Saturday, September 17, 2011

Tales of Terror from Tokyo: Terror in Short Movie

Pertama kali gue pikir ini apa, ternyata kumpulan film pendek bergenre horror. Butuh waktu lama untuk buffering semua film pendek ini. Soalnya gue nonton via YouTube. Yaudah, kita mulai saja kupas film pendek ini satu per satu. Yuk yak yuk...

Film pendek pertama yang gue tonton adalah The Backward Suit (Ryuta Mitake) yang bercerita tentang seorang ayah dan anak yang... gak tau kurang akur atau apa yah... dan film pendek ini bergenre horor-komedi.

The Backward Suit

Film pendek kedua yang gue tonton adalah The Visitor (Keisuke Toyoshima) yang bercerita tentang tamu yang selalu mengetuk-ketuk pintu karena ingin sekali masuk kedalam rumah tersebut. Anak kecil mendengar suara ketukan itu dan bertanya, "Siapa diluar?" jawaban yang datang adalah, "Ini Bibi Machiko. Cepat bukakan pintunya!".

Jangan diceritain lagi ah... Tonton aja sendiri. Oiya, di film pendek ini ada beberapa quote yang gue suka. Dan film pendek ini gak ada komedinya sama sekali. Jadi, kalo penakut, nontonnya ramai-ramai ya.

The Visitor

Gue agak random ya nontonnya. Lupa nonton yang mana lagi. Oke, yang ketiga gue nonton Blue Raincoat (Akio Yoshida) yang bercerita tentang, gue gak tau pasti, seorang remaja SMA yang di teror oleh anak kecil yang memakai jas hujan berwarna biru.

Gue gak terlalu merinding nonton ini. Cuma ada sedikit rasa bingung. Ini maksudnya apa ya? Yaudahlah, saksikan saja sendiri. Eh, gue suka tuh sama seragam sekolah yang dipakai si remaja SMA.

Blue Raincoat

KLIK LANJUT YUK...


Film pendek yang keempat adalah The School Excursion (Ryuta Mitake) bercerita tentang dua anak remaja SMA yang tinggal di sebuah kostan tua di kota.

Saat itu mereka ingin membersihkan diri sebelum tidur. Karena kamar mandi-nya diluar kamar, mereka berdua jalan menuju kamar mandi. Selama di perjalanan menuju kamar mandi, mereka berdua selalu berbicara. Entah itu tentang sekolah atau tentang cowok.

Saat di kamar mandi-pun mereka berdua selalu berbicara sampai salah satu remaja SMA itu menyadari kalau pintu WC dibelakang mereka terbuka sedikit sendiri. Dengan agak takut, si remaja SMA itu mendatangi pintu WC itu dan ternyata tidak ada apa-apa.

Saat semuanya sudah selesai, remaja SMA (yang tadi menyadari pintu WC terbuka sedikit sendiri) itu menyadari bahwa lip balm-nya tertinggal di kamar mandi. Sontak ia meminta temannya untuk menunggunya sebentar di tangga sedangkan ia balik lagi ke kamar mandi.

Dan lanjutannya... tebak saja sendiri. Gue ogah ngelanjutin ceritanya. Anyway, gue merinding nonton yang ini.


The School Excursion

Film yang kelima adalah A Motel (Takafumi Ota) yang bercerita tentang 2 wanita yang sedang menginap di sebuah motel tua. Salah satu dari mereka sebenarnya tidak setuju dengan menginap di motel itu (mungkin karena terlihat tua dan menyeramkan).

Malam harinya, salah satu wanita (yang pada awalnya tidak setuju menginap di motel itu) dikejutkan dengan adanya orang yang bolak-balik di depan pintu kamarnya. Ingin sekali membuka pintu itu namun temannya, yang saat di tengok sebelumnya dan tertidur, bangun dan berkata, "Jangan buka pintu itu."



Wanita itu kaget. Kemudian ia melihat pintu lalu menengok temannya yang ternyata tertidur pulas kembali.

Endingnya... tebak aja sendiri.

A Motel

Film keenam adalah Cassette Tape (Shiro Sano) yang bercerita tetang salah satu anggota band yang sudah bubar dikarenakan vokalisnya (perempuan) meninggal karena bunuh diri.

Saat sedang sendirian di kamarnya, salah satu anggota band itu menyalakan kaset dan terdengar suara yang sudah sangat familiar dari dalam kaset itu, suara vokalisnya.


Cassette Tape

Film ketujuh adalah Hair Pins (Masaya Kakehi) bercerita tentang seorang lelaki yang baru saja pindah apartemen. Yang tenyata banyak banget hair pins (kalau di Indonesia untuk jepitan konde, tau kan?). Kita bakal disuguhi ending diawal oleh si Masaya Kakehi ini.


Hair Pins

Film kedelapan ada Copy Machine (Masaya Kakehi) yang bercerita tentang dua remaja SMA yang sedang membuat album kelulusan. Disela-sela kegiatan itu, mereka berdua membicaran salah satu sahabat mereka yang sudah beberapa hari tidak masuk sekolah.

Apa hubungannya sama mesin fotokopi?

Tonton sendiri aja ya...


Copy Machine

Film kesembilan adalah Video (Hirokatsu Kihara) yang bercerita tentang seorang perempuan yang ingin datang ke apartemen baru saudaranya. Namun ada hal aneh yang terjadi ketika perempuan itu ingin menaiki lift.

Ada seorang laki-laki yang menaiki tangga, mungkin dipikiran perempuan itu, kenapa harus naik tangga kalau ada lift.

Ternyata laki-laki itu lebih dulu sampai padahal kan cepetan lift gitu dari pada tangga. Dan laki-laki itu masuk ke dalam apartemen saudaranya itu. Aneh, pikir perempuan itu.

Saat masuk ke dalam apartemen saudaranya, si perempuan itu melihat sepatu laki-laki dan ia bertanya pada saudaranya itu, "Apakah ada tamu yang lain?" dan jawaban yang keluar adalah, "Tidak. Aku sendirian."

Nah, penasaran? Tonton aja sendiri lanjutannya...


Video

Film pendek kesepuluh adalah A Forgotten Item (Ryo Nanba) yang bercerita tentang seorang wanita yang pindah apartemen dan menganti nomer telepon karena diputusin oleh pacarnya.

Namun saat malam pertama pindah ke apartemen baru, ada yang menelpon dia dan berkata, "Give it back!" berkali-kali. Si wanita ini heran. Karena nomer telpon baru dia hanya diketahui oleh keluarga dan sahabat dekatnya saja. Dan ia selalu ditelpon jam 1 malam.

Ada sesuatu di apartemen itu? Yeah, tonton saja sendiri.


A Forgotten Item

Film pendek kesebelas ada Covering The 100 Tales (Ichiro Nakayama) yang bercerita tentang seorang wanita reporter yang diundang (atau datang sendiri saja juga tidak tau pasti) ke acara Covering The 100 Tales.

Ternyata acara itu adalah acara menceritakan kematian sendiri-sendiri. Pertama kali si wanita reporter ini merasa biasa dan malah merasa mengantuk. Tapi saat wanita muda sedang menceritakan kematiannya, si wanita reporter ini terbangun dan melihat hal yang ganjil.


Covering The 100 Tales

Film pendek keduabelas adalah Line Of Sight (Keisuke Toyoshima) yang bercerita tentang remaja SMA yang sedang membuat video untuk album kelulusan (atau apalah. Saya tidak tahu pasti).

Mungkin karena remaja SMA ini anak yang pemalu, jadi dia bikin video sendiri di tangga yang sepi. Dan saat melihat hasil rekamannya, ada sesosok wanita yang berdiri dibelakang remaja SMA itu.

Sontak dia langsung menghubungi wali kelasnya. Wali kelasnya juga kaget. Ternyata sekolah itu bekas rumah sakit. Teman-teman sekelasnya yang sepertinya sok berkuasa langsung mengambil rekaman itu untuk festival sekolah. "Pasti kelas kita banyak yang mengunjungi."

Anyway, ini film terlama, yaitu sekitar 12 menit dan lumayan bikin gue merinding.


Line Of Sight

***

Dan sampai sini ulasan Tales of Terror From Tokyo. Terima kasih untuk SIGILAHOROR yang membuat gue nontonin film beginian dan "Jangan terlalu penasaran sama hantu, nanti malah mereka yang penasaran sama kamu" -Quote dari YEAHMAHASISWA yang selalu bikin gue merinding kalau  habis nonton, dengar dsb tentang horor.

Oiya, sebenarnya masih banyak banget kumpulan film pendek Tales of Terror from Tokyo. Tapi karena takut kebanyakan jadi hanya 12 film pendek aja. Kalau masih penasaran, klik YouTube.com dan search Tales of Terror from Tokyo.

Sampai jumpa di ulasan-ulasan yang lainnya.


@theaarbar

No comments:

Post a Comment