinta dengan drama ini. Semua masalah yang ada dalam penyidikan bisa dipecahkan dengan mudah oleh Seol-Ok. Untuk action scene, urusannya bisa ditangani dengan mudah oleh Wan-Seung.

Pasangan ini (gak bisa disebut pasangan juga sih karena Seol-Ok sudah bersuami) membuat semua masalah terlihat mudah untuk diatasi. Drama ini akan mbikin kamu ingin terus melihat mereka memecahkan kasus demi kasus.

And, hey! Jangan lupa, Queen of Mystery season 2 akan tayang pada Februari 2018~ πŸŽ‰

Lesson learned from this K-drama: Umur bukan halangan untuk menggapai cita-cita~

Wednesday, October 18, 2017

Mimpi Itu... [part 13]

Siang itu merupakan hari terpanas yang pernah kami bertiga lalui. Kami; aku, Amel, dan Umire duduk di bawah pohon rindang di taman kampus. Berharap oksigen yang dikeluarkan sang pohon bisa menurunkan suhu panas siang itu.

"Gue mau ke mini market di depan (kampus) nih. Mau ikut gak?" celetuk Umire.

"Ikut!" jawabku dan Amel bersamaan.

Sebenarnya mini market di depan kampus tak terlalu jauh, tetapi panasnya siang itu dan luasnya taman rindang di kampus membuat kami berjalan sedikit lambat karena harus berteduh di bawah pohon satu ke pohon lainnya.

Beberapa menit kemudian, sampailah kami di dalam mini market yang super sejuk. AC mini market seperti oase di tengah gurun, dan kami bersyukur kepada manusia-manusia yang menciptakan produk teknologi seperti AC dan kipas angin.

Aku langsung berlari ke arah lemari pendingin dan mengambil minuman kopi kaleng kesukaanku. Amel dan Umire masih melihat-lihat minuman dalam lemari pendingin lainnya.

"Gue duluan ya (ke kasirnya)," kataku sembari mengambil satu batang cokelat dari rak dekat lemari pendingin.

Aku mengantri di depan kasir. Ternyata banyak mahasiswa yang sedang membeli minuman dingin di siang hari yang panas ini.

Tiba-tiba dari belakang aku ditubruk oleh seorang pria berbadan besar seperti Ivan Gunawan. Aku menengok dan hanya bisa melihat bagian dada dan lengannya. Aku tak melihat wajahnya karena sepertinya pria ini terlalu tinggi, dan aku perlu mendongak untuk melihatnya.

"Maaf," kata pria itu pelan.

Aku sebenarnya paling tak suka dengan kejadian seperti ini. Dia seperti melewati personal space aku. Aku memasang wajah tak suka setelah ia meminta maaf.

Lagi-lagi dia menubrukku. Aku langsung mendongak dengan wajah kesal, melihat wajah pria dengan rasa bersalah.

"Maaf," kata pria itu.

Masih dengan wajah kesal, aku hanya diam tak menjawab dan kembali mengantri. Amel dan Umire masih di depan lemari pendingin saat itu.

Tiba-tiba mati lampu dan seluruh ruangan gelap gulita. Semua orang berteriak kaget. Tiba-tiba pria yang tadi menubrukku malah memelukku dari belakang. Kedua lengannya mengitari bahuku. Dadanya menempel erat di punggungku. Nafasnya berat.

Tapi bodohnya aku tak ingin melepaskannya. Entah mengapa rasanya begitu hangat. Aku meraih kedua lengannya yang memelukku. Aku memejamkan mata, menikmati pelukan itu.

Pria tersebut bernafas di telingaku dan berbicara, "Aku..."

TEEEET!!! TEEEET!!! TEEEET!!!

Tiba-tiba alarm bunyi dan saya terbangun dengan panik, mengira ada telepon karena ringtone alarm dan telepon sama. Adegan di mini market setelah mati lampu dan langsung gelap gulita sebenarnya gak make sense karena latar dari awal itu siang hari. But yeah, it's a dream! Gak heran kalau aneh dan gak make sense hahaha

Tuesday, October 17, 2017

List of K-Drama I've Watched in 2017 [part 1]

Hi!

Sebelumnya, postingan mengenai daftar K-drama yang saya tonton sepanjang tahun 2017 akan dibagi menjadi 4 bagian (Januari - Maret, April - Juni, Juli - September, Oktober - Desember). Perlu diingat kalau saya tidak menonton semua drama yang tayang. Saya nonton K-drama berdasarkan sinopsis, trailer, daftar pemeran dan mood. Kalau gak mood,  mau sebagus apapun reviewnya, saya gak bakal nonton K-drama tersebut. Oh! Please beware, this will be a super long post. πŸ˜†

Nah, mari kita memulai postingan ini dengan curhatan dan keluh kesah terlebih dahulu~

Menonton drama dari Korea Selatan (K-drama) merupakan makanan sehari-hari saya saat ini. Yah, namanya juga pengangguran yang sedang saving money mode on, pilihannya hanya bisa berdiam diri di rumah, tidur, atau menonton K-drama untuk mengejar ketertinggalan selama 4 bulan akibat skripsian. Pokoknya keluar rumah kalau ada hal penting saja.

Ini efek skripsi juga sih. Serius, tabungan saya habis buat skripsian doang. Ngeprint, fotokopi, scan data, dan tetek bengek lainnya. Kalau dihitung, dari awal skripsi sampai penggandaan skripsi untuk sidang, tabungan saya habis ± Rp 900.000. Biaya tersebut belum termasuk biaya sidang dan wisuda, beli kemeja putih, celana hitam, dan sepatu untuk sidang skripsi.

Beruntung rumah saya cukup nyaman, ditambah akses wi-fi yang kencang dan unlimited foods! Kalaupun tidak ada makanan, saya bisa pesan lewat Go-Food atau masak sendiri. Saya introverthomeperson dan heavy sleeper, jadi tak keluar rumah sebulan penuh dan tidur 20 jam non-stop pun tak masalah.

Saya mulai menonton K-drama sejak SMP, sambil menemani Mami Eyang (ibu dari ayah) yang sedang sakit kala itu. Indosiar merupakan salah satu saluran televisi nasional yang mendubbing dan menayangkan drama sageuk yaitu drama berlatar dinasti dan kerajaan di Korea zaman dahulu. Pada saat SMA, saya getol beli DVD K-drama bajakan, kadang pinjam punya kakak. Memasuki dunia perkuliahan, saya getol download ilegal HD K-drama yang satu episodenya bisa berukuran 900 MB - 1 GB lebih (kini semua drama sudah saya hapus karena terlalu memenuhi memori).

Pada akhir tahun 2016 hingga kini, saya lebih suka nonton streaming di VIU Indonesia, yaitu aplikasi streaming berbayar dengan subtitle English, Bahasa Indonesia, Bahasa Malaysia, dan Bahasa Mandarin; KissAsian atau My Asian TV yang paling cepat update dengan hardsub English; atau 123Drakor atau IndoXXI atau Ns21.me dengan hardsub Bahasa Indonesia. Sayang, Drama Fever tidak available di Indonesia. Saya juga sempat coba streaming di Viki, tetapi kemudian menyerah karena satu episode saja banyak banget iklannya. ☹️

Sejauh ini saya sudah menonton 33 judul drama di 2017. Jujur, saya lupa urutan K-drama yang saya tonton, jadi daftar ini akan berurutan sesuai dengan jadwal tayang perdana ya!~

===============================================================
 K-dramas airing in January 2017 
===============================================================

Thursday, September 21, 2017

Pengabdi Setan: Ibu Datang Kembali

Poster Instagram Pengabdi Setan (dok. Rafi Films)

Setelah mengidap penyakit aneh selama 3 tahun, Ibu (Ayu Laksmi) akhirnya meninggal dunia. Karena tekanan ekonomi, Bapak (Bront Palarae) lalu memutuskan untuk mencari nafkah di luar kota, meninggalkan keempat anak; Rini (Tara Basro), Toni (Endy Arfian), Boni (Nasar Anuz), dan Ian (M. Adhiyat) serta Ibundanya (Elly D. Luthan) yang duduk di kursi roda.

Tak lama setelah Bapak pergi, keempat anak tersebut merasa bahwa Ibu kembali berada di rumah. Situasi semakin menyeramkan ketika mereka mengetahui bahwa Ibu datang lagi tidak sekedar untuk menjenguk, tetapi juga untuk menjemput mereka.


Pengabdi Setan (Satan’s Slave) merupakan film produksi Rafi Films tahun 1980 yang ditulis dan disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra. Kali ini Rafi Films bekerjasama dengan sutradara Joko Anwar untuk meremake film Pengabdi Setan.

Saat mendengar film Pengabdi Setan akan diremake oleh Joko Anwar, saya pikir akan melihat karakter ikonik nan jahat Bibi Darminah (diperankan oleh Ruth Pelupessy), karakter Pak Karto (diperankan oleh I.M. Damsyik) yang taat agama tetapi sering sakit-sakitan, atau karakter Rita (diperankan oleh Siska Karabety) anak muda yang tak percaya tahayul dan senang hura-hura padahal Ibunya belum lama meninggal dunia, ternyata saya tidak mendapatinya.


Banyak perbedaan mencolok antara film Pengabdi Setan original dan versi remakenya. Mulai dari plot cerita, karakter dan latar belakang mereka yang berbeda tetapi esensinya tetap sama. Remake Pengabdi Setan lebih vivid dari segi cerita dan karakter. Bisa dikatakan bahwa plot cerita remake ini sedikit lebih rumit dari versi originalnya, tetapi untungnya digambarkan dengan baik oleh sang sutradara. Menurut saya, Pengabdi Setan remake ini seperti jawaban atas pertanyaan yang muncul tetapi tak terjawab dengan baik pada Pengabdi Setan original.

Dalam gelaran konferensi pers di Epicentrum XXI, Rabu (20/9/2017), Joko Anwar selaku sutradara sempat memberikan statement mengenai perbedaan plot cerita versi original dan remake, “Ketika kita mau remake sebuah film, tidak bisa mengulang kembali adegan yang sudah dibuat film sebelumnya. Sensibilitas penontonnya pasti berbeda, apa yang menakutkan di zaman dulu belum tentu dianggap menakutkan sekarang.”

First impression setelah menonton screening film ini: ADIK CAPEK NONTONNYA, BANG!

Pengabdi Setan remake ini mampu memberikan kengerian aneh yang membuat saya sulit tidur setelah menontonnya. Dengan durasi 105 menit, Joko Anwar tidak membiarkan saya dan para penonton lainnya bernafas lega. Banyak kejutan-kejutan menyeramkan (jump scare) tetapi tidak murahan yang membuat penonton berteriak kaget kemudian menutup mata atau telinganya (I do both! πŸ˜±).


Setan-setan yang bertebaran dalam film ini pun murni memakai special make-up effects tanpa efek digital komputer. Ditambah sound effect dan original soundtrack berjudul “Kelam Malam” yang dinyanyikan Aimee Saras menambah atmosfer gelap dan menyeramkan dalam film ini. Inilah yang membuat Pengabdi Setan remake lebih terasa ngeri dibanding film originalnya.

Sedikit bocoran, ada beberapa adegan (favorit saya) dalam Pengabdi Setan original yang didaur ulang dengan baik oleh Joko Anwar, yaitu adegan saat sedang ibadah dan adegan kecelakaan Herman yang diperankan oleh Simon Cader pada Pengabdi Setan original.


Cerita-cerita horor dibalik pembuatan film remake ini menambah kengerian tersendiri. Rumah tua di kawasan Pangalengan, Jawa Barat yang menjadi lokasi syuting ternyata memiliki kisah horor. Walaupun kondisinya sudah buruk sehingga harus direnovasi terlebih dahulu, Joko Anwar tetap memakai lokasi tersebut karena dari segi layout dan naskah sangatlah cocok. Cerita horor terjadi pada malam hari, suara misterius sempat terekam tak sengaja dari halaman oleh salah satu crew yang sedang break syuting. Cerita berhantu rumah tersebut sempat viral dan masuk ke dalam trending topic forum terbesar di Indonesia, Kaskus.

Akhir kata, sejujurnya elemen suara lonceng dalam film Pengabdi Setan remake tidak membuat saya ngeri sama sekali, tetapi malah membuat saya teringat tukang es dongdong atau es cincau keliling yang suka lewat di depan rumah. Aneh memang.

Oke, kalau kalian penasaran dengan sosok Ibu, saksikan film Pengabdi Setan yang akan tayang di seluruh jaringan bioskop di Indonesia mulai Kamis, 28 September 2017.

Sebelum nonton, ingat pesan Bibi Darminah, “Akan aku hancurkan manusia-manusia tak beriman seperti kalian. Kami akan selalu datang disetiap diri manusia, selagi agama cuma menjadi kedoknya.”

Dengan beberapa perubahan, tulisan ini juga dimuat pada situs komunitas gerakan nonton GudangFilm, klik di sini jika ingin membaca.

Tuesday, September 19, 2017

Mimpi Itu... [part 12]

Rasanya terlalu banyak film horror dan thriller yang saya tonton, sehingga mimpi macam ini hadir sebagai bunga tidur saya. Ini seperti sedang nonton film romantis dengan twist ending yang tidak kamu harapkan...

Seperti malam-malam biasa lainnya, kami bertiga; aku, kekasihku, dan sahabat priaku sedang berada di basecamp. Entah ada project apa yang akan kami kerjakan, tapi sepertinya kami sedang menunggu sesuatu untuk datang.

Setelah berbincang-bincang, kami memisahkan diri. Aku dan kekasihku berbincang  dan bercanda layaknya sepasang kekasih normal di sofa empuk yang cukup lebar, sedangkan sahabat priaku asyik bermain smartphone di lantai beralaskan karpet.

Beberapa waktu berlalu. Saat aku sedang bercanda sambil memeluk, tiba-tiba kekasihku langsung duduk tegap dan diam seribu bahasa. Wajahnya menjadi datar dan pucat. Aku memanggil sambil mengguncang bahunya.

"Bey, kenapa?" tanyaku heran.

Tiba-tiba badan kekasihku bergerak tak karuan, sepertinya kesurupan! (Disini saya panik karena saya yang paling dekat dengannya)

Bergerak tak karuan seperti salah satu scene di film Annabelle: Creation di atas ini.

"LARI!!!" teriak sahabat priaku dengan wajah panik. Ia langsung keluar dari ruangan, meninggalkanku yang masih panik.

Ketakukan mengalahkan kasih sayang, aku lari dari ruangan 30 detik setelah sahabat priaku. Kami lari ke jalanan beraspal tanpa alas kaki.

Sahabat priaku sudah berlari jauh. Aku mencoba mengejarnya, nafasku sesak, kakiku sakit karena terlalu lama berlari di atas aspal tanpa alas kaki.

Entah mengapa jalanan aspal itu begitu panjang dan sunyi, seperti tak ada akhirnya. Hanya ada aku dan sahabat priaku yang terus berlari dengan jarak yang cukup jauh.

Aku tetap berusaha mengejar dan memanggil sabahat priaku, tetapi pelarian itu tak bisa aku lanjutkan karena salah satu tangan kekasihku berhasil menahan bahuku.

Aku panik dan berteriak sekencang-kencangnya karena kekasihku memelukku dengan kencang hingga aku tak bisa bernafas dengan benar, kemudian ia menggigit leherku hingga mengeluarkan darah segar.

DONE! I'M DONE WITH THIS!

Jadi seperti inilah rasanya bangun dari mimpi buruk: keringat mengucur dengan deras dan jantung berdetak kencang tak karuan. Rasanya lebih deg-degan mimpi ini ketimbang mimpi dikejar Tyrannosaurus beberapa bulan lalu. πŸ˜’

Friday, June 16, 2017

The Meaning of the Name

This is my two paragraph essay for final exam of Public Speaking subject.

I like the topic, so I post them here.

Hi! My name is Thea Fathanah Arbar. I was born on December 21, 1994. In Greek, Thea means Goddess; godly, gift of God. In mythology, Thea is the Greek goddess of light. She’s the daughter of Ouranos (heaven) and Gaia (earth), the wife of Hyperion (Titan god of light), and mother of Helios (the sun), Eos (the dawn), and Selene (the moon). In French, Thea means Princess. But, according to my Mom, Thea is just ‘Thea’. My Mom chose this name simply because when I was born, our neighbor's daughters were named Dhea and Ghea.

In Islam, Fathanah (or Fathonah) is one of the characteristics of the Prophet which means intelligent, smart, bright, and clever. Arbar is my family name, stands for Abdur Rachim bin Abdur Ronny, my grandfather's name from my Dad's side. So, Thea Fathanah is an intelligent princess/goddess of God's creation.

I was a bit narcissistic when writing this essay, but yeah, this is the meaning of my name.

Thursday, June 15, 2017

Kinematics Magazine


Untuk kedua kalinya diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Pemimpin Redaksi. 

Majalah ini diberi nama “Kinematics”, yaitu cabang mekanik yang bersangkutan dengan gerak benda tanpa mengacu pada kekuatan yang menyebabkan gerak. Kalau pembaca beranggapan nama dan isi konten majalah kami tidak nyambung, nay, kami melihat lebih jauh arti dari Kinematics.

Mereka bergerak tanpa mengacu pada kekuatan yang menyebabkan gerak, sama seperti manusia yang dapat memiliki pergerakan atau movement untuk menggerakan manusia lainnya. Ya, movement merupakan kata kunci dari majalah ini. Kami bergerak untuk menggerakan manusia lainnya lewat majalah ini.

Majalah Kinematics merupakan majalah bulanan yang fokus utamanya mengulas seputar dunia film, musik, dan lifestyle dalam lingkup nasional dan internasional. Kami hadir untuk memberikan muatan edukasi secara kritis namun tetap menghibur.

Dan saya cuma berharap majalah ini bisa memberikan kami nilai A. Amin!

Monday, May 15, 2017

Individualist Ms. Ji-Young

Individualist Ms. Ji-Young.
Pic from here.

Baru beberapa waktu lalu saya menulis kegelisahan saya mengenai kesendirian (baca di sini), eh tanggal 8-9 Mei 2017 ada TV movie (atau short-drama) 2 episode berjudul Individualist Ms. Ji-Young (개인주의자 μ§€μ˜μ”¨) tayang di KBS2.

Channel KBS2 bisa kamu tonton streaming di YouTube atau TV berlangganan. Untuk drama, variety show, talk show, dan siaran tidak langsung sudah memiliki subtitle bahasa Inggris. Yasss! XD

Individualist Ms. Ji-Young bercerita mengenai Na Ji-Young (Min Hyo-Rin) yang menganut paham individualisme, introvert yang tidak bisa memiliki hubungan pertemanan maupun romantis dengan orang lain, bertemu dengan Park Byeok-Soo (Gong Myung), seorang extrovert yang tidak bisa tidak memiliki hubungan pertemanan maupun romantis dengan orang lain.

Hubungan mereka berdua berkembang setelah Ji-Young dan Byeok-Soo putus dengan masing-masing kekasihnya di koridor apartemen lantai 7 pada hari yang sama. Kejadian itu menimbulkan kegaduhan yang berakhir di kantor polisi. Ji-Young yang super keras kepala membuat Byeok-Soo menginap di penjara.

Setelah itu Byeok-Soo berusaha untuk tidak perduli dengan kelakuan Ji-Young walaupun mereka bertetangga. Hingga suatu hari mereka tak sengaja bertemu kembali di midnight cinema bernama Dream Cinema dan menonton film 12th Assistant Deacon (2013).

Pertemuan itu menimbulkan tanda tanya besar di kepala Byeok-Soo mengenai Ji-Young, dan keduanya menggunakan cara kekanakan agar tak berhubungan lagi satu sama lainnya (padahal mereka bertetangga -_-).

Tapi... yah bisa ditebak akan seperti apa endingnya ya~

Drama ini sepertinya lebih fokus ke sebab-akibat dalam membangun karakter Ji-Young dan Byeok-Soo, which is good dalam membangun plot cerita karena keduanya unik tetapi disisi lain mereka cukup menyedihkan.

Yes, I'll recommend this short drama for you who always feel lonely af (like me).

Oiya, jika kalian suka short drama, saya juga rekomendasi TV movie berjudul Splash Splash Love (퐁당퐁당 LOVE) yang dibintangi oleh Kim Seul-gi (my favorite actress) dan Yoon Doo-joon. ;)

Happy watching!

Tuesday, May 9, 2017

Banana Actually

Kegiatan yang paling saya lakukan di smartphone, selain posting hal-hal tidak penting di Instagram Story adalah nonton video di Facebook. Beberapa diantaranya merupakan video yang (sedikit) berfaedah, sisanya hanya hiburan untuk membunuh waktu.

Suatu hari saya menemukan video berdurasi 2 menit dari akun Facebook On Demand Korea. Isi konten video tersebut begitu sederhana, mengenai cara pandang perempuan mengenai laki-laki yang sedang duduk di depannya di restoran sushi, dan berakhir di ranjang. One night stand yang berlanjut dengan indah, sepertinya.

Selain ide ceritanya yang begitu sederhana namun sarat makna, pengambilan gambarnya pun cantik sekali. Ini alasan mengapa drama dan film dari Korea Selatan memiliki banyak sekali penggemar di seluruh dunia. Dari segi cerita dan gambar, mereka memiliki kualitas yang oke.

Banana Actually season 1 ini merupakan mini drama romantis 8 episode dengan durasi 72 detik (2 menit) setiap episodenya. Bercerita mengenai hubungan percintaan empat pasangan kekasih. Diproduksi oleh 72초TV. Walaupun tidak ada peringatannya, serial Banana Actually memiliki rating 19+ karena mengandung beberapa adegan dewasa. Mini drama ini memiliki 2 season, tapi sejauh ini saya baru menonton season pertama.

I never had a romantic relationship before, dan menonton serial ini menyadarkan saya bahwa untuk membangun chemistry antara perempuan dan laki-laki, fondasi utamanya adalah melakukan hal-hal sederhana (namun sarat makna) dalam hubungan tersebut. Seperti mengetahui kesukaan masing-masing, atau makanan apa yang tidak disukai. Yah hal-hal yang (cukup) remeh tapi (cukup) krusial.

Well, semoga mini drama ini bisa menjadi referensi jika nanti saya memiliki hubungan romantis tersebut. Cukup ambil bagian yang positifnya saja ya, mengingat kultur di Indonesia dan Korea Selatan cukup jauh berbeda. Hahaha.

Banana Actually S1 bisa kalian tonton di bawah ini.

Tuesday, April 25, 2017

Updating Life

Biasanya saya langsung pulang ke rumah setelah selesai kelas selasa sesi 1, tapi mengingat setelah makan siang akan ada bimbingan dengan dosen pembimbing skripsi, saya urungkan niat tersebut.

Sebagai mahasiswa tahun akhir, tempat tongkrongan yang masih welcome dengan saya dan mahasiswa tahun akhir lainnya hanya sekretariat UKM AuviPro. Sekretariat biasanya ramai oleh abang-abangan (baca: senior) pada hari sabtu.

Namun semenjak ruang sekretariat itu selalu bocor saat hujan, anggota UKM AuviPro angkatan 13 tidak pernah terlihat batang hidungnya. Ada beberapa anggota yang sering terlihat itupun hanya untuk numpang ngecharger smartphone, sekedar tiduran atau makan/minum yang kemudian sampah makanan dan minumannya gak dibuang ke tempat sampah, digletakin gitu aja yang akhirnya disemutin. Kejadian tadi siang nih kayak gini.

Sebagai anggota UKM AuviPro angkatan 11, saya agak geram dengan kelakuan mereka. Karena dapat ruang sekretariat itu tidak mudah. Para senior UKM AuviPro sempat rebutan ruangan dengan UKM dan HIMA lain, yang akhirnya kami harus mengalah dan dapat satu ruang yang dibagi dua dengan HIMA HI (yang beberapa anggota barunya intolerant dan berisik bukan main!).

Sekarang ruang sekretariat itu disia-siakan dan jarang dirawat oleh mereka.

Ah, oke, back to the topic.

Pergi lah saya ke sekretariat. Sudah ada kawan saya, Amel, mahasiswa jurnalistik 2011 yang sampai duluan di sana sedang mendengarkan siaran radio. Siang itu, sekretariat sebelah sepi. Di sekretariat kami hanya ada saya dan Amel. Kami berdua ngobrol dari pukul 10.00 sampai menjelang waktu makan siang.

Saat makan siang, kami pergi makan di Teh Nia. Setelah makan, saya dapat kabar dosen pembimbing skripsi saya sedang tidak mau bimbingan karena tak enak badan. Maklum, dosen pembimbing saya sudah tua, umurnya 70 tahun ke atas.

Tadinya saya dan Amel mau langsung pulang saja, toh sudah gak ada kelas atau dosen yang ditunggu. Tapi siang itu merupakan siang dengan obrolan yang paling intens yang pernah kami lakukan.

Sebelum makan siang, topik yang dibicarakan adalah project film Koper yang tak kunjung digarap karena stuck di teman kami, si penulis skenario dan sutradara. Kita hanya nungguin kerjaan dia itu, tapi sampai sekarang tak kunjung selesai. Setelah makan siang, topik yang kami bicarakan adalah mengenai masalah di dalam keluarga masing-masing, karma baik dan buruk, dan bagaimana roda kehidupan berputar. Kita juga membicarakan bagaimana orang lain memperlakukan kita.

Orang tua kami, terutama para ibu, ternyata sama-sama terlalu baik dengan orang lain. Ini yang sebenarnya bikin miris. Ada banyak orang di sekitar kami (termasuk keluarga besar) yang memanfaatkan kebaikan para ibu kami. Ada yang mulutnya manis bak gula, tapi di belakang nyinyirin alias bermuka dua. Ada yang ngemis minta ini-itu, padahal mereka mampu beli tapi mereka terlalu pelit kepada diri sendiri. Ada yang iri tapi selalu nempel biar kecipratan kalau para ibu ini sedang dapat rejeki.

Waduh, kalau dijabarin mah banyak banget. Tetapi beruntung karena ada satu moment dimana kedua ibu kami melihat dengan jelas bagaimana kelakuan orang-orang di sekitarnya, entah yang bermuka dua, yang gak mau rugi atau yang iri. Akhirnya mereka, para ibu ini, jadi lebih aware dengan orang-orang seperti itu, biar tidak dirugikan seperti dulu. Alhamdulillah.

Oiya, ibunya Amel dan ibu saya tidak mengenal satu sama lain ya. Walaupun tak mengenal satu sama lain, mereka memiliki kesamaan, yaitu mereka merupakan working mom, dan mereka terlalu baik atau terlalu royal kepada orang yang salah.

Menurut saya, obrolan tadi siang cukup membuka pikiran kami. Ternyata setiap individu melewati fase permasalahan yang bisa dibilang cukup sama. Ada dimana saya dan Amel dinyinyirin dan difitnah oleh beberapa oknum tetangga karena kami sebagai perempuan, kami selalu pulang larut malam.

Entah apa yang ada dipikiran oknum tetangga yang suka nyinyir. Yah, cuma dia dan Tuhan yang tau. Well, pada dasarnya kami tipe manusia yang masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri alias masa bodo, kami tak ambil pusing sih. Toh ini hidup kami yang jalani sendiri, dan bukan mereka yang membiayai.

Saturday, April 15, 2017

Uncertain: Combination of Loneliness and Insecure

Akhir-akhir ini, perasaan risau, gundah, tidak tenang berkembang biak bak penyakit di tubuh saya. Saya termasuk orang yang mudah stres. Akibatnya saya bisa menangis tiba-tiba, atau berbicara sendiri sampai tertidur.

Kemudian saya Googling mengenai gejala ini. Hasilnya seperti yang saya duga sebelumnya, saya termasuk orang yang kesepian dan mudah cemas.

Seperti yang dikutip dari situs ini, saya termasuk orang yang sulit tidur tetapi sekalinya bisa tidur, saya seperti mayat alias tidak bangun-bangun. Pernah saya tidur 24 jam lamanya. Lalu saya termasuk orang yang paling lama mandinya. Mandi paling cepat 25 menit, durasi mandi terlama 35 menit hingga 1 jam. Jangan tanya ngapain saja saya di kamar mandi ya.

Kedua orang tua dan seluruh keluarga besar saya mengetahui dua hal ini, tetapi mereka tidak tahu alasan jelas dibalik saya melakukan hal itu. Saya pun awalnya tidak mengetahui alasan dibalik itu. Setelah saya telusuri, saya melakukan hal itu karena (tanpa sadar) saya mengetahui betul bahwa tidak ada orang lain yang 'menunggu' saya. Literally.

Poin penting lainnya adalah saya selalu sendiri. Kemana pun atau melakukan apapun selalu sendiri, entah itu saat belanja, makan, maupun nonton di bioskop. Saya pikir ini adalah hal yang menjadikan saya perempuan independen, tetapi nyatanya tidak. Ini menyedihkan.

Kebiasaan sendiri ini sudah mendarah daging. Maka dari itu, ketika tidak mood keluar untuk belanja atau makan, saya akan berbelanja online dan memesan makanan melalui ojeg online. Rasanya seperti meminimalisir kontak dengan dunia luar, dan sejujurnya hal ini membuat saya nyaman. 

Hakikatnya manusia itu makhluk sosial, tetapi sepertinya saya setengahnya dari manusia. Saya 80% introvert dan 20% extrovert.

Saya bersosialisasi jika ada perlunya saja, seperti ketika ada pekerjaan atau project. Jika tak ada, saya kembali sendiri. Tetapi di sisi lain, saya termasuk orang yang mudah bergaul dan terbuka kepada siapa pun. Namun semua itu tak membuat rasa kesepian dan cemas dalam diri saya pudar begitu saja. Rasanya seperti kesepian dalam keramaian.

Menurut Wikipedia, Loneliness is an unpleasant feeling in which a person experiences a strong sense of emptiness and solitude resulting from inadequate levels of social relationships. However, it is a subjective experience. Loneliness has also been described as social pain - a psychological mechanism meant to alert an individual of undesired isolation and motivate her/him to seek social connections.

Kesepian adalah pengalaman subjektif seseorang, dan beginilah pengalaman saya. I hope this isn't lasting too long, karena saya capek merasa kesepian dan cemas sendiri, tanpa sebab yang pasti.

PS: Saat menulis postingan ini, saya mendapat kabar duka. Tante kami tercinta meninggal dunia pada 14 April 2017 pukul 20:50 WIB. Tante, maaf saya tidak sempat menengoki tante sebelumnya. Saya lega tante sudah tidak perlu merasakan sakit lagi dan saya yakin tante sudah tenang di tempat terbaik di sisiNya, dan terima kasih telah melahirkan kedua anak yang hebat. Dari kedua anak tante, saya belajar mengenai banyak hal. Mereka sepupu terbaik yang pernah saya miliki. Terima kasih dan selamat jalan, tante.

Wednesday, April 5, 2017

Half the World Away

Aku duduk di kursi di belakangnya tanpa suara.

Dia masih sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tak sadar aku berada di ruangan yang sama dengannya, menghirup udara yang sama dengannya.

Punggungnya membelakangiku. Kami diselimuti keheningan yang fana selama beberapa saat. Keheningan itu membawaku pada suara yang (sebetulnya) tak ingin aku ucapkan.

"Sedang apa?"

Pertanyaan bodoh itu terlontar begitu saja. Seharusnya aku tak perlu bertanya, karena apa yang sedang ia lakukan terlihat jelas di depanku.

Tanpa berhenti mengerjakan pekerjaanya ataupun menengok ke arahku, ia menjawab pertanyaanku. Pertanyaan bodoh dariku itu kemudian merembet ke percakapan lainnya. Ya, kami berbincang dengan intim, seperti biasanya.

Kemudian keheningan itu datang kembali. Sesungguhnya aku tak perduli dengan keheningan ini. Kami tak perlu berbincang. Aku cukup melihatnya saja sudah bahagia.

Saat aku sedang asyik memperhatikannya dari belakang, ia beranjak berdiri dan mulai bersiap-siap pergi.

"Mau kemana?"

Tanyaku penasaran. Dia menatapku dengan senyuman, dan kembali bersiap-siap.

I would like to leave this city
This old town don't smell too pretty
And I can feel the warning signs running around my mind

Tiba-tiba dia bersenandung dengan lirik dari lagu favoritku.

Aku menatapnya dengan terkejut, tetapi ia membalas tatapanku dengan senyuman.

Sungguh, rasanya ingin kucium bibir yang selalu tersenyum kepadaku itu. Tapi hal itu tak bisa kulakukan mengingat kami bukanlah pasangan kekasih. Kami hanya teman dekat yang tak bisa merubah status tersebut. Dan ya, aku menyukainya.

Aku memperhatiakan setiap gerakannya saat sedang bersiap untuk pergi dari ruangan tersebut. Setelah ia siap, ia menatapku seperti sedang memberikan instruksi. Seperti paham apa yang ia katakan lewat tatapan matanya, aku berdiri dan berjalan mengikutinya keluar dari ruangan itu.


OASIS - Half the World Away

AURORA - Half the World Away