Monday, January 13, 2014

Mimpi itu...

Saya berlari kecil menuju parkiran mobil. Sahabat saya, Annisa sudah berjalan dua meter di depan saya. Sesaat saya menengok kebelakang untuk melihat pria yang sekilas mirip Michael Cera itu untuk terakhir kalinya...

Jadi tadi siang, sekitar pukul 12.00 WIB, saya terbangun dari tidur saya untuk kedua kalinya (sebelumnya saya terbangun sekitar pukul 04.00 WIB). Saya mengucek mata, kesal.

Untuk kesekian kalinya saya bermimpi mendapatkan pacar. Saya stres kalau sudah mendapat mimpi seperti ini. Saya capek mengetahui kalau semua itu hanya mimpi. Karena ketika kamu bangun dari tidur, mimpi itu akan musnah.

Sudahlah.

Oke... Saya akan menceritakan menceritakan mimpi saya tadi siang.

Pekerjaan saya didalam mimpi itu adalah pemilik dari sebuah event organizer. Saat itu saya sudah berumur 25 tahun dan masih lajang. Fisik saya terlihat oke didalam mimpi itu. Saya memakai kemeja berwarna krem dan rok hitam. Saya juga memakai heels setinggi 8cm dan membawa buku catatan dan tas kulit berwarna hitam.

Pagi itu saya harus mengurus keperluan untuk pernikahan tante saya (yang saya bingung, tante saya menikah dengan suaminya lagi untuk kedua kalinya. Hahaha... Namanya juga mimpi).

Annisa, sahabat saya dari SD sekaligus asisten saya, menemani saya berbelanja di sebuah supermarket (yang benar-benar super lengkap banget). Saya dan Annisa mengelilingi supermarket (yang luasnya minta ampun) tersebut.

Dan sampailah kami di wilayah buah-buahan. Saya teringat bahwa tante saya meminta saya untuk membeli buah kesukaannya (saya lupa buah apa yang dia minta).

Saat saya dan Annisa mencari-cari buah itu, tak sengaja mata saya beradu pandang dengan salah satu pria yang bekerja di daerah buah-buahan itu. Ia sekilas mirip Michael Cera. Potongan rambutnya mirip dengan potongan rambut Michael Cera di film Magic Magic. Ia tersenyum ketika mata kami beradu.

Saya membalas senyumannya.

Namun tiba-tiba Annisa berlari ke arah saya dengan panik. Ia menerima telpon kalau tante saya mau buah yang ia mau harus ia terima sejam sebelum akad nikahnya dilaksanakan (jadi didalam mimpi ini, tante saya mempunyai sifat manja, padahal aslinya sih enggak).

Saya panik. Saya langsung mencari buah tersebut dan langsung mengambilnya dan memasukannya ke kantong plastik. Saya sempat melewati pria yang mirip Michael Cera itu sebelum membayar buah tersebut di kasir. Kemudian setelah saya dan Annisa membayarnya, kami langsung menuju parkiran mobil.

Saya berlari kecil menuju parkiran mobil. Sahabat saya, Annisa sudah berjalan dua meter di depan saya. Sesaat saya menengok kebelakang untuk melihat pria yang sekilas mirip Michael Cera itu untuk terakhir kalinya.

Saya pikir sih begitu.

Setelah ngebut dari supermarket itu, sampailah kami di tempat akad nikah. Tante saya senang bukan main dengan apa yang kami bawa. Namun saya baru sadar bahwa BUKU CATATAN SAYA JATUH.

Saya ingin mencarinya namun saya masih punya pekerjaan di pesta pernikahan itu. Jadi saya menundanya untuk mencarinya.

Sore pun tiba. Pesta pernikahan itu masih berlangsung (karena pestanya sampai malam). Saya izin pulang ke tante saya dan pekerjaan saya di pesta itu akan digantikan oleh Annisa. Saya ingin cepat-cepat pulang karena sudah benar-benar gatal ingin mencari buku catatan saya. Itu buku benar-benar penting. Saya gak mau kehilangan buku itu.

Dengan mengemudikan mobil hingga 80km/jam, sampailah saya di supermarket itu (entah kenapa tiba-tiba kepikiran kalau jatuhnya di dalam supermarket itu). Saya langsung menuju ke pusat informasi namun pusat informasi itu tidak tau apa-apa karena belum ada yang melapor tentang buku catatan saya itu.

Akhirnya saya masuk ke dalam supermarket itu dan langsung berjalan menuju wilayah buah-buahan. Saat saya sedang mencari-cari, tiba-tiba ada suara yang mengagetkan saya.

"Mencari buku ini?"

AKH! Pria yang mirip Michael Cera itu! Ia tersenyum manis sekali.

Dan tiba-tiba saya terbangun dari tidur saya karena ingin buang air kecil. Damn! Mimpi indah saya hancur! 

Ya begitulah. Saya selalu mimpi hampir-dapat-pacar tapi pada akhirnya saya gak tau endingnya kayak gimana karena saya keburu kebangun. Hiks :')

No comments:

Post a Comment