Sunday, January 19, 2014

Mimpi itu... [part 2]

Saya histeris. Tak menyangka cupcake yang sudah dibuat setengah mati itu jatuh ke lantai. Iya, jatuh ke lantai...

Sudah berapa kali saya mimpi kayak gini? Saya udah gak ngitungin. Beberapa hari yang lalu saya juga mimpi seperti ini. Mimpi punya pacar. Tapi saya agak kaget dengan mimpi kali ini. Entah itu artinya saya masih ada perasaan atau tidak (tapi kalau saya pribadi sih sudah tidak punya perasaan lagi dengan pria yang satu ini).

Jadi sekitar jam 01.00 WIB dini hari tadi saya terbangun. Kali ini saya terbangun karena Mamak saya menyuruh saya untuk mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Beliau takut rumah kami kebanjiran lagi karena air di anakan sungai Ciliwung di belakang rumah kami sudah sangat tinggi.

Dan alhamdulillah ternyata rumah saya tidak kebanjiran. Hehehe...

Balik lagi ke mimpi saya, awalnya saya enggan menuliskannya di blog ini. Karena pria yang menjadi kekasih saya dimimpi itu adalah Ivan, cinta pertama saya yang bertepuk sebelah tangan selama 9 tahun.

Saya masih kuliah. Sudah hampir mau masuk semester terakhir. Saya juga (sudah) punya pacar, yaitu Ivan. Kami sudah pacaran bertahun-tahun dan sekarang sedang memasuki masa-masa bosan-banget-pacaran-sama-elo.

Kami berdua sangat egois dan kekanakan.

Hingga pada suatu hari saya melihat Ivan bersama perempuan lain. Wajahnya begitu terlihat senang. Ia terus tersenyum dan tertawa dengan perempuan itu. Saya sangat kesal melihatnya!

Heh? Apaan tuh? Jadi dia mau selingkuh dari saya? Oke. Kalau memang dia mau selingkuh, saya juga bisa selingkuh!

Akhirnya saya 'selingkuh' dengan pria lain. Pria lain itu adalah sahabat saya (yang saya gak kenal. Jadi pokoknya saya 'selingkuh' sama sahabat saya). Sahabat saya ini mau membantu saya untuk manas-manasin Ivan.

Saya, Ivan dan sahabat saya itu sekampus. Jadi ketika saya sedang bersama sahabat saya dan Ivan lewat, saya langsung menggenggam tangan sahabat saya ini. Pokoknya saya selalu berpegangan tangan dengan sahabat saya bila ada si Ivan.

Hingga akhirnya saya sedang sendirian di depan sekretariat UKM dan Ivan menghampiri saya.

"Jadi elo sekarang selingkuh sama sahabat lo itu?! Hah?!"

"Gak usah marah-marah! Elo duluan yang mulai! Elo duluan yang mulai selingkuh dari gue! Jadi gak salah dong kalo gue selingkuh juga!"

"Gue? Selingkuh? Gue gak pernah selingkuh!"

"Halah! Buktinya malam itu gue lihat elo berduaan sama cewek cantik! Kelihatan seneng banget!"

"Cewek?"

Tiba-tiba wajah Ivan langsung berubah. Kali ini terlihat marah sekali.

"Bodoh! Itu kakak gue yang baru pulang dari luar negeri! Dangkal banget sih pikiran lo! Udahlah! Kita putus aja!"

Dan akhirnya Ivan pergi begitu saja. Saya langsung menangis dan menelpon sahabat saya. Tidak lama kemudian sahabat saya datang dan saya langsung menceritakan semuanya. Sahabat saya hanya manggut-manggut tanda mengerti dan pada akhirnya sahabat saya cuma bilang, "Yaudah buruan elo minta maaf deh daripada jadi putus beneran. Si Ivan itu kayaknya cuma ngegretak elo aja. Sana gih minta maaf".

Tiba-tiba saya sudah di dapur rumah saya dan sedang menghias cupcake. Saya membuat cupcake karena Ivan suka cupcake dan sekaligus untuk permintaan maaf saya ke Ivan.

Setelah saya selesai membuat cupcake, saya segera berdandan dan siap-siap ke rumah Ivan. Namun saat saya sedang membawa cupcake itu, saya tersandung kaki kursi. Cupcake saya jatuh ke lantai.

Saya histeris. Tak menyangka cupcake yang sudah dibuat setengah mati itu jatuh ke lantai. Iya, jatuh ke lantai...

Tiba-tiba saya tidak tau lagi kelanjutan dari mimpi itu. Saya keburu dibangunin sama Mamak saya.

Ya Tuhan... Ini adalah mimpi yang absurd banget. Mimpinya di malam minggu pula. Huft.

No comments:

Post a Comment